Bercerai Demi Mewarisi Harta Keluarga

Bercerai Demi Mewarisi Harta Keluarga
Bab 20. Balas Budi Kepada Orang yang Memberikan Hadiah


__ADS_3

Sharon menggerakkan sudut mulutnya. Kemudian, dia menusuk jari ke telapak tangannya, lalu mengambil asbak yang ada di meja dan melemparnya ke salah satu dari mereka.


Pergerakan Sharon sangat cepat. Dia langsung menggunakan sekuat tenaganya.hingga pria tersebut berteriak kesakitan. Lalu, pada saat ini pintu ruangan VIP terbuka.


Novi dan Lovis masuk ke dalam dan berkata, "Sasa."


"Novi?" ujar Sharon.


Sharon mulai kehilangan kesadaran dan tak sadarkan diri. Melihat Sharon yang tampak sempoyongan seperti itu, Novi sangat kesal hingga gemetaran dan berkata, "Ini aku, bagian mana yang tidak enak?"


"Aku diberi obat, Novi," ujar Sharon.


Novi menyentuh Sharon dan merasakan sekujur tubuh Sharon yang sangat panas.


Melihat kondisi ini, dia buru-buru menoleh dan memanggil Lovis, "Lovis, cepat! Bawa Sasa pergi ke rumah sakit!"


Lovis langsung menghampiri untuk menggendong Sharon. Pada saat ini, Sharon sudah tidak sadarkan diri dan sekujur tubuhnya sudah tidak ada tenaga sama sekali. Melihat Lovis yang menggendongnya, Sharon merasa terangsang.


Melihat Sharon yang digendong keluar, Delvina terkejut dan buru-buru menghampiri, "Nona Novi, ada apa dengan Nona Sharon?"


"Dia diberi obat, sekarang kita harus membawanya ke rumah sakit, kamu ...."


"Aku sudah panggil orang untuk datang. Kalian bawa Nona Sharon ke rumah sakit dulu."


Masalah malam ini, dia harus meminta orang untuk menyelidiki lebih lanjut.

__ADS_1


Novi menganggukkan kepala dan berkata, "Kamu harus hati-hati."


Kondisi Sharon tidak terlalu baik, dia sudah hampir merobek pakaian Lovis.


Selesai Novi berkata, dia buru-buru masuk ke dalam mobil, lalu menginjak pedal gas dan melaju ke rumah sakit terdekat.


Kondisi Sharon mulai sadarkan diri setelah diinfus glukosa.


Setelah efek obat tersebut sudah hilang, Sharon merasa dirinya tidak ada tenaga. Kemudian, dia melihat Novi yang ada di hadapannya dan sedikit mengerutkan kening, "Jam berapa?"


"Jam dua lewat.Bagaimana? Apakah masih tidak nyaman?' tanya Novi.


Melihat Sharon yang seperti ini, Novi merasa simpati dan berkata, "Kamu tidur saja. Ini di rumah sakit kok. Tidak apa-apa, Sasa."


Sharon benar-benar merasa tidak ada tenaga. Dia melihat sekilas ke arah Lovis, setelah itu kembali tertidur.


Sharon duduk dan menyentuh pelipisnya.


Ketika Lovis masuk membawa bubur dengan Delvina, Novi juga sudah bangun.


Delvina melihat ke arah Sharon yang berbaring di tempat tidur, "Nona Sharon, apakah Anda masih merasa tidak nyaman?"


Seandainya kemarin malam mereka sedikit terlambat, mungkin akan berakhir kacau.


Sharon menggelengkan kepala dan berkata, "Aku sudah jauh lebih baik."

__ADS_1


Sambil berbicara, dia tertegun sejenak, "Apakah kamu sudah menyelidiki orang-orang kemarin malam?"


"Sudah,mereka adalah orang suruhan Nona Carolin," ujar Delvina.


"Carolin?" Novi langsung berdiri dengan kesal, Lovis yang berdiri di samping juga mengerutkan kening.


Sharon juga tidak merasa terkejut ketika mendengarnya. Tebakan kemarin malam memang benar setengah, hanya saja dia tidak menyangka bahwa Carolin akan sekejam itu.


"Sasa, kali ini kamu tidak mungkin membiarkannya begitu saja, 'kan?" ujar Novi.


Novi memendam amarahnya dan raut wajahnya pun menjadi tidak enak.


Memikirkan masalah kemarin malam, ekspresi Sharon tampak dingin, lalu dia mendongakkan kepala melihat ke arah Novi, "Membiarkannya?"


Sharon mendengus sambil berkata, "Apakah aku terlihat seperti orang yang begitu tidak punya sopan santun?Ketika orang memberikan hadiah pada kita, kita harus balas budi."


Carolin memberinya hadiah begitu besar, tentu saja dia juga harus balas budi.


Mendengar perkataan Sharon, Novi terkejut, "Apa rencana kamu?"


Sharon tersenyum dan berkata, "Tentu melawan balik seperti apa yang dia lakukan padaku."


Melihat senyuman yang ada di wajah Sharon, Novi pun mulai merasa simpati pada Carolin.


Dia hanya tidak mengerti, kenapa Carolin malah membuat masalah pada Sharon?

__ADS_1


Nona besar yang tidak pernah hidup susah dan dirugikan sejak kecil ini, entah akan melakukan apa terhadap Carolin.


__ADS_2