
Ekspresi senyum di wajah Sharon perlahan menghilang sambil melihat punggung Cruise.
Novi yang berada di samping mendengus, "Dasar komplotan! Untung kamu cerai dengan dia. Keluarga Thomson benar-benar tidak ada yang benar!"
Mendengar perkataan Novi, Sharon mengalihkan pandangannya dan tersenyum kecil, "Memang iya!"
Selesai berbicara, ponsel Sharon berdering. Orang yang menelepon adalah Pak Sutarjo.
Sharon mengangkat alisnya dan berkata, "Ayo, Pak Sutarjo sudah balik."
"Ayo, ayo. Daripada nanti ketemu mereka lagi!"
Mereka berdua berjalan keluar dari hotel dan melihat Pak Sutarjo sudah membawa mobil tiba di depan pintu hotel.
Sharon mengantar Novi kembali ke rumah terlebih dahulu, baru kembali ke apartemennya. Karena dia meninggalkan acara tersebut lebih cepat, jadi dia kembali ke apartemen lebih cepat juga.
Besok Sharon masih mempunyai banyak hal yang perlu diurusi. Hari ini dia sudah menghabiskan banyak energi setelah memberi pelajaran pada Carolin. Oleh karena itu, dia pun langsung beristirahat untuk tidur setelah mandi.
Masalah kemarin malam di acara pejamuan sudah menyebar luas, jadi di internet sangat heboh.
Empat bulan yang lalu ketika Sharon dan Cruise bercerai, masalah tersebut juga sangat heboh. Kali ini, berita ini kembali menyangkut dirinya. Tanpa perlu menghabiskan uang dirinya sudah bisa menjadi viral.
Suasana hati Sharon di pagi hari ini sangat bagus.
Sedangkan suasana hati Carolin jelas sangat tidak baik. Dia baru saja merasa hatinya tidak terlalu sedih setelah tidur. Akan tetapi, baru saja dia mengambil ponselnya, dia sudah melihat Jessica dan yang lainnya sedang mengobrol di grup chat tentang masalah kemarin yang viral di internet.
Carolin langsung membuka Instagram. Dia merasa sangat kesal begitu melihatnya. Dia bahkan tidak sarapan dan menangis di dalam selimut.
__ADS_1
Alfina hanya menghela nafas ketika mengetahui hal ini, "Kamu untuk apa cari masalah dengan dia?"
Awalnya Carolin sudah merasa sedih, tapi mendengar perkataan Alfina dia merasa semakin sedih, "Bu, sebenarnya aku anak kandung ibu atau bukan sih! Sekarang dia yang mempermalukan aku! Sharon yang mempermalukan aku! Apakah ibu tidak melihatnya?!"
Alfina merasa pasrah, "Bukankah dulu kamu sering menindas dia juga?"
"Memangnya itu menindas? Aku itu hanya membuatnya untuk mundur perlahan!"
Carolin sama sekali tidak merasa perlakuannya yang selalu mempersulit Sharon itu disebut menindas. Untuk apa dia mempersulit Sharon kalau Sharon sendiri yang tidak tahu diri dan menikah ke dalam Keluarga Thomson?
Semakin memikirkannya, Carolin semakin kesal. Dia bahkan merasa bahwa orang-orang di internet ini adalah bayaran Sharon. Memikirkan hal ini, tiba-tiba dia seolah kepikiran sesuatu. Dia pun sudah tidak menangis dan langsung mengambil ponsel untuk menelepon Jessica.
Selesai rapat, Sharon baru tahu bahwa Carolin membuat onar lagi. Ketika mendengar Novi bercerita di telepon, Sharon pun tertawa dan berkata, "Biarkan saja."
Carolin hanya sehebat ini?
Sharon melihat berita buruk tentangnya di internet. Dia bahkan merasa curiga apakah Carolin adik kandung Cruise atau bukan.
Ck! Kenapa kecerdasaran mereka berbeda sangat jauh?
Ketika terdengar suara ketukan pintu, Sharon pun kembali dari lamunannya, "Masuk."
Delvin masuk ke dalam sambil membawa berkas dan berkata, "Nona Sharon, barusan sekretaris Pak Juhri berkata bahwa Pak Juhri tidak bisa pergi ke acara makan-makan dengan Perusahaan Hasuo. Jadi, Anda diminta untuk pergi sendiri.
Sharon mengangkat alisnya dan berkata, "Ada siapa saja dari Perusahaan Hasuo?"
"Fendy Warsono."
__ADS_1
"Oke."
Perusahaan Wins dan Perusahaan Hasuo selalu bekerja sama. Pertemuan kali ini bukan karena kontrak mereka yang habis, melainkan ingin melanjutkan kontrak kerja sama.
Akan tetapi, Fendy terkenal tidak bisa mengambil keputusan. Oleh karena itu, di mana ada uang, di mana pula dia berinvestasi. Dengar-dengar, hubungan Juhri dan Fendy memang cukup baik. Seandainya Juhri bisa hadir dalam acara makan hari ini, besok mereka sudah bisa tanda tangan kontrak.
Hanya saja, Juhri malah menyuruhnya pergi. Sharon pun tahu bahwa makan malam hari ini pasti akan berbahaya. Kalau begitu, dia ingin melihat sebenarnya apa yang ingin dilakukan Juhri dan Fendy.
Sayangnya, Sharon sama sekali tidak menyangka bahwa tebakannya hanya benar setengah.
__ADS_1