Bercerai Demi Mewarisi Harta Keluarga

Bercerai Demi Mewarisi Harta Keluarga
Bab 91. Terlalu Cinta Tidak Worth It


__ADS_3

Sharon sangat menolak aksi yang seperti ini. Akan tetapi, karena Junifer dan Novi yang tak henti berbicara di telinganya, dia pun pada akhirnya sudah tidak tahan lagi. Jadi, setelah buru-buru makan, mereka ke lobby hotel untuk menunggu.


Ini pertama kalinya Sharon melakukan hal bodoh seperti ini.


Lalu, entah apa yang dikatakan Junifer kepada resepsionis, orang resepsionis langsung menyuguhkan teh dan camilan saat mereka bertiga baru duduk sebentar.


Novi pun berkata, "Pelayanan di sini bagus juga."


Sharon melirik Junifer sekilas dan berkata, "Aku hanya akan menunggu 15 menit."


Jika dalam lima belas menit Dion masih tidak kelihatan, itu berarti bukan dia yang tidak ingin membantu, tetapi yang di Atas yang tidak ingin membantu.


Raut wajah Junifer sedikit terkejut begitu mendengar perkataan Sharon, lalu dia berkata, "Sepertinya 15 menit terlalu cepat."


Sharon melihatnya dan tersenyum dengan datar, "Atau aku pergi sekarang saja?"

__ADS_1


Junifer buru-buru mengulurkan tangan untuk menahan Sharon dan berkata, "Aku merasa 15 menit sudah cukup, cukup."


Sharon tertawa melihat ulah Junifer. Entah sejak kapan Junifer jadi begitu suka menghasilkan yang. Perlu diketahui, dulu pada saat masih sekolah, target Junifer adalah menikah dengan orang kaya dan bisa hidup dengan santai.


Sharon tak menyangka hanya dalam waktu beberapa tahun saja, kesadaran diri pemikiran Junifer sudah berubah menjadi begitu tinggi.


Karena mereka sedang tidak melakukan apa-apa, Sharon pun akhirnya bertanya, "Kamu akhir-akhir ini kenapa? Kenapa tiba-tiba jadi begitu suka menghasilkan uang?"


Junifer yang baru saja menyeruput jusnya langsung tersedak. Novi yang berada di samping pun langsung berkata, "Hah, bisa apa lagi selain karena merasa tertekan melihat kamu selama beberapa tahun ini di Keluarga Thomson. Jadi, dia tiba-tiba merasa bahwa rasanya tidak realistis harus menikah dan mengandalkan orang lain. Apa lagi, harus menghadapi mertua dan ipar. Lebih baik mencari uang sendiri dan pensiun dini."


Setelah Junifer lebih tenang, dia berkata, " ... ini memang salah satu alasannya."


Sharon menatap mereka berdua, lalu mengernyitkan kening dan berkata, "Sepertinya pernikahanku yang gagal ini bisa memberikan pelajaran untuk kalian."


Novi mengangkat tangan dan menepuk pundak Sharon, lalu berkata, "Tentu saja! Aku akhirnya menyadari bahwa terlalu cinta juga tidak worth it."

__ADS_1


Memang ya jika sahabat baik sejak kecil pasti akan lebih berani membuka luka.


“Novi, cukup ya. Kakiku ini sudah lama tidak banyak bergerak."


Saat sedang mengobrol, terdengar bunyi suara pintu lift yang berada tidak jauh dan pintu pun terbuka. Dion berjalan keluar dari dalam dengan setelan jas dan sepatu kulit. Sekretarisnya juga mengikutinya di samping. Jika melihatnya dengan sekilas, Dion benar-benar terlihat seperti seseorang yang sangat sukses di kalangan masyarakat dengan wajah dan tatapan mata yang sangat dingin, bahkan ada perasaan aura tampannya itu.


Baru saja Sharon mendongakkan kepala dan melihat ke arahnya, kebetulan matanya bertatapan dengan sepasang mata persik itu.


Dion seperti sudah tahu sejak awal bahwa Sharon berada di sana. Begitu keluar lift, pandangannya langsung melihat ke arah wajah Sharon.


Sharon merasa seperti tertangkap basah. Belum sempat dia bereaksi, Novi yang berada di samping sudah melambaikan tangan dan berkata, "Tuan Muda Dion!"


Ketika Sharon tersadar dari lamunannya, pria itu sudah berjalan mendekat dan berkata, "Sharon, Nona Junifer, Nona Novi, kebetulan sekali."


Novi tersenyum seperti orang bodoh dan berkata, "Bukan kebetulan, bukan kebetulan. Sasa sengaja menunggumu di sini. Ada yang ingin dia bicarakan padamu, jadi aku dan Junifer pamit undur diri dulu."

__ADS_1


Selesai berbicara, Novi langsung menarik Junifer dan berjalan ke depan. Dia bahkan mengedipkan mata kepada Sharon.


Sharon yang tiba-tiba dikhianati begitu saja tidak tahu harus berbicara apa lagi.


__ADS_2