Bercerai Demi Mewarisi Harta Keluarga

Bercerai Demi Mewarisi Harta Keluarga
Bab 73. Siapa yang Melakukan?


__ADS_3

Sharon seketika menjadi lebih sadar dan berkata, "Siapa yang mengatakannya?"


Dia berdiri dan membuka tirai, langit di luar masih belum terang. Langit di kejauhan baru mulai terlihat sentuhan oranye muda.


Sharon menyipitkan mata, lalu meraih jaket sweater rajutan dan mengenakannya. Kemudian, dia melangkah ke kamar mandi dengan sandal bulu halus dan menyalakan loudspeaker.


"Banyak grup yang mengunggah foto kamu dan Om Tamin bergandengan tangan ketika kita pergi makan bersama kemarin. Kemarin kita ketemu dengan Carolin dan Nichole, jadi kalau bukan Carolin ya berarti Nichole," ujar Novi.


Sharon sedang menggosok gigi dan tidak bisa menjawabnya. Oleh karena itu, dia hanya bergumam saja.


Novi memang murni hanya melihat keramaian saja. Akan tetapi, dia tidak menyangka ada gosip konyol seperti itu di pagi hari.


Junifer yang mengirim screenshot itu kepada Novi. Dia dan Junifer pun sampai tertawa terbahak-bahak. Orang yang mengirim hal ini benar-benar orang yang berbakat. Apakah menggandeng ayahnya sendiri, Sharon juga termasuk simpanan?


" ... apakah perlu aku menyuruh orang untuk melacaknya? Sebenarnya tidak sulit untuk melacaknya, lagi pula ada screenshot. Aku dan Junifer bisa selidiki hal ini dan kita sudah bisa tahu siapa dalangnya."

__ADS_1


Selesai Sharon menggosok gigi, dia menyalakan air hangat untuk mencuci muka. Lalu, dia baru mengambil ponsel dan menjawab, "Kamu ingin bantu aku untuk melacaknya atau kamu sendiri yang ingin tahu?"


Novi tertawa dan berkata, "Membantu kamu sekalian memuaskan rasa penasaranku. Ini namanya sekali dayung dua tiga pulau terlampaui."


Sharon mendengus dan berkata, "Tidak perlu."


Lagi pula, tanpa perlu menunggun waktu lama, dalang di balik semua ini pasti tidak bisa menahannya.


Mendengar perkataan Sharon, Novi sedikit kecewa dan berkata, "Benar-benar tidak perlu?"


"Novi, apakah kamu tidak ada kerjaan?" tanya Sharon.


Novi mendengar makna tidak setuju dibalik perkataan Sharon. Oleh karena itu, dia pun sedikit menciut dan berkata, "Aku bukannya tidak ada kerjaan, aku juga sangat sibuk. Ah! Sudah setengah delapan, kalau begitu aku tidak ganggu jam kerjamu."


Selesai berbicara, Novi langsung memutuskan panggilan telepon.

__ADS_1


Sharon tersenyum, lalu mengambil ponsel dan keluar membuat sarapan.


Masalah Sharon menjadi "simpanan" hanya tersebar luas di circle mereka saja dan tidak tersebar luas sampai ke publik. Akan tetapi, orang yang harus tahu sudah tahu semua.


Ketika Eric datang melakukan pemeriksaan, tatapan mata Juhri pada Sharon berubah. Tatapan mata tidak suka yang sebelumnya itu pun sudah tidak ada. Dia bahkan tak henti mengatakan manajer Sharon hebat.


Eric mengira bahwa Juhri sudah tahu identitas Sharon sebagai putrinya. Ketika dia sedang memikirkan hal itu, tiba-tiba pada saat makan siang, sekretarisnya menelepon dan memberi tahu bahwa masalah dia mempunyai simpanan sudah terdengar sampai di telinga Merlin.


Eric benar-benar merasa dirinya difitnah habis-habisan. Dia hanya datang untuk makan bersama putri dan putri angkatnya. Bahkan, Sharon sendiri yang mengantarnya pulang ke hotel kemarin malam. Lantas bagaimana mungkin dia yang berusia 50-an ini pergi keluar tengah malam untuk bersenang-senang?


Sharon juga baru tahu bahwa masalah ini terdengar sampai ke telinga ibu kandungnya ketika Merlin menelepon. Dia mengangkat tangan memijat pelipisnya sambil membantu Eric untuk menjelaskan kebenaran sesungguhnya. Akan tetapi, begitu Merlin selesai mendengarnya, dia semakin marah dan berkata, "Siapa yang begitu tidak punya akhlak! Carikan orangnya keluar! Aku akan pergi menghampiri keluarga mana yang tidak bisa mengajari anaknya!"


Merlin memutuskan panggilan telepon dengan sangat marah. Sharon bahkan tidak sempat berbicara apa-apa.


Lalu, ekspresi Eric yang berada di samping dan mendengar keseluruhan ceritanya pun seketika menjadi muram, "Tadi kamu bilang ada orang yang menyebarkan gosip aku berselingkuh denganmu?"

__ADS_1


Perkataan ini terdengar aneh, tetapi gosip yang tersebar memang seperti ini. Sharon merasa hal ini sedikit memalukan dan berkata, "Ayah, begini."


"Pak!" Eric mengangkat tangan dan langsung menepuk meja. Lalu, dia berkata, "Siapa yang melakukan perbuatan tidak berakhlak seperti ini? Apakah Keluarga Thomson?"


__ADS_2