Bercerai Demi Mewarisi Harta Keluarga

Bercerai Demi Mewarisi Harta Keluarga
Bab 44. Sharon Memakinya Anjing?


__ADS_3

Begitu musik selesai, Sharon menarik gaunnya sambil berjalan keluar dari arena dansa. Dion mengikutinya dari belakang dan berkata, "Nona Sharon, bukankah kamu tidak bisa berdansa?"


Sharon menoleh dan meliriknya sekilas : "Apakah aku bisa berdansa?"


Sharon masih tidak mau mengaku. Dion pun juga tidak terlalu memedulikannya lagi. Melihat Sharon yang menarik gaunnya dan berjalan keluar, Dion pun mengerutkan kening dan berkata, "Nona Sharon pergi begitu saja?"


"Aku mau ke toilet," ujar Sharon.


Langkah kaki Dion pun berhenti dan tak lagi mengikuti Sharon.


Sharon mengalihkan pandangannya dan segera berjalan keluar dari kerumunan orang.


Novi pun menghampiri Sharon dan berkata, "Menakjubkan! Kamu menjadi pusat perhatian semua orang. Aku ada video kamu menari lho! Kamu dan Dion terlihat serasi lho."


Sharon menoleh dan melirik Novi, "Aku tahu aku hebat, tapi aku tidak setuju masalah serasi dengan Dion."


Novi membasahi bibirnya dan berkata, "Jujur saja, aku merasa kalian berdua lumayan serasi ketika aku melihat kalian berdua di arena dansa."


Setelah menghindar dari Dion, Sharon mengulurkan tangan untuk mengambil minuman dan berhenti di samping. Lalu, berkata, "Oh, berarti matamu kurang bagus."


Novi mendengus dan berkata, "Ngomong-ngomong, pose Dion benar-benar sangat keren."

__ADS_1


Sharon tidak merasa seperti itu. Setelah mereka berbicara sebentar, Sharon lanjut bersosialisai dengan yang lain. Karena merasa bosan, Novi pun mencari kesenangan yang lain.


Sekitar pukul sembilan dan waktu sudah cukup malam, Sharon pun mencari Novi dan berkata, "Kamu tunggu aku di sini, aku ke toilet sebentar."


Setelah kebosanan seharian, Novi pun menganggukkan kepala dan berkata, "Cepat, cepat!"


Ini benar-benar terlalu bosan, lain kali dia tidak akan menemani Sharon lagi.


Pada saat ini adalah klimaks dari acara pejamuan ini. Rata-rata semua orang ada di ruangan pejamuan, jadi yang berada di toilet hanya beberapa orang saja dan lorong pun terasa sangat hening.


Suara seorang pria terdengar sangat jelas. Sharon baru saja keluar dari toilet dan melihat Cruise bersandar di tembok yang tak jauh dari sana sambil teleponan.


Cruise juga melihat Sharon dan menatapnya dengan dingin.


"Kamu tidak akan bisa melawan Dion, Sharon," ujar Cruise.


Suara Cruise terdengar sangat dingin. Sharon menghentikan langkah kakinya dan menolehnya sejenak, "Barusan kamu yang sedang berbicara?"


Raut wajah Cruise menjadi dingin dan berkata, "Di sini hanya ada aku dan kamu."


Apabila bukan Cruise yang berbicara, setan yang berbicara?

__ADS_1


Sharon hanya tersenyum, lalu menyisir ranbut panjangnya yang di bagian depan, lalu berkata, "Maaf ya Tuan Muda Cruise, aku pikir ada anjing gila yang sedang menggonggong sembarangan."


Sambil berbicara, Sharon terdiam sejenak, lalu menatap pandangan Cruise yang dingin dan tersenyum berkata, "Terima kasih atas peringatannya, Tuan Muda Cruise. Tapi, aku sudah sebesar ini dan tidak pernah merasa dirugikan apapun, selain menikah denganmu."


Selesai berbicara, Sharon menarik kembali senyumannya dan seketika raut wajahnya berubah menjadi sangat dingin.


Sharon menatap Cruise dengan sinis dan mata mereka saling bertatapan selama dua detik. Setelah itu, Sharon baru membalikkan badan dan pergi.


Seluruh lorong pun dipenuhi dengan suara gema hak tinggi yang Sharon yang berjalan selangkah demi selangkah sambil mengangkat gaunnya.


Raut wajah Cruise semakin tidak enak ketika melihat punggung Sharon yang berjalan semakin jauh.


Sharon memakinya anjing?


Rasa penasaran Cruise barusan membuat Sharon menjadi tidak senang. Dia pun langsung mencari Novi dan berkata, "Ayo pergi."


Melihat ekspresi wajah Sharon yang begitu dingin, Novi pun bertanya dengan bingung, "Ck! Siapa yang bully kamu, Sa?  Apakah di toilet ada orang yang mulutnya julid?"


Sharon hanya menatapnya dengan datar dan berakta, "Pas jalan pulang ketemu Cruise."


Raut wajah Novi juga berubah dingin dan berkata, "Oh, ketemu anjing gila, pantas saja!"

__ADS_1


Lando yang baru saja ingin menyapa mereka pun tertawa. Begitu dia sadar, Sharon dan Novi sudah berjalan keluar dari ruangan pejamuan.


__ADS_2