Berjodoh Dengan Duda Anak 1

Berjodoh Dengan Duda Anak 1
Bab 62 Penolakan Melvin


__ADS_3

Alana terus saja gencar mendekati Melvin kembali, ia bahkan membayar seseorang untuk terus mengawasi kegiatan Melvin sehari-hari demi bisa tahu apa saja yang laki-laki itu lakukan.


"Gimana, ada info penting apa yang kamu bawa kali ini?" tanya Alana kepada orang suruhannnya.


"Ada Bos. Kemaren pagi kami mengikuti Pak Melvin. Sebelum ke kantor, dia mengantar putrinya ke sekolah Bos. Tapi tidak hanya mengantar sang putri. Pak Melvin ternyata bertemu dengan seorang wanita. Kalau nggak salah, wanita itu adalah salah satu guru di sekolah itu. Cukup lama mereka saling mengobrol di halaman sekolah Bos. Bahkan ketika selesai mengobrol dengan wanita itu, pak Melvin terlihat sumringah wajahnya, selama meninggalkan sekolah, kami lihat dia terus tersenyum sepanjang jalan menuju tempat mobilnya di parkirkan. Hanya itu info dari kami Bos. Karena setelah dari sekolah, Pak Melvin langsung menuju kantornya." Ungkap sang anak buah memberikan keterangan secara lengkap kepada Alana. Alana mengepalkan tangannya ketika mendengar Melvin menemui salah satu guru di sekolah Chessy. Tentu saja ia tahu siapa yang Melvin temui itu. Wanita yang di maksud anak buahnya pastilah Atina. Kekasih dari sang mantan suami.


"Oke! Makasih untuk informasi hari ini. Terus awasi Pak Melvin. Kejadian apa saja, langsung lapor sama saya. Sekarang, kalian boleh pergi!"


"Baik Bos. Kami permisi dulu." Alana menganggukkan kepala.


"Ternyata wanita itu belum nyerah juga. Aku kira setelah kejadian malam itu, dia akan mutusin Mas Melvin. Ternyata dugaanku salah. Sepertinya aku akan sedikit kesulitan buat memisahkan mereka berdua. Ah, sial!! Gara-gara ada wanita itu. Aku harus bekerja ekstra untuk bisa mendapatkan Mas Melvin lagi." Gumam Alana, ia terlihat sangat kesal. Karena rencananya kemarin untuk membuat Atina menjauhi Melvin tak berhasil. Kini ia harus memutar otak untuk mencari cara lain agar Atina dan Melvin benar-benar berpisah.


Sepertinya ia harus melibatkan Chessy agar semua rencananya untuk memisahkan Atina dan Melvin terlaksana.


Alana tidak akan sanggup kalau sampai dirinya tidak bisa mendapatkan kembali keluarga kecilnya. Ia akan berusaha semaksimal mungkin. Apapun akan ia lakukan asal ia bisa kembali bersatu lagi dengan mantan suami.


[Mas, kamu lagi sibuk nggak? Apa boleh aku mampir ke kantor kamu?] pesan WA Alana sengaja kirim untuk Melvin.


Beberapa menit menunggu tak ada respon. Bahkan chat darinya belum di baca oleh Melvin. Entah karena Melvin memang sedang sibuk dengan pekerjaan, ataukah ia memang sengaja tidak mau merespon chat dari Alana itu.


"Mas Melvin kemana sih? chat aku sama sekali nggak dibaca. Apa dia lagi sibuk kerja. Ah, nggak mungkin. Pasti dia memang sengaja nggak mau bales pesan dariku. Apa sebaiknya aku ke kantornya saja kali ya." Gumam Alana.

__ADS_1


Setelah di pikir-pikir, akhirnya Alana pun memutuskan untuk berkunjung ke kantor Melvin sekalian membawakan makan siang untuk mantan suaminya itu.


Lantas ia pun bersiap menuju kantor Melvin. Terlebih dulu Alana memesan makanan lewat aplikasi. sembari menunggu pesanan makanan di antar sama kurir. Alana bergegas mandi sejenak. Tak lupa ia berdandan dengan dandan'an natural seperti yang Melvin suka dulu. Mantan suaminya itu dulu sangat suka kalau dirinya berdandan secara natural, tidak berlebihan, istilah katanya tidaklah menor.


