Bercerai Demi Mewarisi Harta Keluarga

Bercerai Demi Mewarisi Harta Keluarga
Bab 55. Calon Pacar Mengajar dengan Baik


__ADS_3

Sharon tertawa dan berkata, "Tuan Muda Dion belajarnya cepat juga."


Dion menatap Sharon dengan mata yang tersenyum, "Calon pacar yang mengajarku dengan baik."


Senyuman pria ini dengan mudah membuat orang terpana dan tampak bersinar.


Sharon mengira bahwa tekadnya kuat, tetapi begitu dilihat seperti ini oleh Dion, dia juga merasa wajahnya panas dan sedikit deg-degan.


Sharon menundukkan kepala untuk memalingkan pandangan.


Juru lelang sudah membuat keputusan akhir. Pada akhirnya, Cruise mendapatkan botol tembakau seharga delapan miliar yang harusnya harga paling mahal hanya enam miliar, dan juga mendapatkan lukisan seharga lima belas miliar, padahal harga termahalnya tidak melebihi sepuluh miliar.


Lando juga merasa malam ini Cruise seperti orang kaya kebanyakan duit yang sangat bodoh. Dia ingin mengatakan bahwa harga lukisan ini tidak worth it, tetapi melihat ekspresi wajah Cruise yang dingin, dia hanya bisa menahan diri.


Ketika meninggalkan lokasi, mereka berempat bertemu di pintu masuk tangga auditorium.


Lando memanggil Sharon, "Sharon!"


Sharon hanya tersenyum datar dan berkata, "Tuan Muda Lando."


Sharon menundukkan kepalanya sekali, lalu mengikuti Dion pergi.


Tatapan mata Cruise tampak dingin melihat bayangan punggung kedua orang tersebut. Setelah itu, dia juga ikut meninggalkan ruangan.


Mobil hitam Cayenne terlihat tampak jelas. Ketika Sharon masuk mobil, dia menyadari bahwa Dion sedang menatapnya.


Sharon pun melihat sekilas Dion dengan bingung dan hanya mendengar dia tersenyum santai, lalu bergumam, "Bagus."

__ADS_1


"Tuan Muda Dion?" panggil Sharon.


Dion juga tidak menjelaskan apapun, dia hanya melajukan mobil dan berkata, "Apakah kamu lapar?"


Sharon juga tidak peduli dan berkata, "Tidak."


Dion tersenyum sambil melihat Sharon sekilas, setelah itu dia tidak berbicara lagi.


Setengah jam kemudian, mobil berhenti di bawah apartemen Sharon.


Sharon melepaskan sabuk pengaman. Lalu, baru saja mendongakkan kepala, dia melihat Dion mengulurkan sebuah kotak.


Sharon menaikkan alisnya dan berkata, "Apa ini Tuan Muda Dion?"


"Hadiah terima kasih," ujar Dion.


Sharon tidak menerimanya. Dia melihat Dion sambil tersenyum dan berkata, "Hadiah terima kasih atau hadiah?"


Dion terlihat sangat tegas. Akan tetapi, sepasang matanya yang cukup memikat itu membuat Sharon tidak bisa marah.


Akan tetapi, Sharon tidak suka menerima hadiah dari lawan jenis, "Aku sudah menerimanya dalam hati."


Dion menaikkan alisnya dan tidak memaksa Sharon.


Sharon turun dari mobil dan berkata, "Hati-hati di jalan, Tuan Muda Dion."


"Kalau tidak hati-hati?" ujar Dion.

__ADS_1


" ... "


Ini pertama kalinya Sharon mendengar orang menyumpahi diri mereka sendiri. Sharon benar-benar tidak tahu harus berkata apa.


Dion tersenyum dan berkata, "Bercanda. Pulanglah, aku tahu kamu sangat ingin mengusirku."


"Hm ... tidak juga," ujar Sharon.


Sharon menutup pintu mobil, lalu masuk ke dalam apartemen.


Dion menatap punggung Sharon yang berjalan semakin menjauh. Lalu, senyum di matanya terlihat semakin mekar.


Baru tak lama sampai di apartemen, Sharon menerima pertanyaan dari Novi, "Beritanya viral lho! Dengar-dengar Cruise dan Dion rebutan barang. Apakah gara-gara kamu, Sasa?"


Sharon mendengus dan membuka Instagram. Benar saja, masalah Dion dan Cruise rebutan barang di acara lelang tadi menjadi trending topic.


Hanya saja yang berbeda dengan sebelumnya adalah entah kenapa dia menjadi pemicu pertarungan di antara keduanya.


Tentu saja, lebih baik dia tidak perlu melihat komentar. Bagaimanapun, orang seperti dia ini tidak pantas jika harus bersama dengan Dion ataupun Cruise.


Sharon juga tidak peduli dan hanya membalas Novi, "Go Die."


Balasannya yang singkat, jelas dan padat ini tentu sudah menjelaskan bahwa dia tidak ada hubungannya dengan apa yang terjadi di antara Dion dan Cruise.


Sharon merasa seperti itu, tetapi ada orang lain yang tidak merasa seperti itu.


Keesokan harinya, Sharon mengira bahwa dia salah mendengar apabila Tuan Besar Thomson datang mencarinya. Ekspresi wajah Delvina meyakinkan dirinya bahwa dia tidak salah mendengar.

__ADS_1


Sharon menaikkan alis dan berkata, "Persilakan dia masuk."


Meskipun Sharon tidak ingin bertemu dengan si tua bangka itu, bagaimanapun dia sudah sampai di depan pintu.


__ADS_2