
Hanya dalam satu malam, semua orang pun tahu bahwa Sharon adalah putri kaya dari Keluarga Tamin.
Setelah Darwin tahu bahwa Sharon adalah putri kaya pemilik Perusahaan Wins, dia tidak bisa tidur semalaman.
Keesokan harinya kebetulan hari weekend. Jadi, Sharon dan Novi pun mengantar Eric dan Merlin ke bandara.
Ketika perjalanan pulang, Darwin menelepon Sharon.
Begitu melihat panggilan masuk, Sharon langsung menolak untuk mengangkat.
Novi yang berada di samping mengira bahwa orang yang menelepon adalah Cruise, dia pun mendesis dan berkata, "Kenapa? Begitu tahu kamu anak orang terkaya, Keluarga Thomson ingin membujukmu untuk kembali?"
Sharon perlahan menghentikan mobilnya ketika lampu merah di depan menyala. Kemudian, dia menoleh ke samping dan melihat Novi dengan datar, lalu berkata, "Darwin yang telepon."
"Oh, ternyata dia."
Novi mendesis dan berkata, "Sebelumnya dia selalu mempersulit kamu. Sekarang begitu tahu bahwa kamu anak dari Om Tamin, pasti dia tidak bisa tidur nyenyak kemarin."
Sharon merenggangkan bahu dan berkata, "Apa hubungannya denganku?"
"Junifer bilang siang ini mau traktir kita makan."
Sharon tersenyum dan berkata, "Oke."
__ADS_1
Jarang-jarang Junifer begitu loyal. Sebelumnya, dia hanya memberikan kartu member saja ketika mereka sudah membantunya dengan susah payah.
Mereka berdua baru tiba di lokasi yang dikirim oleh Junifer pukul sebelas lewat. Baru saja Sharon turun dari mobil, dia sudah melihat Cruise dan yang lainnya dari kejauhan.
Novi yang baru saja selesai membalas pesan chat juga mengikuti arah pandangan Sharon. Lalu, dia melihat Cruise yang berjalan di depan. Setelah itu, dia buru-buru melihat ke arah Sharon seperti melihat sebuah pertunjukkan dan bertanya, "Ternyata Tuan Muda Cruise, mau pergi menyapa tidak?"
Sharon menoleh ke samping dan melihat Novi sekilas, lalu berkata, "Untuk apa menyapa?"
Selesai berbicara, Sharon langsung membalikkan badan dan masuk ke dalam restoran tanpa menunggu Cruise datang mendekat.
Lando yang baru saja melihat mereka dan ingin menyapa malah melihat sosok Sharon membalikkan badan masuk ke dalam. Dia terkejut dan berkata, "Tidak perlu sampai begitu, apakah kami akan memakan orang?"
Kenapa begitu melihat langsung pergi?
Lando yang menyadarinya pun sengaja bertanya, "Cruise, Sharon benar-benar menepati janjinya, setelah bercerai masing-masing tidak saling mengganggu lagi."
Cruise melihat bayangan yang menghilang dari kejauhan dan tatapan matanya terlihat muram, lalu dia berkata, "Orang tidak akan menganggapmu bisu kalau kamu tidak berbicara."
"Tidak perlu karena malu malah menjadi begitu emosi. Bukankah kamu memang sejak awal ingin bercerai dengannya?"
"Lando?"
Melihat tatapan yang cemberut itu, Lando pun merinding dan berkata, "Anggap saja aku sedang berbicara sendiri."
__ADS_1
Hari ini Junifer bisa begitu loyal ingin mentraktir makan karena dia memiliki tujuan. Saat ini, usaha barnya sangat bagus dan sudah mendapatkan penghasilan yang baik. Oleh karena itu, dia ingin membuka cabang. Hah, ternyata begini rasanya berhasil.
Junifer sudah mendapatkan lokasi yang bagus untuk cabang baru, tempatnya di area hiburan yang lokasinya sangat strategis. Dia membeli sebuah tempat yang awalnya adalah sebuah restoran bbq. Akan tetapi, Junifer merasa bahwa tempat tersebut terlalu kecil. Oleh karena itu, dia juga membeli bagian bawahnya dan menjadikannya dua lantai.
Akan tetapi, muncullah sebuah masalah, Merchant tidak mengizinkan dia untuk menghubungkan kedua lantai.
Mendengar hal ini, Sharon pun mengerti dan berkata, "Jadi, maksudmu, kamu ingin menyuruhku untuk mencari Dion?"
Junifer menuang teh sambil tersenyum dan berkata, "Tempat ini adalah taman industri di bawah naungan Keluarga Kusalo, jadi Tuan Muda Dion pasti memiliki hak untuk berbicara."
Sharon melihat sekilas gelas yang diulurkan ke hadapannya. Lalu, dia tertawa dan berkata, "Atas dasar apa kamu merasa bahwa Dion akan membantuku?"
Junifer tersenyum dan berkata, "Semua orang kan tahu bahwa Dion menyukai kamu."
Wajah Sharon terlihat merah dan berkata, "Gosip."
Junifer juga tahu bahwa sekedar mentraktir sharon pun tidak akan bisa "membujuknya". Oleh karena itu, sejak awal dia sudah menyiapkan kontrak dan berkata, "Aku akan memberikan kamu saham lima persen."
Sharon meliriknya sekilas dan tertawa, lalu berkata, "Karena ini kerja sama, kalau begitu aku investasi satu miliar. Lalu, kamu beri aku sepuluh persen?"
Junifer terkejut sebentar, lalu berkata, "Sepakat!"
Kemudian, Junifer terdiam sebentar dan berkata, "Aku juga tidak basa-basi lagi. Aku dengar hari ini Dion ada acara makan di sini. Bagaimana kalau kita menunggunya di depan pintu?"
__ADS_1
Sharon, " ... "