Bercerai Demi Mewarisi Harta Keluarga

Bercerai Demi Mewarisi Harta Keluarga
Bab 20 Kenapa Sharon Ada di Sini?


__ADS_3

Sharon dan Novi berjalan di depan. Saat menyerahkan surat undangan, mereka kebetulan mendengar apa yang dikatakan Carolin dan Alfina di belakang. Mereka saling memandang. Sharon hanya mengangkat alis tanpa menoleh ke belakang.


Dia amat ingin melihat bagaimana cara Carolin meminta nomor darinya.


Di Kota Bionka, status Keluarga Rosli adalah yang kedua setelah Keluarga Thomson. Malam ini, pesta hari jadi perusahaan milik Keluarga Rosli dihadiri hampir semua orang besar di Kota Bionka.


Begitu masuk, Sharon langsung bertemu banyak "kenalan". Jelas sekali bahwa kenalan itu juga sangat terkejut melihatnya.


Tentu saja mereka terkejut. Bagaimanapun, Sharon adalah orang biasa bagai rumput yang tidak penting. Setelah meninggalkan Keluarga Thomson, dia bukan apa-apa lagi. Akan tetapi, sekarang Sharon yang bukan apa-apa ini malah muncul di perjamuan. Jadi, tentu saja mereka akan terkejut.


Novi mendengus saat melihat tatapan orang-orang itu, "Apakah mereka tidak pernah melihat wanita cantik? Kenapa mereka terus menatapmu?"


Alis Sharon terangkat. Dia mengambil dua gelas jus dari pelayan yang lewat, lalu menyerahkan segelas untuk Novi. Setelah menundukkan kepalanya untuk menyesap jus, dia tersenyum kecil, "Mungkin."


Novi memiringkan kepalanya dan melirik ke arah Sharon. Meskipun Sharon terlampau percaya diri, dia memang memiliki kualifikasi untuk bersikap percaya diri.


Novi mendengus, "Kampungan."

__ADS_1


Sharon tersenyum, tapi tidak menanggapi Novi.


Cruise datang bersama Geby. Begitu dia masuk, dia langsung menarik sebagian besar perhatian.


Sharon berdiri di luar kerumunan. Dia memandangi Cruise yang berjalan selangkah demi selangkah. Untuk pertama kalinya, hatinya begitu tenang.


Novi di sebelahnya mendengus, "Sasa, Cruise ini memang cukup ganteng. Wajar saja dia bisa menjadi salah satu pria yang paling ingin dinikahi oleh para wanita di Kota Bionka."


Sharon melihat Novi, "Kamu kira aku tidak pandai menilai penampilan orang?"


"Benar juga."


Melalui kerumunan, Cruise langsung menemukan Sharon yang berdiri di sebelah Novi.


Malam ini Sharon tidak tampil dengan citra yang lembut dan menyenangkan. Riasan mukanya sangat indah dan memikat, terutama gaun merah di tubuhnya yang membuat orang sama sekali tidak bisa mengabaikannya.


Dia sedang mengobrol dengan teman di sampingnya. Entah apa yang sedang diobrolkan, senyum di wajahnya terlihat riang.

__ADS_1


Kemudian Sharon tiba-tiba mengangkat kepalanya, mungkin karena dia menyadari tatapan Cruise.


Cruise segera memalingkan muka dan mengalihkan pandangannya ke arah Lando yang sedang menghampirinya.


Tak lama setelah Carolin masuk, Alfina langsung menyuruhnya untuk mencari teman yang dikenalnya.


Begitu Carolin menemui Jessica dan yang lainnya, dia langsung ditarik oleh Gio Andrama, "Carolin, cepat datang ke sini. Lihat, itu mantan kakak iparmu, bukan?"


Carolin sangat membenci Sharon. Begitu dia mendengar kata-kata Gio, dia lekas berang, "Kakak ipar apaan! Sharon tidak pantas menjadi kakak iparku?"


Jessica Law tertawa. Dia meraih tangan Carolin sambil menunjuk ke sisi Sharon, "Lihat, wanita yang bergaun merah itu benar-benar sangat mirip dengan Sharon!"


Carolin mengerucutkan sudut mulutnya sambil melihat ke arah yang ditunjuk Jessica. Kemudian dia mendapati bahwa orang yang Jessica tunjuk adalah kakak cantik yang baru saja ditemuinya di gerbang masuk. Dia pun mencibir "Mirip? Bagaimana mungkin Sharon berpenampilan ...."


Kata "cantik" yang telah sampai di ujung bibir Carolin sontak tertahan begitu dia melihat wajah Sharon yang menghadap ke arahnya. Ekspresinya menegang, "Kenapa Sharon ada di sini?"


Kualifikasi apa yang dimilikinya untuk bisa muncul di acara seperti ini!

__ADS_1


__ADS_2