
Ketika Sharon menyebut kata cerai, tidak ada ekspresi apa pun di wajahnya, nada bicaranyanya juga tenang dan datar.
Novi mengira dia salah dengar. Kemudian dia mendengar Sharon berkata lagi, "Ada surat cerai di dalam koper. Tolong bantu aku ambil."
Sharon serius!
Novi hampir tidak bisa menahan air matanya. Sahabatnya akhirnya sadar. Mulai sekarang, semua orang dari Keluarga Thomson tidak ada sangkut paut dengan sahabatnya lagi!
"Kamu duduk dulu. Aku akan segera mengeluarkanmu dari rumah sakit! Cerai sesegera mungkin, biarkan orang lain yang menikah dengan mereka saja! Kita tidak usah berhubungan dengan mereka lagi!"
"Ya, biarkan orang lain yang menikah dengannya saja."
Sudah tiga tahun Novi berharap Sharon bercerai. Sejak awal dia tidak pernah mendukung pernikahan antara Sharon dan Cruise.
Namun, Sharon adalah sahabatnya sejak kecil. Jadi, Novi tidak tega membujuk Sharon untuk bercerai. Dia hanya bisa menunggu sampai Sharon sadar sendiri.
Dia bahkan mengira Sharon tidak akan pernah sadar.
Kini Sharon akhirnya ingin bercerai. Dia tidak ingin menunda sama sekali. Dia menyelesaikan prosedur rawat inap secepat mungkin, kemudian menyerahkan surat cerai pada Sharon, "Kapan kamu buat surat cerai ini? Kamu tidak meminta apa pun dan bersedia keluar dari rumah mereka dengan tangan kosong, bukankah ini terlalu menguntungkan Cruise?"
__ADS_1
Sharon menerima surat cerai dan melihat Novi sekilas, "Memangnya aku kekurangan uang?"
Novi berpikir sejenak. Sharon memang tidak kekurangan uang.
Siapa Sharon ini?
Satu-satunya putri dari Keluarga Tamin di Laveska, putri bangsawan yang sebenarnya. Hanya orang-orang bodoh yang mengira bahwa Sharon adalah orang dengan latar belakang sederhana.
Konyol!
Keduanya masuk ke dalam mobil. Ketika Novi hendak bertanya pada Sharon ke mana mereka akan pergi, Sharon langsung berkata, "Pergi ke Frendi."
Sekarang Cruise seharusnya berada di perusahaan.
Setengah jam kemudian, mobil berhenti di lantai bawah Gedung Frendi.
Novi menghentikan mobil dan memiringkan kepalanya untuk melihat Sharon, "Ingat, sikapmu harus keren dan tindakanmu harus lugas."
Sharon menunduk sambil tersenyum, "Jangan khawatir."
__ADS_1
Waktu selama tiga tahun telah menguras semua kesabaran dan keengganannya.
Sharon memasuki gedung dengan membawa surat cerai. Resepsionis tidak melarangnya, Hanya saja, tatapan orang-orang yang melihatnya di sepanjang jalan sungguh penuh makna.
Sebelum Sharon tiba di kantor Cruise, Cruise sudah mendapat kabar kedatangannya dari sekretaris.
"Biarkan dia masuk."
Cruise amat ingin melihat apa lagi yang ingin dilakukan Sharon.
Kendy mengangguk, "Baik, Direktur Cruise."
Usai berkata, Kendy keluar sehingga tersisa Cruise sendirian di kantor.
Setelah keluar dari lift, Sharon berjalan lurus menuju kantor Cruise. Dia pernah datang beberapa kali, jadi dia tahu di mana letak kantornya Cruise.
Sepanjang jalan, orang-orang di kantor sekretaris menyapanya dengan acuh tak acuh. Dulu Sharon selalu menanggapi mereka dengan senyuman, tapi hari ini dia tidak punya kesabaran untuk melakukannya.
Dia menginjak sepatu hak tingginya dan melangkah ke pintu kantor Cruise, lalu mengetuk pintu. Tanpa menunggu respons dari dalam, dia langsung membuka pintu dan berjalan masuk, "Tandatangani surat cerai ini. Besok pagi jam sembilan, ketemu di pengadilan."
__ADS_1
Sharon berjalan ke depan meja dan meletakkan surat cerai yang telah ditandatanganinya di depan Cruise.
Setelah itu, dia berbalik dan langsung keluar tanpa jeda maupun ragu-ragu.