Bercerai Demi Mewarisi Harta Keluarga

Bercerai Demi Mewarisi Harta Keluarga
Bab 39. Tidak Perlu, Aku Sudah Menganggap Dia Mati


__ADS_3

Cruise mengerutkan kening dan menoleh. Dia melihat Dion yang ada di atas panggung memberikan bunga tersebut kepada Sharon.


Pada saat ini, suara drum pun berhenti dan seketika musik yang panas pun menjadi lenyap.


Sharon juga tidak menyangka akan ada orang yang memberikannya bunga saat ini. Yang membuatnya semakin tidak menyangka adalah orang yang naik memberikannya bunga adalah Dion.


Sharon pun terpaksa menghentikan permainannya ketika bunga mawar sebesar itu diberikan padanya. Dia menerima bunga tersebut dan berkata, "Terima kasih."


Sepasang mata Dion tampak penuh asmara dan tersenyum dengan menggoda, "Sama-sama, bunga indah untuk wanita cantik. Kamu lanjutkan saja, aku pergi dulu."


Selesai berbicara, dia membalikkan badan dan turun dari panggung. Aksi tersebut kurang lebih hanya sepuluh detik saja, tapi mampu menarik perhatian para penonton untuk berteriak.


Kisah asmara dalam drama apa ini?


Sharon menatap punggung Dion dan sedikit bingung. Kemudian, dia meletakkan bunga tersebut di samping, lalu mengambil stick drum dan kembali bermain.


Setelah empat menit, sebuah lagu pun berakhir. Penampilan Summer Band malam ini juga sudah berakhir.


Sharon turun dari panggung dengan membawa sebuket bunga mawar besar. Baru saja sampai dibawah, Dion langsung menghampirinya dan berkata, "Nona Sharon, bagaimana kalau kita pergi makan cemilan malam bersama?"


Dion terkenal sebagai playboy yang paling hebat dan Sharon pun tidak tahu kenapa Dion tiba-tiba tertarik padanya.


Lalu, Sharon mengembalikan bunga tersebut pada Dion dengan tersenyum samar, "Maaf, Tuan Muda Dion, aku alergi terhadap serbuk sari."


Dion berkata, "Ini salahku."

__ADS_1


Sambil berbicara, dia membuang bunga tersebut, "Lain kali aku tidak akan mengulanginya lagi."


Sharon melihat Dion dengan datar dan berkata, "Aku juga tidak punya kebiasaan makan cemilan malam."


"Kalau begitu, aku antar kamu pulang?" tanya Dion.


Dion benar-benar orang yang tidak punya urat malu.


Baru saja Sharon ingin berkata tidak perlu, Novi yang berdiri disamping tiba-tiba mendorongnya dan berkata, "Cruise dan Lando ada di sini, menurutku lebih baik kamu menyetujuinya."


Agar Cruise tahu bahwa ada orang yang mengejar Sharon.


Sharon mendongakkan kepala dan melihat ke arah sana. Benar saja, dia melihat Cruise dan Lando ada di kursi yang tak jauh dari sana.


Sharon mendengus dan melihat sekilas ke arah Dion, "Tidak perlu, aku membawa mobil."


Dion masih tahu diri dan tidak mengikuti Sharon. Novi yang berada disamping tidak mengerti, "Memang apa salahnya dengan Dion? Kamu 'kan tahu Cruise dan Dion musuhan, sekarang Dion mengejarmu, tidak masalah kalau kamu menolak dia. Tapi, kamu bisa berpura-pura tertarik biar Cruise kesal."


Sharon meneguh segelas jus dan berkata, "Tidak perlu, aku sudah menganggap dia mati."


Orang yang mati tentu saja keberadaannya sudah tidak ada. Untuk apa dia membuat Cruise kesal dan malah memaksakan diri?


Novi tertegun sejenak. Lalu, dia tersadar dari lamunannya dan berkata, "Kesadaran diri kamu memang tinggi!"


Gelvin yang berdiri disamping pun tertawa, "Kalau Sasa sudah sadis,  tidak ada yang bisa menganggunya."

__ADS_1


Novi setuju dengan perkataan tersebut, "Benar!"


Lovis yang disamping juga tersenyum, "Ini baru Sharon yang aku kenal."


Sharon berjalan ke depan Junifer dan berkata, "Pergi dulu, ya!"


Junifer benar-benar merasa terharu karena teman-temannya tersebut tampil secara gratis selama satu jam lebih. Jadi, dia hanya bisa mengantar mereka keluar sampai di depan pintu dan memberikan masing-masing dari mereka kartu SVIP, "Tidak perlu berkata apa-apa, ini rasa terima kasihku pada kalian."


Sharon menerima kartu tersebut dan tersenyum, "Apakah pakai kartu ini gratis?"


Junifer tertawa dan tidak peduli dengan candaan Sharon, "Lima puluh persen."


Mendengar itu, Novi melompa dan menepuk Junifer, "Dasar tidak mau rugi!"


Sharon menyimpan kartu tersebut dan melambaikan tangan, "Pulang dulu ya, nanti kita mengobrol lagi."


Pada saat ini, Lando dan Cruise keluar dari bar.


Lando melambaikan tangan dan memanggil Sharon, "Sharon!"


Sharon melihatnya dengan datar, lalu meresponsnya dengan santai, "Eh, Tuan Muda Lando, kebetulan sekali."


Selesai berbicara, Sharon langsung masuk ke dalam mobil. Dia bahkan sama sekali tidak melirik ke arah Cruise yang berada di samping Lando.


__ADS_1



__ADS_2