Berjodoh Dengan Duda Anak 1

Berjodoh Dengan Duda Anak 1
Bab 21 Alana Ke Rumah Melvin


__ADS_3

Tengah focus menyetir, mendadak ponsel berdering, tertera nama Ibu di layar ponsel. Lantas Melvin menepikan mobil ke pinggir jalan terlebih dahulu guna mengangkat panggilan dari sang ibu.


"Assalamualaikum Bu, halo Bu, ada apa?"


"Waalaikumsalam Vin, kamu dimana, cepet pulang sekarang Nak," sahut ibu melvin dari seberang sambungan telepon, terdengar nada bicara sang ibu seperti orang panik.


"Ada apa Bu, kok Ibu kayak panik gitu suara nya, apa yang terjadi di rumah Bu?" tanya melvin merasa heran.


"Di rumah ada Alana Vin, dia maksa buat ketemu sama Chessy. Tadi Ibu sudah bilang kalau Chessy lagi tidur , tapi mantan istri kamu itu nggak percaya, dikiranya Ibu bohong. Makanya dari tadi maksa terus buat masuk. Kamu cepat pulang ya sekarang. Udah, Ibu matiin dulu telepon nya. Assalamualaikum...." Seru sang Ibu mengakhiri panggilan telepon.


"Arrgh ... wanita itu maunya apa sih, udah di tegesin masih juga nggak paham," geram Melvin sembari kedua tangan memukul stir mobil.


Lantas ia memacu mobil dengan kecepatan tinggi agar segera sampai rumah. Ia tidak mau dan belum siap untuk memberi tahu Chessy tentang kenyataan kalau mama kandungnya masih hidup, tidak seperti apa yang selama ini ia katakan kepada putri semata wayangnya itu. Tak lama kemudian mobil melvin memasuki pekarangan rumahnya. Ia melihat dari kaca mobil, Alana tengah berdiri di depan pintu masuk. Ketika mobil melvin datang, seketika Alana berbalik badan menghadap ke arah melvin.


"Mau apa kamu kemari, apa kamu nggak ngerti juga apa yang sudah aku katakan padamu tadi. Jangan pernah mengusik kehidupanku dan juga Chessy, kamu paham nggak sih!!" Melvin mendekati alana dengan tersulut emosi.

__ADS_1


"Aku ini Mama kandung chessy Mas, orang yang sudah melahirkan Chessy ke dunia ini. Jadi, aku juga punya hak untuk ketemu dengan Anakku Mas, makanya aku kesini," sahut Alana menatap melvin dengan tatapan berani.


"Ha-ha ... anak, kamu bilang!!! Sejak kapan kamu menganggap Chessy itu Anakmu. Setelah kamu meninggalkan ia begitu saja demi lari bersama laki-laki brengsek itu. Apa kamu nggak punya malu, tiba-tiba datang sok-sokan peduli sama chessy. Kemana saja kamu selama ini haah!! apa wanita seperti kamu masih pantas di panggil dengan sebutan Mama!!" hardikMelvin membuat Alana menunduk malu.


"Aku minta maaf untuk kesalahanku yang dulu Mas, maka dari itu aku kembali kesini untuk memperbaiki semuanya Mas, aku berharap kamu mau memberiku kesempatan."


"Tidak Ana, aku sudah nggak mau lagi ada kaitan apapun denganmu. Oke, jalau untuk Chessy kamu boleh menemuinya, tapi tidak sekarang. Biarkan aku menjelaskan dulu kepadanya tentang kamu. Kalau dia bersedia Bertemu denganmu, maka aku tidak akan melarang nya. Tapi kalau chessy nggak mau ketemu sama kamu, maka kamu tidak boleh memaksanya." Usul Melvin, ia tidak mau lagi berdebat dengan wanita itu.


"Tapi Mas, apa nggak bisa kalau sekarang aku pengen melihat anakku Mas, aku janji nggak akan bikin rusuh di rumah kamu Mas. Aku cuma mau melihat anak kita saja." Alana memelas.


"Kenapa diam, benar 'kan tebakanku tadi?"


Alana akhirnya mengangguk.


"Iya kamu benar Mas, ternyata laki-laki itu tidak sebaik yang aku kira. Ia pergi ninggalin aku dengan wanita lain, padahal selama ini aku sudah memenuhi semua apa yang ia inginkan," jawab alana dengan mata berkaca-kaca.

__ADS_1


"Itu salah kamu sendiri jadi wanita terlalu bodoh, inilah akibatnya. Sekarang kamu menyesal 'kan dengan kelakuan kamu dulu. Aku sudah menebak kalau ini pasti akan terjadi, dan buktinya sekarang ... semua tebakanku nggak ada yang meleset. Aku bisa menilai seperti apa laki-laki itu hanya sekali lihat saja."


Alana lagi-lagi hanya bisa terdiam, ia sangat Malu kepada mantan suaminya itu. Alana tidak mengira kalau kebodohan nya dulu akan membuat hidupnya nelangsa seperti sekarang ini.


"Sekarang kamu bisa pergi dari sini, jangan coba-coba untuk kemari lagi tanpa persetujuan dari aku. Dan untuk soal Chessy, kamu nggak perlu khawatir, lambat laun aku akan kasih tau semuanya sama dia, tentang kenyataan kalau kamu, Mama kandungnya masih hidup sampai sekarang.Walaupun aku benci sama kamu, tapi aku tidak akan sejahat itu memisahkan kamu dan anak kita. Sudah, mending kamu pulang." usir melvin sembari melangkah masuk ke dalam rumah, namun ... baru sampai di depan pintu Alana memanggil namanya.


"Mas Melvin!" Sejenak Melvin menghentikan langkahnya.


"Ada apa lagi?!"


"Mas mau 'kan memaafkan aku, dan Mas janji 'kan mempertemukan aku dengan Chessy suatu hari nanti, tapi aku harap jangan terlalu lama ya Mas. Aku beneran kangen sama anak kita, aku mau meminta maaf sama dia Mas,"


"Iya, aku memaafkanmu, tapi jangan pernah sedikitpun kamu mengharap kalau aku bakal kembali lagi padamu. Dan soal chessy, seperti yang tadi aku katakan, kasih aku waktu untuk ngejelasin semuanya sama dia. Udah ya, Aku rasa cukup sampai disini obrolan kita, aku masuk dulu, Melvin lantas menutup pintu begitu saja ketika ia sudah kembali masuk ke dalam rumah.


"Aku nggak akan nyerah Mas, aku akan berusaha untuk merebut hatimu lagi. Aku akan berusaha agar kamu mau kembali lagi sama aku mas," gumam Alana, matanya menatap nanar ke arah pintu.

__ADS_1


Lantas Alana mulai beranjak dari rumah Melvin, berjalan keluar gerbang, sekali lagi ia menatap rumah megah itu dengan mata berkaca-kaca, teringat kenangan dulu disaat keluarga kecilnya hidup dengan bahagia. Ia sangat ingat ketika pertama kali dirinya tahu kalau ternyata ia tengah hamil. Melvin dengan sangat bahagia memeluk tubuhnya erat ketika tau berita tentang kehamilannya itu. Alana teringat juga akan sikap manis yang melvin berikan kepada dirinya. Tak pernah sedikitpun laki-laki itu membuatnya menangis. Hanya kebahagiaan yang selalu Melvin berikan. Dan itu membuat Alana benar-benar menyesal, kenapa dulu ia harus tergoda dengan laki-laki yang bahkan baru beberapa bulan ia kenal. Sungguh kebodohan itulah yang sampai detik ini membuat Alana selalu memaki-maki diri sendiri.


__ADS_2