
Mendengar Cruise memanggilnya, Sharon pun menghentikan langkah kakinya. Lalu, dia menoleh perlahan-lahan untuk menatapnya dan berkata, "Apakah ada urusan, Tuan Muda Cruise?"
Dia menaikkan alisnya dan menatap Cruise dengan sangat dingin.
Cruise sedikit terkejut dan berkata, "Dion mengejarmu karena aku, jadi lebih baik kamu berhati-hati."
Hati-hati!
Sharon tertawa dan berkata, "Kalau begitu, aku berterima kasih padamu karena sudah mengingatkanku. Tapi ...."
Sambil berbicara, Sharon berhenti tertawa dan menatapnya dengan dingin, lalu berkata, "Kita sudah bercerai, kamu punya hak apa untuk mengatakan hal seperti itu?"
Selesai berbicara, Sharon langsung pergi begitu saja.
Melihat Sharon berjalan keluar dari lorong, Delvin baru menghela napas lega dan berkata, "Nona Sharon, apakah Anda masih merasa tidak enak?"
Sharon menggelengkan kepala dan berkata, "Apakah mobil sudah sampai?"
"Sudah, di depan pintu," ujar Delvina.
Sharon pun tidak ingin berbicara banyak dan hanya berkata, "Ayo, jalan."
Apakah tidak enak?
Ada sedikit.
Perkataan 'hati'hati' dari Cruise membuat suasana hati Sharon menjadi rusak. Jika bukan karena Novi meneleponnya, tidak tahu Sharon akan berendam berapa lama di bathtub.
Mendengar ponsel berdering, Sharon baru tersadar dan berdiri untuk menyeka badannya. Lalu, berganti pakaian tidur.
Cruise tak layak untuk membuatnya galau.
Sharon mengambil ponsel yang tak henti berdering. Begitu mengangkat telepon Novi, dia menyalakan suaranya. Lalu, dia berjalan turun ke bawah untuk membuat susu sambil membawa ponselnya dan berkata, "Ada apa?"
"Sasa, besok hari sabtu, mau keluar tidak?" tanya Novi.
__ADS_1
Sharont tersenyum dan berkata, "Kamu mau ke mana?"
"Ke arena berkuda. Sudah lama sekali tidak pernah pergi berkuda," ujar Novi.
Sharon memikirkan sejenak, lalu berkata, "Baiklah."
Novi berkata, "Kalau begitu, besok pagi jam sembilan aku akan pergi menjemputmu."
Sharon berkata, "Oke, istirahatlah."
Setiap hari begadang, tidak takut kepala botak?
Setelah memutuskan telepon, Sharon meminum segelas susu dan kembali ke kamar untuk tidur.
Keesokan harinya pukul delapan pagi, Novi sudah menjemputnya.
BIasanya di bulan tiga Kota Bionka sering turun hujan. Akan tetapi, cuaca hari ini sangat bagus.
Sharon sedang melihat ke arah luar jendela mobil. Novi yang berada di samping tiba-tiba memanggil dan berkata, "Sasa, malam itu apa yang kamu kamu katakan pada Dion?"
Novi mendengus, lalu mengambil ponsel dan membuka Instagram, "Nih, kamu lihat sendiri."
Layar ponsel menunjukkan story Instagram Dion yang berisi, "Hari ke-16 mengejar Sharon" berhenti sampai di sini.
"Dia sudah menyerah?" tanya Sharon.
Novi tertawa sinis dan berkata, "Benar-benar bajingan."
Sharon tiba-tiba kepikiran dengan perkataan Dion. Dia menaikkan alis dan berkata, "Um, bajingan sesungguhnya."
Caranya untuk merayu wanita memang tidak berguna pada Sharon.
Ketika lampu hijau nyala, Sharon menunjuk ke arah depan dan berkata, "Sudah bisa jalan."
Novi masih ingin menanyakan sesuatu, tapi hanya bisa melajukan mobil.
__ADS_1
Ketika mereka berdua tiba di arena berkuda, waktu sudah menunjukkan pukul sembilan. Hari ini hari sabtu, orang yang datang pun cukup ramai.
Sharon sudah lama tidak berkuda, setelah berlari satu lapangan, dia merasa suasana hatinya jauh lebih baik. Sedangkan Novi tidak tahu ke mana. Sharon turun dari kuda dan ingin mencari air. Akan tetapi, dia malah mendengar ada orang yang memanggilnya dari jauh, "Sharon."
Sharon mengenyampingkan kepalanya dan melihat Lando sedang menunggang kudanya ke sini.
"Ternyata benaran kamu. Kebetulan sekali! Sharon, kamu juga bisa menunggang kuda?" tanya Lando.
Lando menunggang kuda yang agak kemerahan. Seandainya mulutnya tidak begitu julid, dia tampak terlihat keren.
Sharon melihatnya sekilas dan menjawab dengan datar, "Tidak bisa."
Lando benar-benar merasa IQ-nya dihina dan berkata, " ... kalau tidak bisa menunggang kuda untuk apa datang ke sini?"
"Membawa kuda jalan-jalan memangnya tidak boleh?" ujar Sharon.
" ... "
Pada saat ini, Novi juga sudah kembali. Begitu melihat Lando, raut wajahnya seketika berubah tidak enak dan berkata, "Kenapa sampai mana selalu ketemu kamu!"
Lando mendengus dan berkata, "Apakah Nona Novi tidak senang bertemu denganku?"
"Tentu saja! Teman bajingan juga bajingan semua," ujar Novi.
Selesai Novi berbicara, Cruise mendekat sambil menunggang kuda.
Cruise memang bajingan, tetapi memang tidak dipungkiri, dia terlihat sangat keren saat menunggang kuda putih.
Novi tanpa sadar melirik ke arah Sharon. Sharonpun melempar tali kuda kepada Novi dan berkata, "Aku mau minum dulu."
Selesai berbicara, Sharon langsung pergi keluar.
__ADS_1