Berjodoh Dengan Duda Anak 1

Berjodoh Dengan Duda Anak 1
Bab 66 Kacau


__ADS_3

"Kamu!! Ngapain kamu ada di sini?!!" teriak wanita itu. Dan ya, kalian tahu siapa wanita itu? Yups... Benar sekali, dia adalah Alana. Mantan istri sekaligus mama kandung Chessy.


"Aku ada disini karena Mas Melvin yang meminta ku untuk kemari. memangnya kenapa? Salah??" Atina balik tanya.


"Mana Mas Melvin?? aku mau bertemu dengannya!!" sungut Alana, ia hendak menerobos masuk. Mencoba mendorong Atina yang sejak tadi berdiri di tengah-tengah pintu sehingga menghalangi langkah Alana.


"Eh, yang sopan ya!! Main dorong-dorong seenaknya. Situ nggak lihat aku ada dimana?!" Amarah Atina mulai berkobar.


"Hah!! Salah sendiri ngalangin jalan. Makanya jangan sok jadi tuan rumah. Aku ini Mama kandung Chessy, jadi aku lebih berhak ada disini daripada kamu. Ngerti!!" bentak Alana. Tapi sedikit pun Atina merasa tak gentar. Justru ia terlihat santai menghadapi wanita ajaib itu.


"Lucu!!" celetuk Atina dengan senyum misterius.


"Lucu?? Apa maksud kamu?? Apanya yang lucu?" tanya Alana sedikit heran. Ia mengerutkan kening menatap Atina yang sudah seperti orang gila. Senyum-senyum sendiri tanpa sebab.


"Tingkah kamu," sambung Atina masih dengan ekspresi santai. Tak ada ketegangan di wajahnya.


Bruugh... Tiba-tiba tanpa sebab, Alana tersungkur ke lantai. Padahal jelas-jelas tak ada yang mendorongnya. Atina yang melihat itu sangat terkejut, tak ada angin tak ada gempa, kenapa wanita yang ada dihadapannya itu ambruk ke lantai begitu saja. Ah, benar-benar aneh.


"Aduuh!!" teriak Alana meringis sembari memegang pinggangnya.


"Mama!!" tiba-tiba Chessy berlari menghampiri Alana yang tengah terduduk di lantai. Wajah wanita itu pura-pura kesakitan. "Mama kenapa?? kok bisa sampai jatuh gini sih, Ma??" Chessy berusaha membantu sang Mama untuk berdiri.


"Mama didorong sama guru kamu, Sayang. Nggak tau salah Mama apa. Tiba-tiba dia dorong Mama sampai jatuh ke lantai," adu Alana kepada sang anak.


"What!! Aku dorong kamu? Jangan fitnah ya!!" Atina merasa tak terima atas tuduhan dari Alana. Apalagi ia berbohong di hadapan Chessy.


"Ada apa ini??" Melvin tiba-tiba muncul. Tampak ia terkejut dengan kehadiran Alana.


"Kata Mama, Bu Atina dorong Mama sampai jatuh ke lantai Pa," sahut Chessy, ia kini tengah duduk bersebelahan dengan Alana.

__ADS_1


"Bohong Mas!! Mbak Alana fitnah. Aku sama sekali nggak mendorong dia. Pegang aja enggak, apalagi dorong."


"Iya Sayang. Mas percaya kok sama kamu. Nggak mungkin kamu bersikap kasar sama Alana." Ucapan Melvin membuat Atina merasa dilindungi. Tanpa sadar, ia tersenyum sembari menatap lekat ke arah Alana yang tengah berpura-pura kesakitan.


"Kamu lihat, Chess! Papa kamu lebih percaya sama wanita itu daripada sama Mama. Kamu mau kalau punya Mama sambung yang jahat seperti dia?" Alana memprovokasi sang anak. Chessy yang mendengar itu hanya bisa diam. Ia tak tahu harus menjawab apa.


"Alana!! Apa maksud kamu bicara seperti itu sama Chessy. Kamu mau meracuni pikiran Chessy supaya benci sama Atina, iya!!" Bentakan Melvin membuat semua terperanjat saking kagetnya dengan suara menggelegar seorang Melvin. "Atina bukan kamu Alana. Dia wanita yang baik, bahkan sangat baik. Kamu kalau mau ngatain orang tuh ngaca dulu. Jangan asal mangap aja tuh mulut," lagi-lagi ucapan Melvin membuat Alana mati kutu. Ia diam tak berkutik sama sekali.


"Pa, jangan bentak Mama, Pa. Bicaralah yang pelan. Tak harus pakai acara membentak gitu, Pa," ucap Chessy seolah tak terima kalau Mamanya di bentak-bentak.


"Maaf, Sayang. Papa terlalu emosi dengan Mama kamu. Dia sudah keterlaluan karena berani menfitnah calon istri Papa, calon Mama sambung kamu juga, Nak." Alana seketika melotot mendengar ucapan mantan suaminya itu.


"Apa maksud Papa ngomong seperti itu??" Chessy yang juga terkejut, kini mulai mempertanyakan arti dari ucapan sang Papa barusan. "Bu Atina. Itu nggak benar 'kan Bu. Bu Atina nggak akan nikah sama Papa Chessy 'kan Bu. Bukankah Chessy sudah pernah ngomong langsung sama Bu Atina kalau Chessy menginginkan Papa dan Mama Chessy kembali bersama. Lantas kenapa Papa Chessy ngomongnya gitu??" Tanya Chessy tiba-tiba wajahnya berubah sendu.


