Berjodoh Dengan Duda Anak 1

Berjodoh Dengan Duda Anak 1
Bab 45 Lampu Hijau Dari Bu Yeni


__ADS_3

"kamu mau kemana Tin. Kok udah rapi banget gitu." Tanya ibu Atina yang heran karena melihat anaknya pagi-pagi sudah sangat rapi dan juga wangi.


"Mmm ini Bu... Aku mau jalan-jalan sama Mas Melvin dan juga Chessy." Jawab Atina malu-malu. Ia sampai saat ini belum memberitahu perihal hubungannya dengan Melvin.


"Ibu perhatiin semakin hari kamu semakin dekat dengan Melvin. Kamu ada hubungan apa sama dia, Tin?? Apa ada yang kamu tutupi dari Ibu selama ini??." Mendadak Bu Yeni menanyakan hal yang membuat Atina jadi salah tingkah. Bukannya tidak mau ngasih tahu tentang hubungannya dengan Melvin. Hanya saja hubungan yang baru terjalin itu tidak mau terlalu banyak orang tau meskipun itu adalah orang tuanya sendiri. Atina akan memberitahu kepada Bapak dan Ibunya nanti saja ketika ia sudah siap.


"Ya, hubungan pertemanan biasalah Bu. Emang hubungan seperti apalagi maksud ibu." Jawab Atina terpaksa berbohong.


"Ya, kali aja kamu dan Melvin ada hubungan spesial gitu. Misal Pacaran atau istilah anak jaman sekarang tuh jadian gitu mungkin??"


"Ibu ih. Bahasanya itu loh, udah kayak ABG aja. Belum kok Bu. masih tahap pertemanan dulu Bu."


"Mm gitu tho. Ibu sih setuju-setuju aja kalau kamu dan Melvin ada hubungan. Bahkan kalau Melvin mau jadi Mantu ibu juga nggak apa-apa. Ibu sangat setuju sekali. Melvin itu orangnya baik, begitupula dengan Bu Rumana, sama baiknya."


"Apaan sih Bu. Kenapa jadi bahas ke arah sana. Kejauhan Bu ngayalnya."


"Loh, ya nggak apa-apa dong. Ini tuh bukan khayalan Tin, tapi lebih ke harapan. Berharap Melvin itu jodoh yang Allah kasih buat kamu. Meskipun statusnya Duda anak 1, tapi bagi Ibu nggak masalah. Yang terpenting dia itu laki-laki yang baik dan bertanggung jawab."


"Hmm... Terserah ibu aja deh. Atina iya'in aja, siapa tau beneran Mas Melvin bakalan jadi suami Atina. Uups...!!" Ucap Atina keceplosan. Ia langsung menutup mulutnya dengan kedua tangan.


"Nah... ketahuan 'kan. Kamu diam-diam suka 'kan sama Melvin, Tin. Udah... ngaku aja sama Ibu."


"ah, eh... I-itu tadi Atina cuma salah ngomong kok Bu. Apaan sih, Ibu ini nganggapnya serius aja." Atina salah tingkah dengan tatapan mata sang Ibu yang sedari tadi menatapnya dengan penuh selidik.


Tiba-tiba terdengar deru mesin mobil berhenti di depan rumah Atina. Bu Yeni dan Atina segera beranjak dari duduknya. Berjalan ke arah depan.


"Assalamu'alaikum Bu Atina!!" Seru Chessy ketika ia baru saja turun dari mobil, diikuti oleh sang Papa di belakangnya. Chessy langsung mencium tangan Bu Yeni dan juga Atina.


"Bu..." Ucap Melvin mencium tangan Bu Yeni.


"Ini ya yang namanya Chessy. Cantik banget kamu Sayang. Kenalin, Ibu adalah Ibunya Atina. Kamu boleh manggil saya Nenek. Oke Sayang!!" Ujar Bu Yeni menatap Chessy sembari membelai rambut gadis itu


"Baik Nek. Makasih udah bilang Chessy cantik. He-he." Sahut Chessy tertawa senang mendapat pujian dari Bu Yeni.


