Bercerai Demi Mewarisi Harta Keluarga

Bercerai Demi Mewarisi Harta Keluarga
Bab 70. Tidak Ada Siapa yang Lebih Tinggi!


__ADS_3

Kedatangan Eric ke Kota Namika adalah perjalanan umum. Pesawat dia sekitar pukul tiga sore dan akan tiba di Kota Namika pukul lima sore. Baru saja Sharon tiba di bandara, pesawat Eric juga baru mendarat di bandara.


Awalnya Darwin berencana mengirim orang untuk menjemput Eric hari ini. Akan tetapi,


Eric langsung meminta sekretaris untuk menolaknya.


Kedatangan Eric kali ini ke Kota Namika, selain untuk memeriksa situasi Perusahaan Wins di Kota Namika, dia juga ingin melihat keadaan Sharon setelah bercerai dengan


Cruise.


Langit kota Namika pada akhir Februari selalu lebih cepat gelap. Sekitar pukul enam


sore, warna langit sudah mulai gelap.


Sharon sudah melihat Eric dari kejauhan. Akan tetapi, dia tidak memanggilnya karena


takut ada orang yang memotret mereka. Ketika Eric dan sekretarisnya sudah


berada di hadapannya, dia baru memanggil, “Ayah.”


Eric menatap Sharon dan berkata, "Kamu terlihat baik."


Sharon mengangkat alisnya dan berkata, "Novi sudah reservasi tempat. Ayo kita


pergi sekarang."


Novi dan Sharon sudah saling kenal sejak mereka berada di taman kanak-kanak. Mereka masuk sekolah taman kanak-kanak, SD, SMP dan SMA bersama. Bahkan, mereka juga masuk Universitas yang sama. Ketika Sharon bertekad untuk menikah dengan Cruise, Eric pun mengatakan hal kejam padanya. Oleh karena itu, sejak saat itu dia pun mengetahui kondisi Sharon dari Novi.


Kedua keluarga mereka sangat akrab. Eric juga sangat menyukai Novi dan bertanya,


"Apakah kantor Novi masih buka?"

__ADS_1


“Belakangan ini masih belum dibuka. Tapi, beberapa bulan lagi akan segera dibuka.”


Keluarga Chan memiliki bisnis besar. Di atas Novi masih ada kakak laki-laki dan beberapa sepupu. Oleh karena itu, Novi tidak perlu melakukan apa pun untuk menghidupi keluarga. Novi memang terlahir dan ditakdirkan untuk hidup bahagia dan tanpa beban.


Eric tertawa dan berkata, "Kamu harus belajar dari Novi. Ayah juga masih belum


tua kok.”


Sharon mendengus dan berkata, "Tapi, aku juga suka menghasilkan uang."


Sharon tidak berbohong, dia memang sangat suka menghasilkan uang.


Ketika Sharon masih kecil, mereka sekeluarga tinggal di perumahaan biasa karena Eric takut dia akan diculik. Oleh karena itu, di mata teman sekelas Sharon, Keluarga Tamin


adalah keluarga biasa.


Meskipun Sharon memiliki uang jajan yang banyak ketika dia masih kecil, uang itu tidak dia hasilkan sendiri. Jadi, rasanya aneh dan tidak wajar apabila "keluarga biasa" bisa memiliki uang jajan yang begitu banyak.


Maka dari itu, demi bisa menghabiskan uang dengan wajar, Sharon pun menggunakan


uang ketika dia kelas 3 SD.


Dia memiliki paras yang cantik dan pandai berbicara. Setiap malam dia bisa menjual


puluhan bunga mawar yang dia beli dalam waktu lebih dari satu jam.


Ketika SMP, Sharon menggunakan uang tahun barunya untuk meminta pamannya mengirimkan banyak pakaian indah dari Kota Rosaka. Lalu, setiap hari jumat dia akan berjualan di pinggir jalan dekat sekolah sepulang sekolah.


Pada saat itu, Novi pun selalu mengekorinya. Bisnis kecil mereka berdua tersebut bahkan berhasil menghasilkan uang pulahan juta dalam setahun.


Kemudian, ketika masuk SMA, Keluarga Tamin baru menunjukkan sedikit kekayaan mereka. Akan tetapi, karena tugas belajar pada saat SMA lebih berat. Sharon pun harus memberikan kelas tambahan pada Novi dan Gelvin setiap hari. Oleh karena itu, dia pun sudah tidak lanjut untuk “menghasilkan uang” lagi.

__ADS_1


Ketika kuliah, dia juga belajar manajemen keuangan. Seandainya jika tidak ada tragedi


Cruise dalam hidupnya, mungkin sejak awal dia sudah memulai bisnis atau pulang


untuk membantu usaha keluarganya.


Kondisi jalanan hari ini cukup bagus. Bahkan, sebelum pukul tujuh mereka sudah tiba di


pusat kota dan tiba di restoran yang sudah direservasi Novi pukul tujuh.


Sejak awal Novi sudah menunggu di ruangan VIP. Ketika Sharon dan Eric baru saja


memasuki ruangan, Novi sudah menyapa dengan manis, “Paman Tamin, kenapa Anda


bertambah tampan lagi!”


“Dua bulan tidak bertemu, Novi juga semakin cantik!”


Setelah Eric memuji Novi, dia pun duduk di sampingnya.


Sharon juga berjalan sambil tersenyum dan duduk di samping Novi. Saat dia duduk, Novi menyenggol Sharon dengan bahunya.


Sharon memiringkan kepalanya dan melirik Novi sekilas. Lalu, Novi berbicara dengan bisik-bisik di telinga Sharon dan berkata, “Tahun ini sedang kurang beruntung. Tadi, ketika aku datang, aku melihat Nichole dan Carolin.”


Sharon tampak tidak setuju dan berkata, “Apakah dia reservasi satu restoran ini?”


“Tidak,” ujar Novi.


“Lalu, apa yang kamu takutkan?” tanya Sharon.


Novi juga berpikir begitu. Carolin tidak mungkin bisa menyuruh satpam untuk mengusir

__ADS_1


mereka lagi, ‘kan?


Bagaimanapun, semua orang disini membayar. Jadi, tidak ada siapa yang lebih tinggi dari siapa!


__ADS_2