
Ponsel atina berbunyi ketika ia tengah berdiri menunggu ojek yang ia pesan lewat aplikasi. Ternyata Pak Roni, Bapak Atina yang menelepon.
"Assalamualaikum Pak, iya ada apa Pak?" tanya Atina.
"Waalaikumsalam Tin. oh ya, Tin ... kamu jadi mau naik ojek saja atau mending Bapak jemput sekarang Tin." Pak Roni bertanya dari seberang sana.
"Naik ojek aja Pak, ni Atina juga baru aja pesan ojek lewat aplikasi Pak. Tapi mau mampir dulu ke suatu tempat, nggak langsung pulang ke rumah."
"Ouh gitu, ya sudah, kamu hati-hati.Kalau semua urusanmu sudah selesai sebaiknya kamu langsung pulang saja Tin. Bapak tutup dulu ya teleponnya. Assalamualaikum," ucap Pak Roni mengakhiri panggilan telepon dari seberang sana.
"Waalaikumsalam Pak," jawab atina singkat.
Tak lama setelah mengakhiri telepon, ojek yang atina pesan datang.
"Dengan Mbak Atina?" tanya mas ojek memastikan.
"Iya Mas betul," jawab atina.
Lantas ia naik ojek menuju ke toko buku guna membeli beberapa buku untuk menunjang atina dalam mengajar.
Karena jarak yang dekat, tidak lama motor yang atina naiki tepat berhenti depan toko yang ia maksud.
Mas ojek pergi setelah sebelumnya Atina mengucapkan terima kasih.
__ADS_1
Toko lumayan rame, ia langsung masuk dan mencari apa yang ia inginkan.
Ketika tengah asyik memperhatikan deretan buku yang tertata rapi tak sengaja netranya menangkap sosok laki-laki yang ia kenal, laki-laki itu tengah berdiri di depan toko buku yang atina masuki, karena jendela toko itu sebagian besar terbuat dari kaca. Jadi, memudahkan Atina mengenali siapa saja yang berdiri di depan kaca itu. Ternyata laki-laki yang Atina lihat adalah Melvin. Melvin di situ tidak sendirian, melainkan ia tengah berdiri berhadap-hadapan dengan seorang wanita cantik yang mengenakan dress selutut berwarna navy serta tas slempang yang menggantung di bahu.
"Mas Melvin ... siapa wanita yang bersamanya ya,aku baru melihat wanita itu.Cantik banget lagi,apa dia pacar mas melvin ataukah saudara nya?ah,sudahlah kenapa juga aku pengen tau.Mau dia pacar mas melvin atau bukan juga nggak ada hubungannya denganku 'kan?"batin atina berusaha masa bodoh,tapi di sisi lain kenapa hatinya berdenyut nyeri melihat Melvin dengan wanita lain seakan ia tidak rela melvin dekat-dekat dengan wanita itu.Inikah yang dinamakan cemburu?
Atina mencoba mengalihkan pandangannya ke sekeliling toko,berusaha kembali melihat-lihat buku lain yang mungkin saja membuatnya tertarik untuk membeli.Dan kali ini pilihannya jatuh pada buku tentang kiat-kiat dalam menghadapi siswa yang susah menyerap pelajaran sekolah.Setelah buku yang ia inginkan ada di tangan,ia bergegas ke kasir dan menyerahkan beberapa lembar uang ke petugas kasir tersebut lantas bergegas keluar dari toko.Melvin sendiri belum menyadari kehadiran atina di situ,ketika atina sudah sampai di luar toko,ia berhenti sejenak,menekan tombol ponsel untuk memesan ojek lewat aplikasi.Jarak antara melvin dan atina hanya beberapa langkah.Sepuluh menit berlalu,tiba-tiba ponsel yang Atina pegang bergetar,ada panggilan masuk dari Bapak ojek.
"Assalamualaikum Pak,udah sampai mana,masih lama nggak ya?,aku nunggu di depan toko buku Pintar Pak?"ucap atina langsung memberondong pertanyaan kepada sang driver.