Semua yang ada disitu hanya bisa mengulas senyum melihat tingkah polos gadis kecil yang bernama Chessy itu.


"Ayo-ayo masuk dulu. Yuk Sayang, masuk dulu. Nanti tak kenalin sama kakek ya." Ajak Bu Yeni menggandeng tangan Chessy.


Melvin dan Atina saling lirik sesaat sebelum akhirnya mengikuti ibunya masuk ke ruang tamu.

__ADS_1


"Pak, Bapak!! sini dulu. Ada tamu yang mau Ibu kenalin." Teriak Bu Yeni, ia masuk ke dalam mencari keberadaan sang suami.


"Ada apa tho Bu, teriak-teriak segala. Ibu kira ini hutan apa!!" Pak Roni muncul dari pintu belakang, ia memprotes sikap Istrinya yang memanggil dengan berteriak.


"He-he. Ya maaf Pak. Habis Ibu lagi seneng banget tau nggak sih."


"Memang nya seneng karena apa. Dapet Arisan??" Tebak Pak Roni.


"Bukan!! udah yuk Pak, ikut Ibu ke ruang tamu.Ibu mau kenalin pada seseorang." Bu yeni langsung menarik lengan suaminya itu menuju ruang tamu. Pak Roni tak bisa berbuat apa-apa selain hanya mengikuti langkah sang Istri.


"Chessy, Ini kenalin Bapaknya Atina. Chessy boleh panggil beliau Kakek. Sini salim Nak sama Kakek." Pinta Bu Yeni ketika mereka sudah berada di ruang tamu.


Chessy langsung menghampiri Pak Roni. Diciumnya tangan Pak Roni.


"Salam kenal Kek. Nama aku Chessy." Ucapnya memperkenalkan diri.


"Iya Nak. Salam kenal juga ya cantik." Jawab Pak Roni menjawil dagu gadis kecil itu.


Mereka ngobrol sejenak setelah itu Atina, Melvin dan Chessy berpamitan kepada Bu Yeni dan Pak Roni.


"Chessy seneng banget deh bisa kenalan dengan Kakek dan Nenek. Mereka ramah dan murah senyum. Chessy nyaman dekat-dekat dengan mereka Bu Atina." Ungkap Chessy nampak berbinar ketika mereka sudah berada di dalam mobil.


"Ibu juga seneng kalau Chessy seneng." Sahut Atina menoleh ke belakang di mana Chessy duduk.


"Ehem... Ngomong-ngomong enaknya kita mau kemana nih??" Tanya Melvin sembari melirik ke arah Atina.


"Kalau aku sih, terserah Mas saja mau ngajakin kemana. Oh Ya, Chessy pengennya kemana Sayang??" Tanya Atina.


Chessy nampak berpikir sejenak.


"Mmm ke Mall aja deh Pa. Chessy pengen beli boneka dan juga komik. Semua komik yang ada di rumah, udah Chessy baca semua. Jadi, Chessy pengen beli yang baru."


"Oke kalau gitu. Kita ke Mall aja ya. Kamu nggak apa-apa 'kan Tin kalau kita ngikut maunya Chessy aja." Tanya Melvin meminta pendapat dari kekasihnya itu.


"Iya, Mas. Aku ngikut aja." Sahut Atina dengan mengulas senyum menatap Melvin.


"Oke Sayang!!" Seru Melvin


"Kok Papa panggil Bu Atina Sayang sih??" Tanya Chessy heran. Sementara Melvin dan Atina nampak gelagapan. Mereka lupa, bahwa mereka belum memberi tahu tentang hubungan mereka kepada Chessy.

__ADS_1


"Eh, oh, i-itu... Papa 'kan manggil kamu Chess, bukan manggil Bu Atina. I-iya bener, manggil kamu barusan tuh!!" Jawab Melvin tergagap. Sementara Atina nampak menahan senyum melihat wajah kekasihnya yang sangat lucu karena gugup itu.


