Bercerai Demi Mewarisi Harta Keluarga

Bercerai Demi Mewarisi Harta Keluarga
Bab 41. Sesuai Prediksi


__ADS_3

Mobil sport yang terlihat dari kaca spion sudah mengikuti sepanjang jalan. Akan tetapi, Sharon hanya mengangkat alisnya dan tidak memedulikannya.


Setelah mobil masuk ke tempat parkir, mobil sport itu pun akhirnya menghilang.


Sharon memarkir mobilnya, lalu kembali ke apartemen melalui lift basement.


Hari ini adalah hari yang sangat produktif. Jadi, setelah Sharon mandi, dia pun langsung beristirahat.


Keesokan harinya, Sharon ada rapat pagi. Begitu Sharon masuk kantor, Delvina mengetuk pintu untuk masuk dan berkata, "Nona Sharon."


Sharon mendongakkan kepala untuk melihat Delvina sekilas, lalu sedikit mengernyitkan alis dan berkata, "Kenapa?"


"Pak Juhri tidak menandatangani kontrak," ujar Delvina.


Sesuai prediksi.


Sharon mengerutkan keningnya dan berkata, "Apakah masalah Fendy sudah diselidiki?"


Tujuan Delvina datang justru untuk memberikan sebuah berkas pada Sharon, lalu berkata, "Sudah, Nona Sharon."


Sharon menganggukkan kepala, lalu mengulurkan tangan untuk menerima berkas dan mulai melihat berkas tersebut. Setelah mellihatnya, dia bergumam, "Sepertinya beberapa tahun ini, Perusahaan Wans menghidupi Perusahaan Hasuo dengan sangat baik."


Setelah menutup berkas tersebut, Sharon mendongakkan kepala dan menatap Delvina, lalu berkata, "Baiklah, kita pergi rapat dulu."


Pada Jumat malam, Sharon memang menyelesaikan tujuannya terlebih dahulu, baru melaporkannya pada atasan. Itulah kenapa dia mencari William untuk tanda tangan kontrak kerjasama terlebih dahulu. Akan tetapi, dia hanyalah seorang manager, tentu saja kontrak tersebut belum valid karena masih membutuhkan tanda tangan dari Juhri.

__ADS_1


Hanya saja, Juhri sengaja mengulur-ngulur. Sharon jelas tahu apa maksudnya.


Rapat kali ini berjalan dengan tidak mulus. Juhri akhirnya melampiaskan seluruh emosinya kepada Sharon setelah Sharon masuk kantor selama setengah bulan.


Masing-masing dari mereka tidak setuju dengan pendapat dari pihak satunya dan rapat pun menjadi sangat canggung.


Sharon kembali duduk dan dengan samar-samar menatap Juhri, lalu berkata, "Karena Pak Juhri merasa rencana kerja ini belum cukup baik, kalau begitu, rapat kita hari ini cukup sampai disini dulu."


Meskipun Juhri tidak berkata apa-apa, ekspresi wajahnya malah terlihat lebih lega.


"Bikin ulang rencana kerja ini, tiga hari kemudian baru kita bahas lagi," ujar Juhri. Setelah itu, dia berdiri dan pergi meninggalkan ruang rapat.


Sharon menatap punggung Juhri dan menaikkan alis. Setelah itu, dia juga berdiri dan meninggalkan ruang rapat.


Ini adalah seikat mawar merah palsu yang sangat mirip dengan aslinya. Lalu, Sharon pun melihat sekilas bunga tersebut dan tiba-tiba kepikiran pada Dion.


Dia benar-benar melakukannya?


Akan tetapi, Sharon justru tidak tertarik untuk mempunyai hubungan dengan Dion si playboy dan berkata, "Untukmu saja."


Mendengar ucapan tersebut, Emilia pun terkejut dan berkata, "Hah?!"


Ketika dia tersadar, Sharon sudah masuk ke dalam kantor. Akan tetapi, tak lama kemudian, Sharon sudah keluar lagi sambil membawa banyak berkas di tangannya.


Lalu, Sharon pun berjalan dengan hak tingginya ke arah kantor Juhri sambil membawa berkas-berkas tersebut.

__ADS_1


Sharon berjalan dengan sangat cepat hingga asisten Juhri pun sedikit terkejut ketika melihatnya dan berkata, "Bu Sharon, apakah Anda mencari Pak Juhri?"


"Iya," ucap Sharon. Setelah itu, mengetuk pintu.


"Masuk," ujar Juhri.


Setelah mendapatkan respons, Sharon langsung mendorong pintu untuk masuk dan langsung berjalan ke hadapan Juhri sambil membewa berkas. Lalu, dia menundukkan kepalanya sedikit sambil menatap Juhri erat-erat dan berkata, "Pak Juhri, aku datang untuk bertanya, apakah ada masalah dengan kontrak kerja sama dengan Perusahaan Cloud?"


Begitu mendengar hal ini, ekspresi Juhri berubah tidak senang dan berkata, "Bu Sharon, kita sudah bekerja sama selama bertahun-tahun dengan Perusahaan Hasuo. Tidak mungkin kita langsung memutuskan kerja sama begitu saja. Nanti malah akan menimbulkan opini tidak jelas di kalangan industri ini."









__ADS_1


__ADS_2