
Atina pagi ini bangun seperti biasa ketika adzan subuh berkumandang. Seusai sholat subuh, ia mengecek hp nya sejenak. Ternyata ada 4 panggilan tak terjawab dari nomor Melvin dan 2 panggilan tak terjawab dari nomor Putra.
"Lah, kok bisa kompakan sih, Mas Melvin dan Mas Putra telepon aku. Waktu panggilan juga sama, sekitar jam 12 malam. Ada apa ya?? Duh... Aku harus hubungi siapa dulu nih. Tapi ... Ini masih terlalu pagi. Nanti aja kali ya kalau udah agak siangan." Gumam Atina. Dua orang laki-laki yang satu kekasihnya sendiri dan satunya lagi rekan kerja sesama guru, entah ada hal pentingkah atau bagaimana sampai kedua laki-laki itu menelepon Atina tengah malam di mana saat itu jelas Atina sudah terlelap terbuai mimpi.
Atina ke dapur untuk membantu Ibunya menyiapkan sarapan pagi.
"Bu. Hari ini mau masak apa?? Biar Atina bantuin."
"Ibu juga masih bingung Tin. Dari tadi liat stok kulkas juga masih lumayan lengkap. Tapi, Ibu malah bingung sendiri mana yang mau di olah duluan."
Atina lantas menghampiri ibunya yang tengah berada di depan kulkas yang terbuka.
Diliriknya bahan-bahan mentah yang ada di dalam kulkas. Matanya tertuju pada papan tempe dan juga potongan kelapa yang masih utuh.
"Mending bikin sambal tempe di campur parutan kelapa Bu. Nanti goreng ikan asin juga, plus kerupuk. Gitu aja juga dah nikmat banget Bu. Gimana?? biar Atina yang masak deh Bu."
"Ya terserah kamu aja deh Tin. Ya sudah, kalau gitu ibu akan nyapu aja. Kamu yang masak."
"Beres Bu."
*********
"Pagi Mas. lagi apa? udah sarapan belum? Maaf ya tadi malam pas kamu telepon, aku udah tidur." Isi pesan chat Atina untuk Melvin. Ia sengaja mengirim pesan itu setelah dirinya selesai sarapan dengan kedua orang tuanya.
Hari ini adalah hari Minggu, jadi Atina bisa bersantai ria.
Tak lama hanya sekitar lima menit, Melvin langsung membalas pesan dari Atina.
[Pagi juga Sayang. Seneng deh, pagi-pagi gini di sapa sama wanita yang paling Mas Sayangi, He-he. Jadi semangat!! tenang aja Tin, Mas juga ngerti kok kalau tadi malam kamu dah tidur. Mas aja yang salah karena telepon nggak liat waktu. Maaf ya].
__ADS_1
"Ah, nggak apa-apa kali Mas. Biasa... Kalau orang lagi kangen emang nggak bisa di tahan-tahan, bener nggak? Mas semalam pasti kangen berat 'kaaan sama aku, makanya tengah malam berusaha telepon berkali-kali." Ledek Atina, ia mengetik pesan tersebut sembari senyum-senyum sendiri.
[Jiah!! sekarang udah pinter nebak ya?? tau aja kalau Mas semalam kangen berat sama kamu. Tapi, kamunya malah udah tidur duluan. Jadi nggak bisa kangen-kangenan deh. Tidur nggak nyenyak, makanpun nggak enak. Wkwkwkwk!!]. Balasan dari Melvin membuat Atina memperagakan orang yang akan muntah saking gelinya baca pesan lebay dari Melvin.
"Lebay deh. Mulai kumat lagi 'kan??"
[He-he, nggak apa-apa kalau lebay nya cuma sama kamu seorang].
"Udah, ah Mas. Oh ya, Mas hari ini kerja nggak?"
[Nggak Sayang. 'kan ini hari minggu. Memangnya kenapa? Apa kamu pengen jalan-jalan keluar. Kalau iya, biar Mas jemput kamu. Nanti kita jalan-jalan berdua. Gimana? kamu mau 'kan??]
"Mau banget Mas. Tapi jangan cuma berdua dong, kamu ajak Chessy juga Mas. Pasti dia senang diajakin jalan-jalan."
[Oke. Nanti Mas bilang dulu sama Chessy. Ya sudah, kamu siap-siap gih. Nanti aku akan jemput kamu. bye bye Sayang. Dandan yang cantik ya?? Emmuach]. Balasan terakhir Melvin disertai emoticon love yang berderet panjang udah kayak kereta. Atina yang membaca pesan dari laki-laki itu hanya tersenyum sendiri sembari menggelengkan kepalanya beberapa kali membaca chat yang baginya begitu menggelitik itu.
