
Ketika mobil berhenti, Novi sangat emosi dan berkata, "Ya ampun, kenapa tiba-tiba olinya bocor. Kenapa juga harus tengah malam begini!"
Sharon melepaskan sabuk pengaman dan berkata, "Yuk, turun dulu untuk cek."
Selesai berbicara, dia turun dari mobil, lalu membuka kap mobil untuk mengecek.
Sharon tidak terlalu mengerti, tetapi sepertinya oli mobil bocor.
Novi juga turun dari mobil sambil menarik gaun, "Apakah oli mobilnya bocor?"
Sharon menoleh ke samping dan melihatnya sekilas, "Mulutmu cukup mujarab ya."
Berkata apa langsung kejadian.
Novi membasahi bibirnya dan berkata, "Lalu, sekarang bagaimana?"
Sharon berkata, "Bisa bagaimana lagi, ya kita harus cari orang buat bantu urus."
Sudah tengah malam begini, tidak mungkin mereka berada di sini semalaman dengan pakaian seperti ini, 'kan?
Sharon mengeluarkan ponsel dan menelepon Delvina.
Delvina mengatakan bahwa dia akan tiba di sana dalam waktu lima belas menit. Lalu, orang dari kantor derek akan tiba dalam waktu sekitar dua puluh menit.
"Oke, maaf sudah merepotkan, Sekretaris Delvina," ujar Sharon.
"Sudah seharusnya. Hati-hati di jalan Nona Sharon, Nona Novi."
Delvina masih ingat apa yang terjadi waktu terakhir kali. Dua wanita cantik yang terdampar di pinggir jalan karena mobil mogoh tengah malam. Bagaimanapun, ini bukan sesuatu yang aman bagi mereka.
"Baik," ujar Sharon.
Setelah memutuskan telepon, Sharon berjalan ke bagasi belakang untuk mengeluarkan tanda peringatan dan meletakkannya di belakang mobil.
Baru saja dia meletakkan tanda tersebut, sebuah mobil Maserati berhenti di samping.
__ADS_1
Jendela belakang mobil perlahan turun dan menunjukkan wajah Lando. Dia pun bertanya dengan ramah, "Sharon, oli mobil bocor? Butuh bantuan, tidak?"
Sharon melihatnya sekilas, lalu pandangannya melihat ke arah seorang pria yang dingin di samping Lando. Lalu, dia pun tersenyum tipis dan berkata, "Tidak perlu merepotkan, Tuan Muda Lando."
Lando berkata, "Tidak perlu begitu sungkan. Aku ini orangnya suka membantu orang."
Sharon pun berkata, "Tapi aku tidak suka menerima bantuan dari orang lain."
" ... "
Selesai berbicara, seorang pria lainnya berkata, "Ayo jalan."
Perkataan tersebut mengejutkan Lando. Lando pun berkata, "Cruise, mobil mereka rusak, apa yang kamu lakukan?"
Cruise berkata, "Apa hubungannya denganku?"
Ketika Cruise mengucapkan hal itu, mobil masih belum sepenuh melaju. Suaranya tidak terlalu kencang dan tidak terlalu kecil, tetapi Sharon malah mendengarnya dengan sangat jelas.
Selesai Cruise berbicara, mobil pun perlahan-lahan melaju.
Novi memaki-maki ke arah mobil tersebut. Sharon malah tersenyum dan berkata, "Sudah, nanti di video orang dan kamu malah dikira orang gila lagi!"
"Aku ... benar-benar kesal," ujar Novi.
Belagu amat! Siapa juga yang butuh bantuan dia!
Sharon kembali ke dalam mobil dan mengambil dua botol air minum. Lalu, dia berkata, "Tunggulah sebentar, lima belas menit lagi sekretaris Delvina akan sampai."
Kenyataannya, Delvina datang lebih cepat.
"Nona Sharon," ujar Delvina.
Sharon menganggukkan kepala dan berkata, "Maaf ya sudah malam begini masih merepotkanmu."
Delvina mengelenggkan kepala dan berkata, "Nona Sharon tidak perlu sungkan. Pak Tamin memintaku untuk menjaga Anda."
__ADS_1
Sambil berbicara, Delvina memberikan kunci mobil kepada Sharon dan berkata, "Non, Anda pulang dulu saja dengan Nona Novi. Aku akan menunggu orang derek di sini."
Sharon tidak enak hati membiarkan Delvina untuk tunggu di sini sendirian. Bagaimanapun, ini sudah larut malam dan dia seorang wanita. Jadi, dia pun berkata, "Aku tunggu orang dereknya datang dulu baru pergi."
Melihat Sharon yang begitu kekeh, Delvina pun tidak berbicara apa-apa lagi dan hanya menganggukkan kepala saja. Lalu, mereka bertiga pun menunggu orang derek di pinggir jalan.
Ketika Dion menghentikan mobilnya, Novi langsung tersadar dan melirik ke arah Sharon berkata, "Yap, nanti kamu tidak perlu mengendarai mobil sendiri untuk pulang, Sa."
Sharon melirik Novi sekilas dan berkata, "Tenang saja, aku akan membawamu juga."
Novi berkata, "Aku tidak ingin menjadi nyamuk."
Sharon mendengus dan berkata, "Ikuti saja apa kataku."
Ketika mereka sedang berbicara, Dion juga sudah turun dari mobilnya dan berkata, "Mobilmu rusak?"
Sharon meresponsnya dengan datar, "Um."
Dion kembali bertanya, "Apakah sudah panggil orang derek?"
Sharon berkata, "Sudah."
Selesai berbicara, orang derek pun tiba.
__ADS_1