
Tujuan utama kunjungan Eric ke Kota Namika kali ini adalah untuk melihat putrinya, sementara alasan pemeriksaan adalah yang kedua.
Novi tidak bisa apa pun, tetapi dia jago dalam berbicara. Selama makan, dia tak henti berbicara hingga suasana di meja makan terasa sangat bahagia.
Pukul delapan lebih, Sharon menuntun Eric keluar dari ruangan VIP bersama Novi.
Baru saja mereka bertiga berjalan keluar dari ruangan VIP beberapa langkah, pintu ruangan VIP di sebelah mereka juga terbuka. Lalu, mereka kebetulan bertemu dengan Carolin dan Nichole yang berjalan keluar dari ruangan VIP.
Ekspresi Nichole sedikit berubah ketika melihat Sharon. Akan tetapi, dia segera mengembalikan ekspresi seperti semula dan tersenyum pada Sharon, lalu berkata, “Lama tak bertemu, Nona Sharon.”
Sharon meliriknya dengan acuh tak acuh dan berkata, “Memang sudah lama sekali tak berjumpa. Aku mengira seumur hidupku ini tak akan bertemu dengan Nona Nichole lagi.”
Kala itu, seluruh Kota Bionka sedang gempar masalah perselingkuhan antara kakak ipar dan adik ipar di Keluarga Thomson. Oleh karena itu, Cruise langsung mengirim Nichole ke luar negeri pada hari kedua. Karena keributan yang begitu besar, Sharon mengira bahwa apa pun yang terjadi, Cruise akan meminta Nichole untuk menetap di luar negeri selama tiga sampai lima tahun baru kembali lagi.
Akan tetapi, saat ini hanya dalam waktu kurang dari setengah tahun, Ck! Sepertinya dia benar-benar sangat setia.
Begitu mendengar perkataan Sharon, Carolin sudah tidak bisa menahan diri lagi dan berkata, “Sharon, untuk apa kamu menyindir?”
Sharon memiringkan kepalanya dan melihat Carolin sekilas. Lalu, mengangkat alis dan berkata, “Apakah sekarang mengatakan kebenaran juga termasuk menyindir?”
__ADS_1
“Kamu ….”
Nichole juga tidak ingin bertengkar dengan Sharon di depan umum, jadi dia menarik Carolin dan berkata, “Carolin.”
Selama ini, Carolin selalu menyukai Nichole. Jadi, demi Nichole, dia pun menggertakkan gigi untuk menahan diri dan berkata, “Demi kakak iparku, aku tidak akan mencari masalah denganmu.”
Novi mencibir dan berkata, “Nona Carolin memanggilnya kakak ipar pertama atau kedua?”
Begitu perkataan Novi terlontarkan, raut wajah Nichole membeku sejenak. Carolin semakin tidak tahan dan berkata, “Memangnya kenapa kalau kakak ipar pertama atau kedua? Yang pasti kakak ipar aku bukan Sharon!”
“Siapa juga yang mau!”
Eric sudah mengerutkan kening. Sharon yang melihat Eric tidak bisa menahan diri lagi pun akhirnya buka suara dan memanggil Novi, lalu berkata, “Novi, kamu berbicara bahasa manusia pada anjing? Mereka mana mungkin bisa mengerti.”
Selesai Sharon mengatakan hal itu, dia langsung membawa Eric dan Novi berjalan ke luar.
Di belakang beberapa orang yang beranjak pergi tersebut, Carolin sampai pucat pasi sangking kesalnya dan berkata, “Kamu maki siapa anjing?! Sharon, sini kembali jelaskan padaku!”
Novi menjawab dari kejauhan, "Siapa yang menjawab berarti itu orangnya."
__ADS_1
Seketika, Carolin tidak berani mengatakan sepatah kata pun. Karena apabila dia membalasnya, bukankah itu berarti dia mengakui bahwa dirinya seekor anjing?
Ekspresi Nichole yang berada di samping juga tidak enak. Akan tetapi, dia malah memperhatikan pria yang digandeng oleh Sharon dan betanya, “Siapa pria itu?”
Carolin tercengang dan bertanya, "Pria yang mana, Kak Nichole?"
"Yang digandeng Sharon," ujar Nichole.
Seorang pria yang kurang lebih berusia 40-an atau 50-an, memakai jas, setengah baya, postur tubuhnya tidak terlalu gemuk. Jam tangan yang dia kenakan adalah edisi terbatas klasik dari toko K yang hanya ada sepuluh di dunia dan harganya empat belas miliar lebih.
Carolin mendengus dan berkata, “Aku tidak tahu. Mungkin dia pemodal Sharon. Sekarang Sharon sangat kaya.
Beberapa waktu lalu dia baru mengatakan bahwa dia tidak kekurangan uang delapan miliar ….”
"Apakah kakakmu tahu?" tanya Nichole.
Satu kalimat Nichole ini langsung menyadarkan Carolin. Carolin tiba-tiba seperti kepikiran sesuatu dan mengeluarkan ponsel untuk mengambil beberapa foto. Kemudian, dia berkata, “Kakakku masih belum tahu. Aku akan memberi tahu kakakku sekarang!"
Nichole mengalihkan pandangannya, lalu dia melirik Carolin sekilas dan sedikit mengernyit, "Tapi Cruise sudah bercerai dengan dia. Aku rasa kakakmu tidak ingin mengetahui tentang hal ini.”
__ADS_1
Setelah dia selesai berbicara, dia lanjut berkata, “Lagi pula, Sharon sebelumnya juga pernah menjadi bagian dari Keluarga Thomson. Rasanya kurang baik kalau sampai masalah ini tersebar keluar. Jadi, cukup kita saja yang tahu. Daripada dia membuat malu dan Keluarga Thomson juga jadi ikutan dibuat malu.”
Carolin sedikit terbengong. Dia justru memiliki pemikiran lain di hatinya. Hanya saja, dia tetap mengangguk setuju pada Nichole, “Aku mengerti, Kak Nichole.”