
Sharon tahu pria seperti Cruise sedikit banyak pasti memiliki perasaan bahwa tidak ada orang yang lebih baik darinya. Hanya saja, dia tidak menyangka bahwa pemikiran Cruise seperti itu akan begitu parah.
Semenjak mereka bercerai, Sharon bahkan terlalu malas menyapa setiap kali melihat Cruise muncul.
Akan tetapi saat ini, Cruise malah mengatakan bahwa Sharon sengaja ingin membuat dia cemburu? Benar-benar sebuah lelucon.
Tidak pantas.
Setelah lebih tenang, Sharon pun menarik nafas.
"Apakah aku perlu meminjamkan sebuah pelukan untukmu?"
Suara seorang pria terdengar dari belakang. Sharon tiba-tiba baru kepikiran bahwa Dion masih di sini.
Sharon pun terkejut dan menoleh ke arah Dion yang mengejarnya dari belakang, lalu berkata, "Dion."
Senyuman di wajah Sharon menghilang dan dia terlihat sangat serius.
Senyuman di wajah Dion pun ikut menghilang, lalu dia berdiri di depan Sharon dan berkata, "Apa yang ingin kamu katakan?"
__ADS_1
"Seperti yang sudah kamu lihat, Cruise sama sekali tidak memiliki perasaan apa pun padaku. Lebih baik kamu pergi mencari Nichole, dengan begitu hasilnya akan jauh lebih baik."
Dion dan Cruise adalah musuh bebuyutan. Baru saja Sharon bercerai dengan Cruise, Dion langsung mengejarnya.
Tolong! Sharon sudah bukan anak gadis berusia 18 tahun. Oleh karena itu, dia tidak akan begitu mudah tertipu dengan ucapan manis seorang pria.
Sharon sudah menemaninya bermain selama ini. Saat ini, dia merasa hal ini sudah tidak menarik dan juga tidak ingin menemaninya bermain lagi. Dia sama sekali tidak ingin memiliki hubungan apa pun dengan orang-orang yang berhubungan dengan Cruise. Entah itu teman baiknya ataupun musuhnya.
Mendengar perkataan Sharon, sekujur tubuh Dion tiba-tiba menjadi dingin, "Apakah kamu mengira bahwa aku mengejarmu karena Cruise?"
"Bukankah memang begitu?"
Sharon menatap Dion dan tersenyum berkata, "Aku baru bertemu denganmu beberapa kali. Sebelum aku bercerai dengan Cruise, hidupmu sangat berwarna dan terkenal. Dion, karena aku sudah menemanimu bermain begitu lama, tolong lepaskan aku."
"Apa itu?"
Begitu Sharon selesai berbicara dan belum sempat bereaksi apa pun, tangan kirinya tiba-tiba ditarik oleh Dion.
"Kamu ...."
__ADS_1
Sharon tertegun sejenak, tepat ketika dia akan berbicara, gelang di pergelangan tangannya tiba-tiba dilepas oleh Dion. Lalu, Dion berkata, "Ini milikku."
Sharon menatap Dion dan raut wajahnya tiba-tiba berubah. Dia menatap ion dengan tidak percaya dan berkata, "Bagaimana mungkin ini milikmu?"
Sebenarnya, itu bukan gelang. Akan tetapi, sebuah kalung pria yang sangat sederhana. Sharon menemukan gelang tersebut empat tahun yang lalu ketika dia bangun pada malam yang tidak seharusnya itu.
Sharon selalu mengira bahwa kalung itu milik Cruise. Oleh karena itu, dia selalu memakainya layaknya itu sebuah harta karun. Meskipun sudah bercerai, dia memang memutuskan untuk melepaskan Cruise. Hanya saja, dia masih tidak rela untuk melepaskan kalung ini.
Bagi Sharon, kalung ini tidak hanya sesederhana milik Cruise saja. Dia sengaja memakainya untuk mengingatkan dirinya setiap saat bahwa dia dan Cruise sejak awal adalah sebuah kesalahan.
Akan tetapi, saat ini Dion memberitahunya bahwa kalung itu miliknya. Itu berarti empat tahun yang lalu orang yang bersamanya malam itu adalah Dion, bukan Cruise.
Dion mengambil kembali kalung itu dan langsung memakai kalung itu di lehernya.
Sharon sudah memakai gelang tersebut selama tiga tahun lebih. Akan tetapi, sekarang malah langsung diambil dan dipakai oleh Dion begitu saja.
Sharon berdiri di sana sambil melihat kalung yang ada di depan dada Dion. Setelah itu, dia baru berkata, "Sekarang sudah lunas, 'kan?"
Dion tidak berbicara apa-apa. Dia hanya melangkahkan kaki dan menahan Sharon. Lalu, dia berdiri di depan Sharon dengan jarak kurang dari belasan sentimeter. Setelah itu, Dion menundukkan kepala menatap Sharon dan berkata, "Belum, Sharon."
__ADS_1
Ketika berbicara, Dion mengulurkan tangan untuk menyentuh bibir bawah Sharon. Lalu, dia menundukkan kepala dan mencium bibir Sharon. Setelah berpiisah, Dion menjilat ujung bibirnya dan berkata, "Sharon, kamu tidak akan bisa bayar lunas."
Dion tersenyum, mata persiknya juga tampak tersenyum dan sangat menggoda orang.