"Tumben, Papa ngajakin Chessy jalan-jalan. Biasanya meskipun hari minggu masih saja sibuk kerja." Celetuk Chessy, matanya masih tetap fokus membaca buku. Diambilnya buku yang ada di tangan Chessy. Lantas Melvin letakkan buku itu di meja tak jauh dari ranjang. Kemudian Melvin duduk di samping putrinya.
"Iya, Maaf deh kalau Papa sering sibuk sendiri, jadi kadang lupa ngajakin kamu jalan-jalan. Terus gimana tawaran Papa barusan, kamu mau ikut Papa nggak? kalau mau, sekarang juga siap-siap. Bentar lagi kita berangkat." Ujar Melvin.
"Ini beneran Pa. Papa nggak lagi bohongin Chessy 'kan kayak biasanya. Bilangnya mau ngajakin Chessy jalan-jalan, eeh... giliran Chessy udah siap malah nggak jadi." Sungut Chessy teringat akan kebohongan Papanya dua minggu yang lalu karena tiba-tiba ada hal mendesak mengenai kerjaannya, terpaksa kala itu ia harus membatalkan rencananya untuk mengajak sang anak jalan-jalan.
"Untuk kali ini Papa nggak akan bohong Chessy. kamu tau nggak Papa ngajakin siapa lagi selain kamu??"
"Siapa Pa. Emang ada orang lain juga yang Papa ajakin. Ah... Paling juga Nenek 'kan Pa." Tebak Chessy, tentu saja Melvin langsung menggelengkan kepala.
"Bukan, Nenek nggak mungkin mau ikut. Biasanya kalau minggu gini 'kan Nenek pasti ada acara pengajian rutin Sayang."
"Oh iya, ya. Lah... terus siapa dong yang Papa maksud tadi??"
__ADS_1
"Bu Atina. Guru kamu dong!!" jawab Melvin lugas.
"Hah!! Bu Atina. Kok bisa Papa ngajak Bu Atina. Emangnya Bu Atinanya mau Pa??"
"Iya, mau kok asal kalau Papa pergi nya ngajakin kamu."
"Waah, asiik...!! Kalau gitu aku mau ikut Pa. Yaudah, Chessy mandi dulu ya Pa!!" teriak Chessy kegirangan. Ia lantas lari ke kamar mandi. Melvin memandang sang anak yang berlalu dari hadapannya sembari tersenyum dan menggelengkan kepala karena menurutnya Putrinya itu sangatlah menggemaskan.
Ia pun beranjak dari kamar sang anak guna mengganti pakaiannya dengan yang lebih rapi.
"Vin, Chessy mana. Tumben tuh anak belum keliatan dari tadi? Itu sarapannya juga belum di makan. Kamu juga belum sarapan 'kan tadi. Ibu barusan selesai sarapan karena sebentar lagi harus berangkat untuk mengikuti acara rutinan pengajian di mushola kompleks ini yang setengah jam lagi akan di mulai. Nungguin kalian sarapan malah kelamaan, yaudah Ibu sarapan duluan tadi."
"Chessy lagi mandi Bu. Ini Melvin mau ganti baju dulu, habis ini baru sarapan."
"Mau ganti baju?? Emangnya kamu mau pergi kemana Vin??"
"Mau ngajakin Chessy jalan-jalan Bu mumpung lagi libur juga hari ini. Ibu hati-hati ya kalau mau keluar. Melvin masuk kamar duluan Bu."
"Owh gitu, ya baguslah. Biar tambah senang Cucu Ibu kalau di ajakin jalan-jalan. Iya, Ibu juga sekalian mau pamitan pergi sekarang. Kamu dan Chessy nanti hati-hati di jalan. Bawa mobilnya jangan kebut-kebutan." Pesan sang Ibu. Melvin hanya mengangguk sebelum akhirnya ia masuk ke dalam kamarnya.
"Chessy... Kamu udah selesai belum Sayang." Teriak Melvin memanggil anaknya.
Pintu kamar Chessy langsung terbuka, muncullah Chessy dari balik pintu. Ia mengenakan dress simpel di bawah lutut berwarna pink, tak lupa sepatu santai menghiasi kakinya. Sementara itu rambutnya di kuncir ke belakang. Tambak girly banget dan sangat cantik.
"Udah siap dari tadi kok Pa. Mau berangkat sekarang Pa??"
"Kamu sarapan dulu aja sayang. Itu tadi udah papa siapin roti selai coklat sama susu buat kamu sarapan. Sana gih di makan dulu." Perintah sang Papa kepada Chessy.
Tak lama kini Papa dan anak itu tengah dalam perjalanan guna menjemput Atina. Chessy tampak tertawa riang. Tak henti nya ia bersenandung di dalam mobil. Sesekali Melvin menimpali anaknya sembari tertawa. Melvin sangat bahagia melihat chessy sudah kembali ceria lagi. Tidak seperti beberapa hari yang lalu ketika Alana diam-diam menemuinya di sekolahan, dan mengungkap semuanya di hadapan sang anak.
__ADS_1