Berjodoh Dengan Duda Anak 1

Berjodoh Dengan Duda Anak 1
Bab 11 Terluka


__ADS_3

Malam ini Atina berencana ke minimarket untuk membeli perlengkapan pribadinya yang mulai menipis. Sekitar jam tujuh malam Atina berpamitan kepada Bapak dan Ibu. Bapak Atina sempat menawarkan diri untuk mengantar tapi Atina menolak secara halus, ia tak mau nanti Bapaknya kelamaan menunggu. Tahu sendiri 'kan perempuan kalau sudah belanja suka lupa waktu.


Dengan mengendarai motor kesayangannya ia melaju membelah keheningan malam, jalanan terlihat tidak terlalu ramai, mungkin karena baru diguyur hujan sehingga membuat orang-orang enggan untuk keluar. Perjalanan dari rumah ke minimarket hanya membutuhkan waktu 20 menit. Sesampainya di minimarket, Atina lantas memarkirkan sepeda motornya, setelah itu ia bergegas masuk.


Keranjang tenteng ia pilih untuk menaruh barang belanjaannya. Perlahan memutari deretan rak yang berisi berbagai macam kebutuhan rumah tangga. Setelah dirasa semua sudah terbeli, tanpa berlama-lama ia langsung menuju ke kasir.


Barang mulai discan oleh seorang kasir perempuan.


"Totalnya tujuh puluh lima ribu rupiah Kak, mungkin mau nambah roti coklatnya Kak. Ini lagi promo beli satu bonus satu ka. gimana?" dengan senyum ramah kasir itu menawarkan roti ke Atina.


"Enggak dulu deh Mbak, itu aja dulu Mbak, ini uangnya pas tujuh puluh lima ya," Atina menyodorkan lembaran uang sesuai totalan belanjaannya.


"Ouh iya, baiklah Kak, nih struk belanjaanya. Makasih, udah berkunjung ke minimarket kami Kak," ujar si kasir sembari menyatukan kedua tangannya.


Atina keluar dari minimarket hendak menuju ke parkiran motor.


"Tumben banget nggak ada tukang parkir, biasanya jam segini masih ada," gumam atina


Ia mulai menstater motornya melaju ke arah pulang. Ditengah jalan keadaan lumayan sepi, Hanya beberapa kendaraan yang sesekali bersisihan dengan motor Atina. Ketika tengah focus mengendarai motornya, tiba-tiba mesin motornya mendadak mati. Atina panik,ia lantas mencoba menghidupkan lagi motornya. Namun berkali-kali dicoba, motor tetap tidak mau menyala. Atina mengedarkan pandangannya ke sekitar. Namun nihil, tak ada satu kendaraan pun yang lewat. Dan itu membuatnya semakin panik serta ada perasaan was-was juga, bayangkan ia seorang diri di pinggir jalan dengan kondisi motor mati, sementara keadaan sekitar tampak sepi. Atina merogoh tas Selempang yang ia bawa, mencoba mencari ponsel untuk minta dijemput oleh Bapaknya. Tapi, setelah beberapa detik tangannya meraba kedalam tas, ia sama sekali tak menemukan benda yang ia cari.


"Ya Allah, kok bisa sampai lupa sih nggak bawa ponsel. Aduuuh, gimana nih aku pulangnya. Mana sepi pula dari tadi nggak ada yang lewat. Apes bener aku!!" gerutu Atina dengan wajah panik dan gelisah.


Sorot lampu menyilaukan terlihat dari kejauhan, setelah semakin dekat Atina seperti mendapat angin segar. Terlihat dua sepeda motor yang dikendarai empat orang pria melaju mendekat.


Atina yang tadinya terlihat senang, raut wajahnya berubah jadi gelisah dan panik ketika melihat gelagat aneh dari ke empat pria itu.


"Cuuy ... ada cewek nih. Sendirian pula!!" seru salah satu pria berbaju cokelat.


"Sendirian aja nih Mbak, ngapain malam-malam gini sendirian di tepi jalan,"

__ADS_1


"Mo-motorku mogok Mas," dengan tergagap Atina menjawab pertanyaan pria tadi. Keringat dingin mulai membasahi kening Atina.


"Udaah, tinggalin aja motornya, mending ikut kita-kita. Gimana, mau nggak?" seru pria itu dengan senyum seringai.


"Nggak maaf permisi Mas, mending saya dorong aja daripada ninggalin motor disini. Belinya pake uang kok main ditinggal. sayanglah!" jawab Atina berusaha untuk tetap tenang menghadapi mereka.


Salah satu pria itu mencegat Atina.


"Mas, mau apa ... minggir nggak, aku mau dorong motorku aja. Awas jangan ngalangin jalanku," Dengan lantang atina menyuruh orang yang menghadang minggir.


"Duuh, cantik-cantik kok galak. Sini ... Ikut kami saja. Ayo, nggak usah sok-sokan nolak segala," pria itu berusaha menarik tangan atina. Bruuk ... karena tarikan dari pria tadi cukup kuat sehingga motor yang atina pegang terjatuh begitu saja.


