
"Cruise?"
Meskipun Sharon tahu bahwa Cruise tidak mungkin membelanya, dia tetap patah hati saat mendapati bahwa Cruise yang menekannya untuk berlutut.
Pria ini adalah pria yang ingin dia nikahi meskipun dia harus mengkhianati kerabat dan meninggalkan keluarganya. Dia mengira bahwa hati sedingin apa pun seharusnya sudah meleleh setelah perjuangannya selama tiga tahun.
Saat dia ditekan ke lantai oleh Cruise, rasa sakit di lutut sedikit menusuk. Namun, sesakit apa pun itu tetap tidak dapat menyaingi rasa sakit di hatinya.
Dia mendongak untuk melihat Cruise yang berdiri di sampingnya. Mata di bawah alis pria itu tajam dan kejam. Bibirnya merapat erat seperti pisau tajam. Semua ini menusuk langsung ke jantung Sharon.
Tampak memang dirinya yang terlalu naif.
"Sharon, apakah kamu mengaku bersalah?"
Saat mendengar suara Tuan Besar Thomson, Sharon menoleh dan menegakkan punggungnya, "Aku tidak mendorongnya. Jadi, aku tidak tahu di mana letak kesalahanku."
Begitu dia berkata demikian, Tuan Besar Thomson sontak melemparkan vas tepat di sampingnya.
__ADS_1
Vas itu membentur lantai dan hancur berkeping-keping. Salah satu kepingan itu terbang dan menebas punggung tangan Sharon. Seutas luka langsung terbentuk dan mengalirkan darah.
"Dasar tidak tahu diri! Kamu tidak pantas berlutut di rumah Keluarga Thomson! Kamu hanya akan mengotori tanah kami! Seret dia keluar. Biarkan dia berlutut di luar sampai dia tahu di mana letak kesalahannya!"
Usai berkata, Tuan Besar Thomson melihat Cruise, "Cari orang untuk mengawasinya! Kalau dia tidak mengakui kesalahannya, jangan biarkan dia bangun!"
Tuan Besar Thomson pergi dengan marah. Alfina Melinda melirik Cruise semata, lalu berjalan ke hadapan Sharon, "Sharon, kamu bangun dulu. Kakek berkata demikian hanya karena dia terlalu marah." Di Keluarga Thomson, satu-satunya orang yang memperlakukan Sharon dengan baik hanyalah Alfina.
Alfina berbaik hati. Dia merasa bahwa seburuk apa pun Sharon, Sharon juga merupakan anggota Keluarga Thomson.
Carolin tidak pernah menyukai Sharon. Jarang-jarang dia mendapat kesempatan untuk menyaksikan kemalangan Sharon. Jadi, dia langsung menyeret Alfina pergi.
Alfina menghela napas. Dia lalu menatap Cruise yang dari tadi hanya diam saja, "Cruise, bagaimana pemikiranmu? Bagaimanapun, Sharon telah menjadi istrimu selama tiga tahun. Walaupun dia tidak ...."
Sorot mata Cruise sontak berubah menjadi dingin, "Aku tidak punya istri yang kejam!"
Sharon bergidik. Dia tahu bahwa dia tidak perlu memberikan penjelasan apa pun lagi. Lagi pula, Cruise telah memandangnya sebagai orang yang kejam.
__ADS_1
Cruise menegakkan tubuh, lalu melontarkan kalimat dingin dan kejam, "Kamu sebaiknya pikir baik-baik, Sharon."
Pikir baik-baik!
Sharon dapat mendengar langkah kaki Cruise yang berjalan semakin jauh. Lambat laun, dia juga dapat juga mendengar seolah-olah ada sesuatu di hatinya yang mulai retak secara perlahan-lahan.
Tidak lama setelah Cruise pergi, dua pelayan Keluarga Thomson datang, "Nyonya Muda Kedua, Tuan Muda Kedua meminta Anda untuk berlutut di luar."
Setelah kedua pelayan itu selesai berbicara, mereka saling memandang dan akhirnya menyeret Sharon keluar dari rumah Keluarga Thomson. Kemudian mereka menekan pundak Sharon dan memaksanya untuk kembali berlutut.
Sharon tidak pernah dihina seperti ini. Dia menatap kedua pelayan di depannya dengan dingin, "Beraninya kalian memperlakukanku seperti ini!"
Namun, kedua pelayan itu sama sekali tidak menganggapnya serius, "Berlututlah baik-baik, Nyonya Muda Kedua! Tuan Besar Thomson telah memberi perintah bahwa Anda harus berlutut sampai Anda mengetahui letak kesalahan Anda! Tolong jangan banyak tingkah. Anda baik, kami baik, semuanya pun akan sama-sama baik!"
Pada saat ini, guntur tiba-tiba menggelegar di langit. Tak lama kemudian, hujan deras tiba-tiba turun membasahi bumi.
Kedua pelayan itu tertegun sejenak. Kemudian mereka bergegas berlari masuk sehingga hanya tersisa Sharon sendirian di luar halaman.
__ADS_1