Bercerai Demi Mewarisi Harta Keluarga

Bercerai Demi Mewarisi Harta Keluarga
Bab 24. Oke! Kalau begitu, Aku Tunggu Dia


__ADS_3

Berita keributan di pesta pejamuan malam itu menyebar luas di kalangan mereka. Kota Namika bukan kota yang terlalu besar, tapi juga bukan kota yang kecil. Oleh karena itu, kalangan mereka tentu hanya beberapa orang itu saja.


Keluarga Thomson adalah keluarga empat terkaya di Kota Namika. Sebagai seorang putri kaya satu-satunya di Keluarga Thomson, sejak lahir hingga sekarang , Carolin selalu hidup dengan menyolok.


Akan tetapi, malam ini, dia malah dipermalukan seperti ini. Sharon diam-diam membuktikan bahwa dia tidak tertarik pada gelang Carolin yang berharga enam ratus juta lebih tersebut.


Carolin pun berlari ke ruangan istirahat sambil menangis. Lando melihat cek yang ada di lantai dan mengambilnya.


Luar biasa, dia benar-benar menulis harga tujuh ratus juta di cek tersebut tanpa kurang satu nol sedikit pun.


Lando mendongakkan kepala, lalu melihat sekilas ke arah Cruise, "Jangan-jangan cek ini palsu?"


Dari mana Sharon punya uang?


Cruise melihat cek yang ada di tangan Lando. Kemudian, dia mengingat kembali gambaran Sharon yang menuang wine di atas kepala Carolin dengan ekspresi dingin. Lalu, dia pun mengerutkan alis, "Memangnya kamu tidak punya uang tujuh ratus juta?"


Lando mengangkat alisnya dan berkata, "Aku hanya penasaran saja."


Cruise melihat dia dengan mendengus dingin dan berkata, "Jangan terlalu penasaran, nanti gampang melukai diri sendiri."


" ... "


Perlukah sekejam itu?


Akan tetapi, perlakuan Sharon malam ini memang cukup kejam. Karena keributan ini, Carolin pasti akan menjadi bahan leluconan di kalangan tersebut.


Memikirkan hal ini, Lando pun bertanya, "Masalah ini berlalu begitu saja?"

__ADS_1


Masalah ini tentu saja tidak mungkin berlalu begitu saja. Hanya saja, masalah ini tidak ada hubungannya sama sekali dengan Lando.


Cruise mengalihkan pandangannya, lalu mengambil cek tersebut dan berjalan keluar melewati kerumunan.


Sharon dan Novi sejak awal sudah meninggalkan lokasi. Supir bahkan tidak menyangka bahwa mereka akan pergi secepat itu. Ketika menerima telepon, dia bahkan tampak terkejut dan berkata, "Nona Sharon, maaf, aku akan segera menjemput kalian!"


Begitu Sharon mendengar suara ribut-ribut dari balik telepon, dia tersenyum tipis, "Pak Sutarjo, Anda makan dulu saja. Tidak buru-buru kok. Aku mau pergi ke toilet dulu."


Selesai berbicara, Sharon memutuskan telepon. Lalu, dia berjalan dengan sepatu hak tingginya dan duduk beristirahat di lobi.


Anting tersebut membuatnya sedikit tidak nyaman. Sharon melepaskannya sambil berkata pada Novi, "Kamu mengeluarkan barang mahal seperti ini, nanti pasti akan kena marah kalau ibumu tahu."


Novi mendengus dingin dan berkata, "Ibuku begitu tahu aku mengambilnya untukmu, dia langsung memberikanku satu set. Kalau bukan karena aku tahu kamu tidak suka pakai kalung, aku pasti akan membawa semua satu set itu!"


Sharon tertawa dan menyimpan kembali anting yang dilepaskan ke dalam tas. Setelah itu, dia mulai melepaskan gelang, "Tolong bantu aku bilang terima kasih pada Tante."


"Kamu sungkan sekali, ibuku pasti akan marah begitu mendengarnya."


Melihat Sharon yang tidak berbicara, Novi pun mengangkat alisnya dan berkata, "Apa yang kamu pikirkan? Jangan bilang kamu menyesal karena sudah balas dendam pada Carolin?  Semua hal yang pernah dia lakukan padamu, sudah cukup untuk kamu menuang kotoran di atas kepalanya."


Sharon melihat Novi dan berkata, "Aku memang menyesal, tapi bukan karena aku menuangkan wine itu padanya."


Novi sedikit tidak mengerti, "Kalau begitu, kamu menyesal karena apa?"


"Menyesal karena sudah mengganti rugi tujuh ratus juta padanya," ujar Sharon.


Novi melihat ke arah Sharon dan berkata, "Kamu 'kan tidak kekurangan uang. Tujuh ratus juta untuk membeli dia yang dipermalukan sepertinya juga tidak rugi."

__ADS_1


"Aku memang tidak kekurangan uang, tapi uang yang aku hasilkan bukan jatuh dati langit begitu saja. Kenapa aku harus memberinya uang lebih puluhan juta?" ujar Sharon.


Uang puluhan juta itu setidaknya bisa dia pakai untuk membeli tas.


Seandainya tidak cukup juga bisa dipakai untuk beli skincare!


Tepat ketika mereka berdua sedang berbicara, tiba-tiba terdengar suara pria yang dingin, "Kamu tidak perlu ganti rugi, tapi kamu harus minta maaf pada Carolin."


Selesai Cruise berbicara, dia berjalan menghampiri, lalu meletakkan cek tersebut di depan Sharon.


Sharon mendongakkan kepala dan melihatnya sekilas. Kemudian, mengulurkan tangan mengambil kembali uang ratusan juta tersebut.


Setelah itu, Sharon berdiri, lalu mendongakkan kepala dan bertatap mata dengan Cruise, "Kalau aku tidak mau minta maaf?"


"Kalau begitu, jangan salahkan dia kalau dia akan terus mencari masalah padamu."


Sharon tersenyum dan berkata, "Oke! Kalau begitu, aku tunggu dia!"


Cruise merasa kesal dengan sikap Sharon dan senyumannya. Lalu, berkata dengan nada dingin, "Terserah kamu!"


Selesai berbicara, dia membalikkan badan dan pergi.


Cruise merasa dirinya tidak seharusnya muncul. Akan tetapi, dengan karakter Carolin, dia tidak akan membiarkan masalah ini berlalu berlalu begitu saja. Malam ini, Sharon memang menang, tapi Carolin masih memiliki banyak peluang untuk menjatuhkan dia secara diam-diam.


Jika bukan melihat Sharon pernah menjadi istrinya selama tiga tahun, dia juga tidak ingin ikut campur ke dalam hal yang tidak penting seperti ini.


Akan tetapi, Sharon malah tidak menerima niat baiknya. Kalau begitu, Cruise akan menunggu Sharon datang meminta tolong padanya!

__ADS_1




__ADS_2