"Eh lepasin nggak!!! nggak usah pegang-pegang, kalian mau apa sebenarnya haah,pergi nggak atau saya teriak yang kencang!!!" bentak atina mulai murka.


"Udah bro ... seret aja ke kebun itu, kita gilir rame-rame, ha-ha!!"


Tiiin ... tiiin ...terdengar bunyi klakson mobil bersahutan. Mobil berhenti, keluarlah laki-laki tampan dengan badan atletis menghampiri mereka.


"Hey ... lepaskan wanita itu bajing*n!!! Lantang sang pengemudi mobil.


"Mas ... Mas Melvin tolooong Mas," teriak Atina setelah tahu kalau laki-laki yang keluar dari mobil itu adalah Melvin.


"Kalian mau apakan wanita itu haah!! dasar banci. Beraninya sama wanita, sini lawan aku kalau berani," tantang Melvin


Mendapat tantangan dari Melvin, kedua pria tadi langsung menyerang. Buugh ... buugh .... perkelahian tak dapat terelakkan. Melvin yang punya basic ilmu bela diri nampak dengan mudah melumpuhkan para bajing*an itu. Tak butuh waktu lama kedua orang itu terkapar di jalan. Orang yang dari tadi menyeret atina, tiba-tiba mengeluarkan pis*u lipat dari saku celananya. Lantas berlari mendekati Melvin. Dengan brutal ia melayangkan pis*u itu ke arah Melvin, dibantu oleh satu temannya lagi. Sekali dua kali Melvin berhasil menghindar dari sabetan benda tajam itu, hingga tanpa sengaja kakinya menginjak batu, olenglah tubuhnya hendak jatuh, disaat itu pula pria yang memegang pis*u itu melayangkan sabetan ke arah lengan melvin. Sreeek ... sreet ... darah nampak keluar dari balik lengan kemejanya.


"Mas Melvin!!" teriak Atina kaget ketika melihat tangan Melvin terluka.


Dengan keadaan terluka Melvin tetap berusaha melawan para bajing*n itu.

__ADS_1


Atina tidak tinggal diam, ia berlari tak tentu arah mencari bantuan,setelah 5 menit berlari. Ia melihat ada sebuah mobil melintas, gegas Atina mencegat mobil itu ditengah jalan. Kedua tangannya melambai-lambaikan memberi isyarat pada pengemudi mobil untuk berhenti.


Akhirnya mobil itu berhenti juga, keluarlah 3 pemuda dari balik mobil.


"Ada apa Mbak, kok cegat mobil kami, bahaya lhoo kalau tadi saya nggak langsung injak rem mobil, bisa-bisa Mbak tadi ketabrak!!" seru si pengemudi.


"Mas tolongin saya Mas ... tolong ... teman saya dikeroyok orang Mas. Itu mereka disana." Atina menunjuk ke arah tempat dimana melvin tengah melawan para penjahat itu.


"Ayo ... ayo, kita kesana Mbak, kami akan nolongin teman Mbak," pengemudi mobil dan dua temannya berlari mengikuti atina.


Melihat ada beberapa orang tengah menghampiri mereka, para bajing*n itu memilih kabur. Atina dan beberapa orang tadi sudah berada di hadapan melvin.


"Ada apa ini Mas, kenapa mereka Mas sampai di keroyok gitu?" tanya laki-laki itu.


"Mereka mau mencelakai teman saya ini Pak, tadi saya kebetulan lewat dan hendak menolong teman saya ini, jadilah kami tadi sempat berkelahi 1 lawan empat orang," ungkap Melvin dengan nafas yang ngos-ngosan.


"Mas, tangan kamu berdarah," ucap Atina dengan penampilan yang agak berantakan.


"Wah iya tuh Mas. Sepertinya lukanya harus segera diobati tuh Mas. Mau kami bantu bawa ke klinik?" ayo biar kami antar?" ajak laki-laki tadi menawarkan diri.


"Eemmm makasih untuk tawarannya, tapi nggak usah Mas, nanti biar saya ke sana sendiri. Makasih Mas udah mau menolong kami. Kalian boleh melanjutkan perjalanan lagi. Nanti saya akan menelepon orang suruhan saya untuk datang kemari. Sekali lagi terima kasih ya," ucap Melvin sembari berjabat tangan dengan ketiga pemuda itu.


Setelah mereka pergi, melvin menghubungi anak buahnya untuk datang guna mengamankan motor milik Atina.


"Kamu kenapa malam-malam bisa ada disini, sendirian pula. Habis ngapain?" tanya melvin tiba-tiba mengarah ke Atina dengan tatapan tajam.


"Ta-tadi aku habis dari minimarket Mas, pas pulang sampai sini motor aku tiba-tiba mogok. Mau minta tolong tapi sepi, nggak ada yang lewat, sekalinya ada yang lewat malah orang-orang jahat itu yang datang," jelas atina dengan gugup, kepalanya menunduk.


"Kenapa kamu nggak minta dianterin, kenapa keluyuran malam-malam sendirian haah, kalau tadi kamu sampai kenapa-kenapa gimana. Kamu mikir nggak sampai kesitu. Dasar ceroboh!!!"

__ADS_1


__ADS_2