"Apa!!!,aduuh gimana dong.Jadi Bapak belum bisa ke sini.Ya sudah mending saya cancel aja nggak apa-apa ya Pak?"Atina sempat kecewa karena pak ojek yang sempat ia pesan barusan memberi tahu kalau ban motornya bocor.Jadi, terpaksa harus di bawa ke bengkel dulu.Mau tak mau atina harus kembali pesan ojek lagi,daripada harus menunggu terlalu lama.
Ketika tangannya tengah asik berkutat dengan ponsel,tiba-tiba saja seseorang memanggil namanya.
"Hey ... Atina, ngapain kamu di sini sendirian, habis darimana?" Melvin berdiri di hadapan atina, mau tidak mau Atina harus menanggapi pertanyaan melvin itu.
"Mau pulang habis dari toko buku itu," jawab atina dengan wajah datar tanpa senyum, telunjuknya mengarah toko buku di belakangnya tempat ia berdiri.
"Kamu nggak bawa motor, mau aku anterin aja pulangnya. Kebetulan aku juga mau pulang biar sekalian tak anterin, gimana?"
"Nggak usah, makasih. Aku bisa pulang sendiri!!"
Mendengar nada ketus dari ucapan Atina membuat melvin heran. Karena tidak biasa nya atina bersikap seperti itu. Dia hanya akan bersikap ketus begitu kalau ada yang memulai nya duluan.
__ADS_1
"Kamu kenapa seperti sedang kesal gitu?" karena dilanda penasaran, akhirnya Melvin memberanikan diri bertanya.
"Bisa nggak sih diem, nggak usah tanya-tanya mulu. Udah sana jauh-jauh, aku lagi focus mau pesan ojek online. Jadi, bisa 'kan pergi dari hadapanku?" usir Atina, refleks tangan Melvin memegang kedua bahu Atina, matanya menatap lekat kedua mata indah milik wanita yang selama ini ia pikirkan.
Keduanya saling tatap beberapa detik.
"Hey ... bilang sama aku, kamu kenapa. Apa aku punya salah sama kamu? kenapa kamu ketus banget. Kalau aku punya salah, bilang, jangan diem aja dan bersikap nggak mengenakkan gini. Dari tadi aku 'kan tanya baik-baik sama kamu. Tapi jawaban kamu seperti ngajak berkelahi saja." Melvin berusaha mengorek apa yang membuat atina bersikap seperti itu kepada nya.
Di tatap sedemikian intens oleh Melvin dengan jarak yang cukup dekat, membuat Atina salah tingkah, jantungnya berdegup kencang. Atina dapat merasakan hembusan napas Melvin. Karena tidak mau terlena dengan sikap melvin ini, lantas Atina mencoba melepaskan tangan Melvin. Tapi nihil, pegangan tangan Melvin terlalu kuat sehingga ia tidak bisa begitu saja melepaskannya.
"Lepaskan tangan kamu Mas. Ini di tempat umum, malu dilihat orang. Lepasin nggak!!" berontak Atina.
"Aku nggak akan lepasin kamu sebelum kamu menjawab salahku apa, kenapa kamu nampak kesal ketika aku tanyai. Ada apa, ngomong jujur kalau aku punya salah."
"Lepaskan dulu tangan kamu Mas," pinta Atina mulai melunak.
Melvin pun lantas melepaskan tangannya perlahan. Atina menghirup napas dalam, dihembuskannya perlahan.
"Aku nggak apa-apa kok, biasa aja. Udah ya ... aku dah jawab. Aku mau pulang." Atina langsung beranjak dari hadapan Melvin. Baru beberapa langkah tangan Atina di cekal oleh melvin. Sontak membuat langkah atina terhenti seketika.
"Biar aku antar pulang. Nggak ada penolakan!!" tegas Melvin.
"Tapi aku...."
__ADS_1
"Mas Melvin, dia siapa?" mendadak datang seorang wanita sembari telunjuknya mengarah ke Atina. Melvin dan Atina serempak menoleh.