"Apa, kamu ngomong apa sama Bu Atina Chess? Kamu ...."


"Mas!! Udah, jangan diteruskan!!" Atina langsung memotong ucapan Melvin.


"Sudahlah, Mas. Hal itu juga sudah berlalu. Jadi nggak perlu aku bahas lagi." Sahut Atina. Ia terlihat enggan untuk menjawab pertanyaan dari Melvin barusan.


Alana yang sedari tadi diam. Ternyata momen itu membuatnya tampak senang. Diam-diam wanita itu senyum-senyum sendiri melihat perdebatan antara putrinya dengan wanita yang ia anggap sebagai penghalang untuk dirinya bisa kembali rujuk dengan Melvin. Dengan adanya Chessy, setidaknya membuat Alana kembali semangat untuk melancar'kan niatnya kembali kepada mantan suaminya. Ya, dia akan menggunakan Chessy sebagai perantara untuk memulus'kan keinginannya itu. Dia yakin, lambat laun Melvin akan bisa ia miliki seutuh nya. Masalah Atina, Alana sudah mempunyai deretan rencana untuk membuat wanita itu hengkang secepat mungkin dari sisi Melvin.


"Nggak, Tin. Mas harus tahu. Apa yang Chessy bilang sama kamu. Tolong katakan sama Mas, Tin." Melvin terus mendesak Atina untuk berbicara jujur.


"Nanti saja ya, Mas. Aku akan jelasin sama kamu. Tapi tidak untuk sekarang." Ucap Atina tanpa ada keraguan dari raut wajahnya.


"Alana. Sebaiknya kamu lebih baik pulang sekarang. Aku dan Atina butuh privasi. Karena kami hari ini ada acara yang mana hanya boleh ada aku, Atina dan juga Chessy. Tanpa adanya pihak luar. Jadi aku minta sama kamu, mending kamu pulang sekarang juga." Dengan tegas Melvin mengusir Alana.


"Kamu ngusir aku, Mas. Nggak!! aku nggak mau pergi. Aku kesini karena mau bertemu anak kita. Jadi kamu nggak bisa ngelarang-ngelarang aku." Tolak Alana dengan sedikit emosi.

__ADS_1


"Pa, udahlah. Biarin Mama disini dulu. lagi pula Chessy nggak keberatan kok kalau ada Mama disini." Bela Chessy kepada sang Mama. Seketika itu juga Alana merasa kemenangan ada di tangannya. Dengan sikap Chessy, Alana pikir pasti Melvin tak akan berani lagi untuk mengusirnya.


"Mama kamu boleh kesini kapan pun Chess. Tapi tidak untuk hari ini. Kamu 'kan tahu, sekarang ada Bu Atina disini. Mana mungkin Papa bolehin Mama kamu ada disini juga," Melvin berusaha memberi pengertian kepada sang anak.


"Tapi Pa. Apa salahnya Mama ada disini. Memang nya kenapa kalau ada Mama, Pa??"


"Udah ya, Chess. Nurut saja apa kata Papa barusan!!" Melvin mulai hilang kesabaran menghadapi sang anak yang sejak tadi seolah membantah ucapannya.


Seketika Chessy tertunduk.


"Mas, kamu apa-apaan sih. Hanya karena wanita itu kamu marahin anak kita. Keterlaluan ya kamu, Mas!!" Alana murka mendapati sang anak di marahi oleh Papa nya hanya karena wanita yang bukan siapa-siapa dalam keluarga itu.


"Diam kamu Alana. Nggak usah ikut campur, atau kamu akan ...."


"Mas, udah Mas. Kontrol emosi kamu. Jangan emosi Mas," Atina memegang lengan Melvin. Ia berusaha meredam amarah laki-laki itu. "Sebaiknya aku saja yang pergi ya Mas. Daripada semua jadi kacau seperti ini." Seru Atina, ia berusaha untuk mengalah.


"Nggak, Sayang. Kamu nggak boleh pergi sekarang. Yang harus pergi itu bukan kamu, tapi Alana, Tin. Kamu jangan kemana-mana. Tetap stay di sini."


Tiba-tiba Chessy berdiri.


"Ayo Ma. Sebaiknya kita keluar saja. Kita jalan-jalan aja Ma. Biarin Papa sama Bu Atina. Papa kayaknya lebih senang kalau disisi Bu Atina daripada sama Chessy atau Mama," seru Chessy, ia langsung menggandeng tangan sang Mama berjalan keluar rumah.


Melvin yang melihat itu langsung menyugar rambutnya dengan kasar.


"Arrgh!! Gara-gara Alana, Chessy jadi pembangkang gitu sekarang. Dasar wanita nggak tahu diri!!" umpat Melvin. Ia terlihat sangat Emosi.


Refleks Atina langsung memeluk Melvin begitu saja.


"Maafkan aku, Mas. Maafkan aku kalau kehadiranku membuat kamu dan Chessy bertengkar." Lirih Atina sembari memeluk erat tubuh Melvin.

__ADS_1


Mendapat pelukan hangat dari sang kekasih membuat emosi Melvin luntur seketika.


"Hey!! Kamu nggak salah, Sayang. Kenapa minta maaf? Apa yang terjadi hari ini bukanlah salah kamu. Jadi kamu nggak perlu merasa seperti itu. Oke!!" Melvin menyambut pelukan Atina dengan penuh kelembutan. Mereka pun saling memberi kehangatan lewat pelukan satu sama lain.


__ADS_2