"Aku akan kesitu Mas. Mudah-mudahan saja kamu tidak menolak kehadiran ku. Aku kangen banget dengan masa-masa dulu, di jam makan siang, aku selalu membawakan kamu makanan. Dan sekarang, aku ingin mengulangi kembali masa-masa itu Mas. Aku mohon, jangan patah'kan semangat ku ini untuk bisa memperbaiki hubungan kita yang dulu pernah rusak karena orang ketiga." Alana bergumam sendiri sembari fokus menyetir. Kini Alana sudah berada dalam mobil, ia sudah menempuh separuh perjalanan. Artinya tak lama lagi ia akan sampai ke tempat tujuan.


Ketika sudah sampai di pelataran parkir kantor. Alana langsung memarkirkan mobilnya.


"Bu Alana ya?" tegur seorang laki-laki dengan mengenakan seragam keamanan. Sepertinya laki-laki itu adalah seorang satpam kantor.


"Pak Sigit!!" seru Alana ketika melihat ke arah orang yang tadi memanggil namanya.


"Iya Bu. Ini saya, Sigit. Ibu Alana apa kabar?? Sudah lama nggak pernah ketemu sama Ibu," tanya pak satpam yang bernama Sigit.


"Ah, nggak apa-apa Bu. Justru saya segan kalau hanya memanggil Bu Alana dengan nama saja,"


"Nggak usah ngerasa gitu Pak. Anggap saja saya ini putri Bapak sendiri. Jadi nggak ada alasan untuk tak manggil saya dengan nama aja."


"ah ,iya. Baiklah kalau gitu, Ana. Nak Ana kesini pasti mau bertemu Pak Melvin ya? Mari saya antar. Kebetulan Pak Melvin lagi di ruangannya." Tawar Pak Sigit sangat ramah kepada mantan istri Bos nya itu.


"Terimakasih ya Pak. Pak Sigit ini dari dulu selalu baik sama saya." Sahut Alana. ia melangkah mengikuti pak Sigit menuju ruangan Melvin. Ketika memasuki kantor, semua sudah banyak yang perubahan. penataan ruang, warna cat dinding serta hiasan yang menempel di tiap sudut dinding sudah berubah lebih cantik dan enak di pandang. Tidak seperti dulu yang terkesan sangat monoton.

__ADS_1


"Nah, sudah sampai Nak Ana. Ini ruang Pak Melvin. Ya sudah, kalau gitu saya pamit kembali ke depan ya."


"Iya Pak. Terima kasih, bapak sudah mau nganterin saya ke sini."


"Iya sama-sama Nak Ana."


Setelah Pak Sigit berlalu, lantas Alana memberanikan diri mengetuk pintu ruangan Melvin.


Tok ... Tok ....


"Masuk!!" terian Melvin dari dalam. Tanpa menunggu lama, Alana langsung melangkah masuk.


"Assalamu'alaikum Mas!!" sapa Alana mencoba berjalan mendekat ke arah meja kerja Melvin. Seketika Melvin yang sejak tadi fokus menatap layar laptopnya, ia langsung menoleh ke arah sumber suara. Seketika itu juga, mata Melvin langsung membulat karena terkejut melihat wanita yang kini tengah berdiri dihadapannya.


"Alana!! Kamu ...." Teriak Melvin dengan muka terkejut.


"Iya Mas. Ini aku Alana. Maaf kalau aku ganggu waktu kamu. Dari tadi aku WA kamu tak di balas juga. Ya sudah, akhirnya aku memutuskan untuk langsung kesini. Ini aku juga bawain kamu makan siang. Aku bawa makanan kesukaan kamu Mas. Rendang kentang dan juga ayam goreng lengkuas."


"Maaf Alana. Tapi saat ini aku lagi banyak kerjaan. Kamu kasihkan saja makanan itu sama pak Satpam di diluar!!" Tolak Melvin, ia sama sekali tak menghiraukan kehadiran Alana.


"Kenapa kamu tega sekali ngomong gitu Mas. Aku kesini dengan niat baik bawain kamu makanan. Tapi kamu malah tidak menghargainya, apa aku salah kalau cuma ngasih kamu makanan Mas??" tanya Alana, ia merasa sakit hati tidak dihargai oleh seorang Melvin.

__ADS_1


"Aku sama sekali tidak menyuruh kamu kesini apalagi sambil membawa makanan. Jadi jangan salahkan aku kalau sampai menolak pemberian dari kamu. Sebaiknya kamu tinggalkan ruangan ini sekarang juga. Aku nggak ada waktu untuk ngobrol-ngobrol sama kamu. Jadi aku harap, kamu bisa segera pergi dari sini." Usir Melvin.


__ADS_2