"Owh gitu. Kirain, Papa manggil Guru Chessy barusan." Sahutnya.


Akhirnya setelah beberapa menit, mereka pun sampai di Mall yang dituju.


"Pa, Chessy pingin pipis Pa." Bisik Chessy kepada sang Papa. Melvin langsung menatap Atina.


"Ada apa Mas? Kenapa dengan Chessy??" Tanya Atina karena tiba-tiba Chessy mepet dengan Papanya.


"Chessy pengen pipis Tin. Yaudah kita cari toilet dulu aja."


"Mas. Biar aku antar Chessy aja. Mas tunggu aja di sini. Nanti kita kesini lagi." Pinta Atina. Melvin pun hanya mwnganggukkan kepala memberi persetujuan.


"Chessy, kamu ke toiletnya sama Bu Atina nggak apa-apa ya? Papa akan tunggu di sini."


"Iya Pa. Yuk Bu Atina."


Atina dan Chessy lantas berjalan menuju toilet yang letaknya paling ujung dari tempat masuknya Mall itu.


Melvin menunggu di tempat duduk melingkar yang ada di tengah-tengah bangunan Mall itu. Karena bingung mau ngapain, ia akhirnya memainkan game di ponselnya. sudah 20 menit tapi Atina dan Chessy belum juga muncul. Melvin terlihat sudah tidak sabar untuk menunggu. Akhirnya ia pun memutuskan untuk menyusul mereka.


"Mas Melvin!!" Baru juga berjalan beberapa langkah, tiba-tiba ada yang berteriak memanggil namanya. Dengan terpaksa ia pun menghentikan langkahnya. Melvin menoleh ke belakang, dilihatnya seorang wanita cantik menatap dengan binar bahagia di wajahnya ke arah Melvin.


"Alana!!" Ya, wanita itu adalah Alana. Mantan istri Melvin sekaligus Mama kandung Chessy.


"Mas, kamu sama siapa kesini?? sendirian aja? nggak ngajak Chessy, anak kita Mas." Entah kenapa ketika mendengar Alana menyebut Chessy dengan sebutan Anak Kita ia merasa tidak suka.


"Ngapain kamu disini?? kamu nggak perlu tau aku kesini sama siapa karena itu bukan urusan kamu. Aku permisi dulu!!" Ucap Melvin dengan kesal. Ia sangat tidak suka melihat mantan istrinya itu.


"Mas. Jangan pergi dulu dong. Aku 'kan lagi ngomong sama kamu. Lagian kenapa sih kamu ketus gitu. Aku tanya baik-baik lho dari tadi. nggak bisakah kamu halus sedikit kalau ngomong sama aku. Jangan ketus gitu. Aku kangen sama Melvin yang dulu. Yang tutur katanya lembut, penuh kasih sayang dan bahkan tidak pernah membentak sedikitpun sama aku." Ungkap Alana tanpa tau malu, tangannya masih tetap memegang lengan Melvin.


"Lepaskan tanganku Alana. Apa mau kamu. Aku masih ada urusan ya. Dan nggak ada waktu untuk ngeladenin kamu. Ngerti!!" Melvin terlihat semakin kesal dengan tingkah Alana. Apalagi ia membahas tentang masa lalu. Tentang bagaimana perlakuan dirinya kepada wanita itu di masa lalu. Jelas saja tidak akan sama setelah apa yang sudah Alana lakukan kepada dirinya dan juga putri mereka satu-satunya.


Disaat mereka tengah terlibat obrolan. Atina dan Chessy muncul. Atina merasa heran menatap Melvin yang tengah berbicara dengan seorang wanita, karena posisi wanita itu terhalang oleh badan Melvin, jadi Atina tidak tahu bahwa wanita yang tengah berbicara dengan Melvin itu adalah Alana.


"Mas!!"


"Papa!!"

__ADS_1


Teriak Atina dan Chessy bersamaan. Sontak Melvin langsung menoleh, begitupula dengan Alana.


__ADS_2