Bercerai Demi Mewarisi Harta Keluarga

Bercerai Demi Mewarisi Harta Keluarga
Bab 36. Rencana Apa Lagi?


__ADS_3

"Sasa, kamu hebat sekali."


Tanpa perlu terlalu mengeluarkan tenaga, Sharon langsung membuat Gio dan Jessica tak bisa berkutik. Bagaimanapun, itu mobil seharga empat ratus miliar. Novi tidak yakin Gio dan Jessica akan berani membelinya begitu saja. Akan tetapi, jika tidak beli, mereka juga pasti akan merasa sangat malu karena sudah mengatakan hal yang begitu menyakitkan.


Sharon menoleh dan meliriknya sekilas, "Ayo, kita pergi makan bersama!"


Akan tetapi, saat ini Sharon sudah ada mobil, jadi tidak perlu naik mobil Novi lagi.


Suasana hati Novi merasa sangat baik ketika melihat Gio dan Jessica yang tak berkutik dan berkata, "Ayo, ayo, kita rayakan pembelian mobil baru kamu. Aku akan memanggil Lovis dan yang lainnya juga!"


“Oke!" ujar Sharon.


Mereka memang sudah sering main bersama sejak masih menjadi mahasiswa. Sekarang kebetulan mereka semua berada di Kota Bionka, jadi tidak ada salahnya sering berkumpul jika ada waktu kosong.


Jarang-jarang Lovis dan Gelvin ada waktu, jadi setelah makan siang, Novi pun tidak rela jika harus bubar begitu saja karena setelah lulus mereka semua sudah sibuk masing-masing.


Oleh karena itu, Novi memberi usul menyewa ruang musik untuk bermain bersama. DIa masih belum puas dengan penampilan singkat di hari ulang tahunnya hari itu.


Lovis melirik sekilas ke arah Sharon dan berkata, "Aku bebas sih."


Gelvin lebih tidak berani banyak berkomentar, "Aku juga ikut saja."


Akhirnya, mereka bertiga menatap Sharon bersama. Lalu, Sharon pun tersenyum, "Aku juga tidak bilang tidak boleh."


Novi pun langsung mengambil keputusan, setelah itu mereka pergi menyewa ruang musik dan berlatih kembali beberapa lagu yang pernah mereka tulis ketika masih muda.


Sinar matahari di luar kebetulan sedang bagus. Sharon minum sambil mendongakkan kepala dan melihat Novi yang sedang bercanda gurau dengan Gelvin. Dia pun tanpa sadar tersenyum melihat pemandangan tersebut.


Hari-hari seperti ini sangatlah indah.

__ADS_1


"Kamu berencana untuk mengambil alih bisnis keluarga?" ujar Lovis sambil berjalan menghampiri dan menunduk menatap Sharon.


Sharon meletakkan botol minum dan berkata, "iya."


Lagi pula, mencari uang juga termasuk salah satu hal yang cukup menarik.


Sharon menaikkan alis dan merasa ada sesuatu dibalik perkataan Lovis, "Kenapa?"


"Tidak apa-apa," ujar Lovis.


Pada saat ini, Novi berlari menghampiri dan berkata, "Eh, barusan Junifer menelepon dan meminta tolong sesuatu padaku."


Sharon menatap Novi dengan tersenyum tipis dan berkata, "Dia 'kan minta tolong padamu. Lalu, untuk apa memberitahu kami?"


"Duh, aku tidak bisa melakukan ini sendirian," ujar Novi.


"Bukan masalah besar kok. Hanya saja, bar milik Junifer akan buka malam ini, dia ingin meminta kita pergi ke sana untuk meramaikan."


"Meramaikan?" tanya Sharon.


Sharon sama sekali tidak percaya. Jika hanya untuk meramaikan, bagaimana mungkin Junifer perlu turun tangan langsung untuk menelepon dan "minta tolong".


Novi benar-benar tidak bisa menutupinya dari Sharon dan jujur berkata, "Maksud Junifer, dia ingin kita pergi ke sana untuk tampil dan menarik pelanggan. Bukankah hari itu kita tampil


di ONE jadi viral?"


Novi sejak lahir memang menyukai tempat yang sangat ramai, apalagi, dia sudah lama tidak tampil  juga. Setelah manggung terakhir kali itu, dia masih belum puas.


Novi ingin sekali untuk mengambil bass dan naik ke panggung, apalagi sekarang ada kesempatan ini. Akan tetapi, dia butuh bantuan dari bandnya.

__ADS_1


Yang terpenting adalah melihat vokalisnya juga!


Selesai berbicara, dia menatap Sharon dengan mata berbinar-binar.


Sharon yang tiba-tiba berubah sangat feminim dan diam pada tahun ini, membuat Novi tidak bisa menebak pemikiran Sharon. Jadi, dia tidak tahu apakah Sharon akan setuju atau tidak.


Seketika, Novi pun menjadi sedikit gugup.


Jika Sharon berkata dia tidak bisa pergi, bukankah dia gagal?


Apalagi, kemarin lusa dia baru bersumpah pada Junifer sambil menepuk dadanya dan berkata, "Tidak masalah. Kamu tidak perlu khawatir, serahkan saja semua padaku!"


Sharon menundukkan kepala dan bergumam dingin, "Kamu jangan hanya tanya padaku. Kamu tidak tanya Lovis dan Gelvin?"


Gelvin merespons dan berkata, "Aku tidak masalah, Sasa."


Lovis yang berada di samping juga berkata, "Aku juga tidak masalah."


Sharon, " ... "


Apabila dia berkata dia pergi, bukankah dia harus putus hubungan pertemanan dengan Junifer?





__ADS_1


__ADS_2