Berjodoh Dengan Duda Anak 1

Berjodoh Dengan Duda Anak 1
Bab 58 Versi Alana


__ADS_3

Ketika mendapat undangan pernikahan dari Sandra, Alana merasa heran. Bukankah sahabatnya itu baru saja putus dengan tunangannya. Kenapa sekarang malah menikah. Apa mereka balikan? Itulah beberapa pertanyaan yang mampir dalam benak Alana.


Sandra adalah teman sewaktu mereka duduk di bangku SMA, mereka akrab sudah dari dulu bahkan sampai sekarang, hanya saja beberapa bulan terakhir mereka sangat jarang bertemu karena kesibukan masing-masing. Alana juga tahu bahwa mantan tunangan Sandra mengajar di sekolah putrinya yaitu Chessy. Itu artinya, Putra yang merupakan mantan tunangan Sandra itu merupakan rekan kerja wanita yang bernama Atina, yang mana wanita itulah yang sekarang menjadi kekasih mantan suaminya sendiri, Mas Melvin.


Ketika tengah memegang undangan pernikahan Sandra, tiba-tiba Alana mendapatkan Ide yang sangat brilian. Ide untuk bisa menghancurkan hubungan antara Melvin dengan wanitq yang bernama Atina itu. Dia sangat yakin bahwa Atina pasti akan diundang juga ke acara pernikahan Sandra dan Putra.


Terlihat Alana tengah menelepon seseorang.


Klik... Panggilan di terima oleh orang dari seberang telepon.


"Halo Sayang, kamu lagi ngapain? Mama ganggu kamu nggak??" ternyata Alana menghubungi putrinya Chessy.


[Iya Ma, halo. Nggak kok Ma. Chessy lagi di kamar aja sambil baca buku cerita. Ada apa Ma??]


"Gini... Mama dapat undangan dari temen Mama. Temen Mama itu nikah, kira-kira kalau Mama ngajak kamu, kamu mau nggak ikut sama Mama. Tapi nanti kamu ajak Papa juga ya. Gimana Chess??"


[Chessy sih mau Ma. Tapi kalau ngajak Papa kayaknya akan susah Ma. Pasti Papa akan langsung nolak].

__ADS_1


"Ya, Chessy jangan langsung bilang kalau Mama yang ngajak. Chessy bilang aja kalau mau datang ke acara ulang tahun temen. Pasti Papa kamu nggak akan nolak kalau alasan Chessy seperti itu. Nah, ketika Papa setuju untuk ikut, malam nanti pas acara, Mama akan kesitu buat jemput Chessy. Nah, pada saat itu Chessy kasih aja alasan kalau Chessy nggak jadi ke acara ulang tahun temen karena Chessy mau ikut sama Mama. Terus, Chessy bujuk Papa biar dia mau ikut juga. Gimana cara Chessy deh, bujuk sampai Papa mau ikut. Gimana Sayang? Apa kamu bisa ngelakuin itu buat Mama. Kamu mau 'kan kita bisa pergi bertiga nanti." Bujuk Alana, dia memanfaatkan sang anak untuk bisa mencapai semua rencana yang sudah ia susun sedemikian rupa. Untuk beberapa saat Chessy terdiam.


[Mm... Chessy harus bohong dong Ma kalau gitu. Kalau Papa tahu, Chessy pasti kena marah Papa, Ma]


"Ya nggak apa-apa Sayang berbohong untuk kebaikan. Kalau kamu nggak ngasih tahu Papa, pasti Papa kamu nggak akan tahu kok Chess."


[Iya deh Ma. Nanti Chessy coba bilang sama Papa sesuai yang tadi Mama bilang. Semoga aja Papa nggak nolak Ma].


"Oke, nanti kabari Mama ya Chess, kalau Papa kamu mau di ajak pergi. Mama tutup dulu teleponnya. Kamu bisa lanjutin baca buku lagi. Udah dulu ya Sayang," Alana langsung menekan tombol merah, setelah sebelumnya Chessy mengucapkan salam dari seberang sana.


Di tempat resepsi pernikahan Sandra.


"Baik Ma, jangan lama-lama ya Ma." Seru Chessy memperingatkan sang Mama. Melvin hanya diam, ia sama sekali tidak merespon Alana.


Chessy dan Melvin kini tengah duduk tak jauh dari pelaminan. Tampak dari tempat duduknya, mata Melvin terus menatap ke arah pengantin laki-laki. Ia mengerutkan kening seperti sedang mengingat-ingat sesuatu, tapi setelah beberapa kali, ia tak juga menemukan apa yang sebenarnya ia coba untuk ingat.


"Laki-laki itu, kenapa wajahnya tidak asing. Aku seperti pernah melihatnya. Tapi dimana??" Batin Melvin. Ia terus menerus memandang ke arah sang pengantin laki-laki.

