
"Terkejut tidak?"
Dion mengangkat alisnya dan memberikan bubur yang baru saja dia beli kepada Sharon dan berkata, "Kamu tidak mengizinkan aku untuk minum bir pada malam hari denganmu, kamu juga tidak mengizinkan aku memasak bubur di pagi hari untukmu. Kalau begitu, kita ambil tengah saja, makan malam tidak apa-apa, 'kan?"
Sharon memang sedang lapar, jadi begitu menundukkan kepala dia langsung bisa mencium aroma bubur yang ada di tangan Dion. Baru saja dia ingin menolaknya, perutnya justru tidak bisa diajak berkompromi.
Suara "Kruk, kruk" sudah mewakilkan dirinya untuk memberikan jawaban. Sudah sebesar ini, ini pertama kalinya Sharon merasa malu pada dirinya, "Terima kasih."
Apabila dia menolak, dirinya akan menjadi sosok orang yang tidak tahu diri.
Selesai berbicara, dia memiringkan tubuhnya dan membiarkan Dion masuk.
Namun, Dion hanya meletakkan bubur di tangannya pada ganggangan pintu dan berkata, "Selesai makan, cepatan tidur."
Ketika sedang berbicara, dia terdiam sebentar. Lalu, mata persiknya tersenyum dan berkata, "Selamat malam, calon pacarku."
Selesai berbicara, Dion melambaikan tangan pada Sharon dan berbalik badan beranjak pergi ke arah koridor.
Sharon merasa sedikit terkejut. Dia menatap punggung Dion yang menghilang di belokan. Setelah itu, dia baru berbalik badan dan menutup pintu.
Memang perlu diakui, pria yang playboy tak hanya playboy saja, tetapi memang tampak sempurna.
__ADS_1
Malam hari ini Sharon minum beberapa gelas bir dan perutnya sedikit tidak nyaman. Kebetulan sekali Dion membawakannya bubur dan yang dibawakannya adalah bubur iga.
Ck, dengan cara seperti ini, orang biasa pasti tidak akan bisa kuat.
Hanya saja sayang sekali, Sharon bukan orang biasa.
Selain rasa terharu pada Dion di awal-awal, sisanya sudah tidak ada perasaan apa pun.
Setelah makan bubur, perutnya juga menjadi lebih enak. Sharon merasa lebih baik. Lalu, dia pun pergi menggosok gigi dan naik ke kasur. Setelah beberapa menit, dia sudah ketiduran.
Keesokan paginya, Sharon sudah bangun sebelum alarm berbunyi.
Pada hari kerja, dia sudah terbiasa otomatis bangun.
Semua berkat "makan malam" dari Dion tadi malam. Jadi, semalaman dia tidur tanpa bermimpi dan sangat nyenyak.
Situasi jalan hari ini sangat buruk. Ada tabrakan di jalanan hingga Sharon sudah terjebak macet selama sepuluh menit.
Pagi hari ini Sharon ada rapat sehingga dia berangkat lebih cepat. Apabila tidak ada kejadian apa pun, dia pasti bisa tiba di Perusahaan Wins pukul 07.45.
Akan tetapi, malah ada kecelakan di jalanan. Jadi, kondisi seperti ini jika bisa tiba tepat waktu saja sudah bersyukur.
__ADS_1
Hanya saja, masalah seperti ini siapa yang bisa memprediksinya dengan tepat.
Kondisi mental Sharon sangat baik. Dia membuka jendela, lalu mengangkat tangannya dan setengah bersandar di jendela. Kemudian, dengan tenang menunggu jalan di depan terbuka.
Cruise memiringkan kepalanya ke samping. Dia melihat Sharon yang sedang duduk di kursi pengemudi sambil bersandar ke jendela. Dalam jarak empat sampai lima meter, dia bisa melihat dengan jelas jarak antara mata dan alis Sharon.
Hari ini Sharon mengenakan kemeja putih berkerah dan rambut keriting. Riasan di wajahnya tampak natural dan enak dilihat. Tangannya di setir dan jari telunjuknya menepuk pelan ganggang setir. Seketika Cruise jadi teringat pada Sharon yang memainkan drum di atas panggung.
Setelah bercerai, Sharon tidak terlihat sedih sedikitpun. Dia bahkan terlihat lebih tenang dan ceria dari sebelumnya setiap kali bertemu.
Ketika bangun di pagi hari ini, Cruise melihat orang-orang di circlenya mengunggah foto Dion yang mengikuti mobil Sharon dan mengantarnya pulang ke rumah kemarin malam di Instagram. Bahkan, ada orang yang melihat Sharon masuk ke dalam mobil Dion dan mereka mengobrol selama sepuluh menit. Setelah, Sharon baru keluar dari mobil Dion.
Cruise tentu saja tidak sekurang kerjaan itu untuk melihat Instagram di pagi hari. Akan tetapi, Lando selalu senang melihat keramaian dan bergosip. Jadi, pagi-pagi sekali dia sudah mengirim semua screenshot foto yang ada di Instagram padanya.
Melihat Sharon yang tersenyum saat ini, Cruise malah merasa kesal.
Apakah Sharon begitu kekurangan pria?
Cruise sudah pernah mengingatkan dia bahwa Dion berniat buruk. Sementara dia malah sengaja masuk ke dalam jurang itu.
Wanita bodoh seperti ini tidak pantas untuk dia kasihani.
__ADS_1
Cruise menarik kembali pandangannya dengan dingin. Namun, dia tidak bisa menahan rasa kesal melihat kemacetan yang ada di depannya.
Oleh karena itu, dia menundukkan kepala untuk menyalakan rokok. Baru saja dia menghisap sekali, Sharon yang ada di mobil sebelah melihat ke arahnya.