
Lando juga merasa bahwa hari ini dia sangat sial. Susah payah dia membujuk Cruise datang ke tempat makan yang baru dibuka untuk makan camilan malam, mereka malah bertemu dengan Sharon di depan pintu masuk.
Tak hanya itu, Sharon bahkan tidak datang sendirian. Di sampingnya berdiri Dion yang beberapa waktu lalu mengumumkan bahwa dirinya ingin mengejar Sharon. Apalagi, Dion adalah musuh bebuyutan Cruise.
Melihat kondisi yang ada di depannya saat ini, Lando sedikit menyesal. Kenapa dia harus memilih waktu hari ini untuk datang ke sini. Bukankah lebih baik jika terlambat satu hari?
Mereka tidak memiliki hubungan apa pun dengan Sharon. Hanya saja, mereka dengan muka tebal menyapa Sharon satu jam yang lalu. Namun, Sharon sama sekali tidak merespons mereka.
Lando pun akhirnya mengerti, karena Cruise, Sharon pun tidak ingin memedulikan mereka semua.
Namun, jika dipikir-pikir, mereka juga bisa mengerti.
Kali ini, Lando sudah belajar pintar. Dia hanya diam berdiri di samping dan hanya melihat ke arah depan.
Pada saat ini, selama dia tidak merasa canggung, yang canggung adalah orang lain.
Sharon hanya melihat Cruise sekilas dengan datar. Lalu, dia berjalan menggunakan hak tinggi melewati Cruise begitu saja.
Baru saja Sharon keluar dari pintu, lalu di antara langit gelap dan cahaya, Cruise tiba-tiba buka suara dan berkata, "Apakah kamu merasa dengan seperti ini, kamu bisa membuatku kesal?"
__ADS_1
Mendengar perkataan Cruise, Sharon pun menghentikan langkah kakinya dan tiba-tiba tersenyum. Kemudian, dia menoleh ke arah Cruise dan berkata, "Apakah Tuan Muda Cruise sedang berbicara denganku?"
Sharon memang tersenyum, tetapi tatapan matanya sama sekali tidak menunjukkan senyuman.
Cruise merasa bahwa tatapan mata Sharon tampak menyebalkan. Sebelumnya Sharon tidak pernah menatapnya seperti itu, dia bahkan tidak pernah berbicara dengan begitu sinis padanya.
Cruise mengerutkan kening dan seketika raut wajah berubah masam, lalu berkata, "Apakah kamu mengira bahwa aku akan terperangkap dalam permainanmu yang sengaja membuatku cemburu?"
Mendengar perkataan Cruise, Lando pun sampai menahan nafas.
Sejujurnya, perkataan ini benar-benar kelewatan.
Ketika Sharon berbicara, raut wajahnya berubah menjadi dingin. Sebelum Cruise berbicara, Sharon lanjut berkata, "Cruise, kalau kamu tidak mengerti perkataanku sebelumnya, aku akan memperjelasnya lagi padamu. Kita sudah bercerai, aku juga bukan tempat pengelolaan sampah. Lagi pula, aku juga tidak akan mendaur ulang sampah sepertimu ini."
Selesai Sharon berbicara, dia melihat sekilas ke arah Lando dan berkata, "Kalau kamu masih tidak mengerti, aku sarankan kamu untuk bertanya pada Tuan Muda Lando. Aku rasa dia sepertinya sangat mengerti."
Selesai berbicara, Sharon langsung membalikkan badan dan beranjak pergi.
Lando menarik nafas dalam-dalam dan melihat sekilas ke arah Cruise, lalu dia berkata, "Cruise, Sharon lagi memakimu sampah?"
__ADS_1
Sebenarnya Lando juga tidak terlalu mengerti dan juga tidak berani untuk mengerti.
Selama beberapa tahun ini, ini pertama kalinya mereka melihat ada orang yang begitu berani memaki Cruise.
Selesai Lando berbicara, wajah Cruise langsung berubah muram.
Hendro menatap bayangan punggung Dion yang mengejar Sharon. Lalu, dia mengernyitkan kening dan menoleh ke arah Cruise yang terlihat muram, lalu berkata, "Cruise, menurutku sepertinya kamu yang berpikiran terlalu berlebihan."
Cruise merasa dirinya seperti ditampar dengan sadis oleh Sharon. Oleh karena itu, dia hanya berdiri di tempat. Dia tidak pernah merasa begitu mengenaskan.
Karena Hendro sudah buka suara, Lando pun semakin memprovokasi dan berkata, "Menurutku, demi menghindari kecurigaan, dia malah bekerja dengan sangat baik. Setiap kali bertemu dengan kita, dia bahkan tidak pernah menyapa. Aku juga merasa kalau kamu yang berpikiran berlebihan."
Lando malah tampak bersenang-senang diatas penderitaan orang lain dan terus mengatakan hal yang menyindir. Oleh karena itu, raut wajah Cruise semakin tidak senang. Dia menatap Lando dengan dingin dan berkata, "Sebenarnya kamu teman Sharon atau temanku?"
Lando tertawa dan berkata, "Aku membantu orang yang bisa berpikir masuk akal. Kalau tidak masuk akal, sekalipun dekat juga tidak akan aku bantu."
"Kalau begitu, lain kali kamu minum alkohol dengan Sharon saja!"
Lando mengernyitkan alis dan berkata, "Bukannya aku yang tidak mau, masalahnya mereka yang tidak ingin mengajakku."
__ADS_1
Cruise yang awalnya sudah tidak senang malah semakin sedih. Dia sudah tidak nafsu untuk makan bubur seafood lagi, makan angin saja!