Bercerai Demi Mewarisi Harta Keluarga

Bercerai Demi Mewarisi Harta Keluarga
53


__ADS_3

Dion ini orangnya ... cukup menarik. Sebelumnya Sharon mengatakan bahwa dirinya tidak ingin berpacaran, jadi Dion pun berhenti untuk mengejarnya. Bahkan, berita gosip yang viral tersebut pun sudah tidak ada.


Taruhan mereka pada saat di arena berkuda, Dion bahkan mengingatnya dengan sangat jelas. Padahal masih satu hari lagi, tetapi dia sudah menelepon Sharon untuk mengingatkannya.


Sharon juga bukan tipikal orang yang tidak bisa menerima kekalahan. Sekalipun kalah, dia juga tidak berniat untuk lari dari taruhannya tersebut.


Setelah memutuskan telepon, Sharon menelepon Delvina untuk menyiapkan sebuah gaun.


Setelah panggilan telepon selesai, terdengar suara ketukan pintu dari luar pintu.


Sharon menaikkan alis dan berkata, "Masuk."


Delvina masuk dengan membawa sebuah paket dan berkata, "Nona Sharon, ini paket Anda."


"Punyaku?" tanya Sharon.


Padahal Sharon tidak membeli barang.


"Iya, tapi di paket ada tulisan nama Tuan Muda Dion," ujar Delvina.


Sharon mendengus dan berkata, "Bantu aku untuk membukanya."


"Baik, Nona Sharon," ujar Delvina.


Begitu paket dibuka, di dalamnya ada sebuah gaun custom yang mahal.


Di dalam kotak ada selembar kartu dari Dion, "Saling bertukar hadiah."


Sharon tersenyum dan meletakkan kartu di samping sambil berkata, "Tidak perlu memesan gaun."


Perhatian juga Dion.

__ADS_1


Hari pada acara pejamuan tersebut, mobil Dion sudah menunggu di bawah Perusahaan Wins pukul enam malam.


Sharon belum sempat berganti pakaian, tetapi dari jauh dia sudah melihat Dion mengenakan jas putih berdiri di samping mobil. Salah satu tangannya dia masukkan ke dalam kantong celana dan satu lagi memang ponsel. Begitu dia mendengar langkah kaki, Dion mendongakkan kepala untuk melihat Sharon dengan sepasang mata yang menyembunyikan senyumannya. Dion pun tersenyum tipis dan berkata, "Tidak masalah 'kan kalau makan malam bersama?"


Sharon sudah sering bertemu dengan pria yang sangat tampan dan keren. Akan tetapi, memang perlu diakui bahwa wajah Dion ini memang sangat menarik. Apalagi ketika matanya yang sedang menatap orang lain, sangat mudah untuk menarik perhatian orang.


Sharon bengong sejenak, lalu tersenyum padanya dan berkata, "Oke."


Dion memang benar-benar bisa dikatakan playboy sejati. Selesai makan malam, dia masih ingat bahwa Sharon belum sempat make-up. Oleh karena itu, dia membawa Sharon pergi ke sebuah ruangan untuk make-up dan berganti pakaian.


"Cantik sekali," ujar Dion.


Sharon menaikkan alisnya dan berkata, "Terima kasih Tuan Muda Dion atas gaunnya."


Harga kustom gaun ini pasti miliaran.


"Sudah seharusnya saya lakukan ini," ujar Dion.


Melihat tangan Dion, Sharon tersenyum dan meletakkan tangannya pada tangan Dion.


Dua puluh menit kemudian, mobil pun perlahan berhenti di depan pintu hotel.


Sharon mengikuti Dion turun dari mobil. Lalu, mereka berdua masuk ke lokasi lelang.


Beberapa waktu lalu, masalah Dion mengejar Sharon sangat heboh. Hari ini, mereka berdua malah masuk ruangan acaran bersamaan, jelas membuat sedikit kehebohan di acara lelang ini. Orang-orang pun mulai berbisik membicarakan hal ini.


"Ya ampun, Sharon benar-benar mendekati Tuan Muda Dion?"


"Sepertinya iya. Coba kamu lihat gaun yang dia pakai. Sepertinya itu kustom mahal. Awalnya kakak sepupuku ingin kustom. Dia pernah melihat sampelnya, tapi harganya dua koma enam miliar, agak mahal!"


"Woh! Sharon hebat sekali, sebelumnya ada Tuan Muda Cruise, setelah itu ada Tuan Muda Dion!"

__ADS_1


"Tentu saja!"


Lando dan Cruise sedikit terlambat memasuki ruangan dan kebetulan mendengar diskuti tersebut.


Lando pun sedikit mengerutkan kening, lalu tanpa sadar menghadap kepada Cruise yang berada di samping.


Raut wajah Cruise tidak berekspresi, justru malah seperti tidak mendengar apapun dan berjalan masuk begitu saja untuk duduk di kursi.


Lando mendengus dingin. Dia melihat Dion dan Sharon yang berada tidak jauh dari sana.


Benar saja, hari ini Dion dan Sharon memakai pakaian seperti pakaian couple.











__ADS_1


__ADS_2