
Waktu yang dihabiskan Sharon untuk masuk sampai keluar bahkan tidak mencapai sepuluh detik. Cruise memandangi sosoknya yang menjauh. Sorot mata berangsur-angsur memuram.
Dia meraih surat cerai di atas meja. Sharon telah menandatangani salah satu bagian, tersisa satu bagian kosong yang harus dia tanda tangani.
Isi suratnya tidak panjang. Dengan secarik kertas, semua syarat dan kondisi tertulis dengan jelas. Sharon tidak menginginkan sedikit pun harta kekayaan di bawah nama Cruise. Sehabis membaca isi surat, Cruise tertawa.
Sharon tidak menginginkan sepeser pun?
Dari mana asal kepercayaan dirinya?
Bagus sekali!
Besok dia akan melihat apakah Sharon benar-benar bersedia bercerai tanpa mengajukan syarat apa pun!
Sorot mata Cruise memuram. Dia lalu merobek surat cerai di tangannya.
Kendy masuk. Cruise sedang berdiri di depan jendela sambil mengisap sebatang rokok. Jas hitam yang dikenakannya memancarkan aura dingin. Melihat ini, Kendy seketika tidak berani berbicara.
Namun, rapat yang sedang berlangsung itu sangat penting. Jadi, Kendy mau tidak mau hanya bisa memberanikan diri untuk bersuara, "Direktur Cruise, rapat jam sepuluh sudah mulai."
Saat mendengar suaranya, Cruise yang berdiri di depan jendela langsung menoleh. Mata hitam pekatnya tampak seperti gua es. Aura dingin berkumpul di antara alisnya. Melihatnya saja membuat orang bergidik ketakutan.
"Aku tahu."
__ADS_1
Cruise agak mengernyit. Dia mematahkan rokok yang masih utuh dan membuangnya ke tempat sampah di samping. Kemudian dia melangkah melewati Kendy dan langsung meninggalkan kantor.
Hari ini suasana hati Direkur Cruise sangat buruk.
Mengingat rapat yang sedang berlangsung, Kendy tiba-tiba merasa kasihan pada pembicara utama hari ini.
Sharon hanya menghabiskan enam sampai tujuh menit dari masuk sampai keluar gedung. Sepanjang jalan, hatinya setenang genangan air. Tiada rasa sakit maupun rasa tidak rela yang dibayangkannya.
Benar saja. Semakin banyak kekecewaan yang menumpuk, semakin menghilang harapan awal.
Setelah berjalan keluar dari Fredi, dia melihat ke langit yang agak mendung. Hatinya agak getir, tapi tidak ada lagi perasaan tertekan yang menyesakkan.
Novi benar. Perceraian harus diselesaikan secepatnya.
Novi sedang bertelepon. Ketika dia melihat Sharon telah kembali, dia segera membuka pintu mobil.
Sharon duduk diam tanpa mengganggunya.
Setelah dia mengenakan sabuk pengaman, Novi langsung menyerahkan ponsel padanya.
Sharon mengangkat alisnya, "Siapa?"
"Om Tamin."
__ADS_1
Sharon membeku sejenak sebelum dia mengambil ponsel Novi dan memanggil, "Ayah."
"Sudah tiga tahun. Kamu sudah seharusnya pulang, bukan?"
Tadi malam ketika Cruise menekannya untuk berlutut, dia tidak menangis. Tadi ketika dia menyerahkan surat cerai pada Cruise lalu berbalik dan keluar dari kantor, dia juga tidak menangis. Kini Eric hanya bertanya apakah dia sudah bersedia pulang, dia langsung menangis tak terkendali.
Tiga tahun lalu ketika dia ingin menikah dengan Cruise, orang tua dan hampir semua orang-orang di sekitarnya tidak ada yang setuju. Namun, orang muda memang selalu bertindak gegabah. Dia mengira Cruise bersedia menikahinya karena memiliki perasaan terhadapnya.
Setelah menghabiskan tiga tahun untuk membuktikan hal ini, barulah dia menyadari betapa salahnya pemikirannya.
Ternyata ketika seorang pria menikahi seorang wanita, belum tentu dia mencintai atau mengagumi wanita itu.
Cruise hanya mencintai Nichole. Hal ini sungguh dramatis. Sepasang adik ipar dan kakak ipar.
Dia yang disebut Nyonya Muda Kedua Thomson hanyalah dijadikan sebagai penutup atas perzinaan mereka berdua.
Konyol sekali bahwa dia mengkhianati semua kerabatnya hanya untuk pria seperti ini. Eric yang selalu menyayanginya bahkan pernah mengatakan bahwa jika dia ngotot ingin menikah, maka dia tidak akan dianggap sebagai putrinya lagi.
Sharon takut Eric akan mengetahui dia sedang menangis, jadi dia berusaha menahan tangisnya. Namun, dia sungguh tidak dapat menahan kesedihan dan keengganan atas apa yang telah dialaminya. Jadi, meski dia berusaha menahan tangisan, sekujur tubuhnya bergidik tak terkendali.
"Sasa ...."
Hati Novi sakit melihatnya. Dia dan Sharon sudah saling kenal sejak mereka masih bayi. Sejak kapan Nona Tamin yang angkuh dan arogan ini pernah menangis sedemikian terpuruk?
__ADS_1
Semua ini karena Cruise!