__ADS_1


Sementara itu di toilet, Alana sudah menyelesaikan hajatnya. Ia bergegas hendak keluar dari bilik toilet. Ketika hendak menuju pintu keluar, tak sengaja dirinya bertemu dengan Atina. Tentu saja inilah momen yang Alana tunggu. Dengan wajah congkak, Alana menghampiri Atina. Atina terlihat sangat terkejut dengan kehadiran Alana yang tiba-tiba. Mereka berdua saling tatap seolah tengah bersiap untuk saling menyerang, bukan baku hantam dan adu fisik seperti layaknya laki-laki, tapi lebih ke debat argumen.


"Kamu disini juga rupanya. Pasti kamu juga tahu 'kan, aku kesini sama siapa aja. Gimana menurut kamu, aku dan Melvin pasangan yang serasi bukan? Apalagi diantara kami sudah ada seorang putri yang cantik. Dan kamu tau nggak, Chessy sangat menginginkan Mama dan Papanya kembali bersatu. Jadi, aku harap kamu sadar diri. Sebaiknya mulai saat ini juga kamu harus jauhi Mas Melvin. Karena dia hanya akan menjadi suamiku nanti. Ya... Aku berencana ingin rujuk lagi padanya," ucap Alana dengan senyum mengejek. Terlihat sepertinya Atina sangat malas meladeni Alana. Ia tetap acuh seakan enggan untuk menghabiskan energi hanya demi menyahut ucapan Alana. Tapi tampaknya Alana masih belum puas untuk memancing Atina dengan kata-kata pedasnya. Hingga pada akhirnya Atina seakan tak lagi mampu menahan emosi, wajahnya kian memerah, telapak tangan terkepal tanpa sadar.


"Oh ya. Bagus dong kalau gitu. Kalau Mas Melvin mau dan bersedia rujuk sama kamu, aku akan dengan senang hati melepaskannya. Tapi, masalahnya apa Mas Melvin mau rujuk sama wanita yang pernah berselingkuh dibelakangnya. Coba anda pikir, selingkuh itu kesalahan yang amat fatal lho. Tidak semua orang bisa memaafkan seorang yang pernah berbuat selingkuh. Sebelum kamu punya keinginan untuk rujuk kembali sama Mas Melvin. Sebaiknya kamu perbaiki dulu sikap kamu ini. Jangan-jangan ketika sudah kembali sama Mas Melvin, kamu akan kembali berselingkuh lagi kayak dulu. Ups ... maaf ya, tapi menurut berita yang aku dengar, selingkuh itu seperti penyakit Eksim loh, digaruk sekali saja bukannya sembuh yang ada malah akan menimbulkan rasa gatal berkepanjangan sehingga mau tak mau ia butuh pelampiasan alias butuh garukan yang makin ekstra. Kamu paham 'kan maksud kata-kataku barusan??"


"Kurang ajar, kamu menghinaku. Jangan sok tau ya jadi orang. Kamu nggak tau gimana kejadian dulu yang menimpa aku dan Mas Melvin. Jadi, nggak usah sok tau!!" Alana merasa tak terima dengan kata-kata pedas yang Atina lontarkan barusan. Kata-kata itu sudah seperti bom yang mampu memporak-porandakan hati dan perasaan Alan. Niat hati ingin membuat Atina panas hati. Justru malah dirinyalah yang jadi korban senjatanya sendiri. Tak mau semakin emosi, Alana memilih untuk pergi dari hadapan wanita itu.


"Mama!! lama banget di toiletnya. Tadi katanya cuma sebntar," sungut Chessy terlihat kesal kepada sang Mama.


"Maaf Sayang. Tadi tiba-tiba saja perut Mama mules-mules gitu, Maaf kalau jadi lama. Maafin Mama ya??"


mendengar alasan dari Mamanya, Chessy hanya mengangguk. Sedangkan Melvin, laki-laki itu sepertinya tak tertarik sama sekali dengan apa yang Alana utarakan barusan.


"Ma, sebaiknya kita pulang sekarang yuk Ma. Chessy nggak betah lama-lama disini. Nggak ada anak kecilnya, semua orang dewasa. Membosankan!!" gerutu Chessy.


"Iya Sayang. Kita pulang sekarang ya. Tapi sebelum pulang, Mama mau salaman dulu dengan pengantinnya, nggak apa-apa 'kan Chess,??" Chessy hanya mengangguk. "Ayo Mas. Kita sapa dulu pengantinnya sekalian pamitan pulang." Ajak Alana, tanpa berkata-kata, Melvin bangkit dari duduknya, baru berjalan bebeberapa langkah, dirinya justru harus dipertemukan dengan Atina di waktu dan tempat yang tidak tepat. Seketika wajah Melvin terlihat tegang, mendadak kegugupan menimpa dirinya.

__ADS_1


Alana, dialah orang yang paling bersuka cita dalam situasi ini. Dirinya berasumsi bahwa setelah ini, pasti akan ada drama yang menyayat hati. Tapi bukan hatinya yang tersayat melainkan hati dari wanita yang bernama Atina.


__ADS_2