Berjodoh Dengan Duda Anak 1

Berjodoh Dengan Duda Anak 1
Bab 65 Dia Lagi??


__ADS_3

Pagi buta Atina sudah sibuk membantu sang Ibu masak untuk sarapan. Ia terlihat sangat ceria, bagaimana tak ceria, hari ini ia akan pergi ke rumah Melvin. Laki-laki itu sempat berkata akan memberinya sebuah kejutan untuk dirinya. Tentu saja hal itu membuat Atina dilanda penasaran.


"Kamu kenapa? Mukanya ceria banget??" Bu Yeni yang sejak tadi memperhatikan sang anak tampak heran karena sedari tadi putri tunggal nya itu senyum-senyum sendiri tanpa sebab.


"Ha, ng-nggak kenapa-kenapa kok Bu. Pagi-pagi bukannya bagus ya kalau disambut dengan suka cita!!" sahut Atina mencoba ngeles.


Mendapat jawaban itu, sang ibu hanya bisa menggeleng pelan merasa aneh saja dengan tingkah sang anak.


"Bu, semua udah selesai. Atina lanjut mau nyapu dulu ya," ucapnya ketika ia baru saja selesai membantu sang Ibu di dapur.


"Iya!!" jawab Bu Yeni singkat.


Setelah semua pekerjaan rumah selesai. Atina memutuskan untuk langsung mandi.


Triing ...


Terdengar bunyi ponsel Atina yang ia letakkan di atas ranjang. Atina yang baru selesai mandi dengan masih mengenakan handuk langsung bergegas mengambil ponselnya. Ternyata ada satu chat dari Melvin.


[Sayang... Nanti supir akan jemput kamu jam delapan ya. Kamu harus sudah siap. Oke!!]


itulah bunyi pesan yang Melvin kirim.


"Oke, Mas!!" balasan chat untuk Melvin


Sekarang jam tujuh pagi. Masih ada satu jam lagi menunggu sampai supir yang Melvin suruh datang. Atina memutuskan untuk sarapan terlebih dahulu di ruang makan bersama kedua orang tuanya.


Ketika sampai di meja makan. Atina tak mendapati sang Ibu ada di sana. Yang ada hanya Bapaknya saja.


"Ibu mana Pak??" tanya Atina ketika ia sudah duduk di kursi meja makan.


"Katanya mau ke rumah Surti. Tapi Bapak juga nggak tanya ada keperluan apa. Ibu kamu cuma minta Bapak untuk makan duluan." Sahut Pak Roni sembari menyuap makanan yang sudah dari tadi beliau taruh di atas piringnya.


"Oh...!!" Seru Atina. Ia pun mulai menyedokkan nasi dan lauk ke atas piring. Tak lama, ia mulai melahap makanan itu.


"Pak, udah taruh aja piring nya di wastafel. Nanti biar Atina yang cuci," seru Atina ketika melihat sang Bapak hendak mencuci piring bekas tadi beliau makan.

__ADS_1


"Oh, ya sudah. Bapak tinggal ke depan dulu mau nyabutin rumput di depan," sahut Pak Roni. Beliau lantas meninggalkan piring itu di wastafel lalu berjalan menuju teras rumah.


"Waduuh, udah jam setengah delapan!! Aku harus siap-siap sekarang nih!!" celetuk Atina. Ia langsung lari ke dalam kamar. Berganti pakaian sekalian dandan biar terlihat cantik ketika bertemu kekasihnya.


Tiin... tiin....


Terdengar klakson mobil dari luar rumah. Karena Atina sudah siap, ia pun bergegas ke depan untuk membukakan pintu karena kebetulan Bapak Atina sudah sejak tadi selesai canmbutin rumput di depan. Mungkin sekarang beliau lagi di belakang ngurus ikan-ikan di kolam.


ceklek... Pintu terbuka, tampak sosok bapak-bapak tengah berdiri di depan pintu dengan tangan terangkat di udara.


"Eh, Mbak Atina. Baru juga mau ketuk pintu, mbak Atina udah nongol duluan." Seru bapak-bapak itu yang ternyata supir suruhan Melvin.


"Ah, iya Pak. Bisa kebetulan Pas banget gini. He-he!!" Sahut Atina terkekeh.


"Mau berangkat sekarang aja Mbak??" tanya supir Melvin.


"Iya, tapi tunggu bentar ya Pak. Aku mau pamitan dulu sama kedua orang tua ku. Bapak tunggu di mobil aja. Aku nggak lama kok Pak." Setelah mengatakan itu kepada sang supir, Atina langsung ke belakang guna mencari sang Bapak yang entah lagi apa.


"Pak ... Pak... Bapak di mana??" panggil Atina ketika ia sudah berada di belakang rumah.


"He-he. Maaf Pak. Atina buru-buru soalnya. Udah di tungguin sama supir Mas Melvin di depan." Sahut Atina cengengesan.


"Ada Nak Melvin di depan, Tin??"


"Nggak kok Pak. Cuma supirnya saja yang datang. Beliau di suruh Mas Melvin buat jemput Atina, Pak. Mas Melvin lagi nerusin kerjaannya di rumah, jadi ia minta sang supir jemput kesini, Atina di suruh datang ke rumahnya. Ya sudah Pak, Atina pamit pergi dulu ya. Nanti bilangin juga sama Ibu kalau nanti beliau tanya." Pamit Atina, ia lantas mencium tangan sang Bapak.


"Hati-hati di jalan. Iya, nanti Bapak sampaikan," Sambung Pak Roni.


Setelah berpamitan, Atina langsung kembali ke depan.


"Maaf ya Pak jadi nunggu gini," ucap Atina ketika ia sudah masuk ke dalam mobil.


"Ah, nggak apa-apa mbak. Nyantai aja!!" sahut sang supir, ia pun melajukan mobilnya meninggalkan rumah Atina.


Jalanan tidak terlalu padat seperti hari-hari biasa ketika jam kerja tiba. Mobil melaju dengan kecepatan sedang.

__ADS_1


Hingga akhirnya tak lama kini mobil sudah sampai di depan rumah Melvin.


"Alhamdulillah... Sudah sampai Mbak Atina. Silahkan mbak boleh langsung masuk saja. Mas Melvin pasti sudah menunggu mbak Atina. Saya mau langsung pergi lagi karena tadi Mas Melvin minta saya untuk membeli sesuatu di minimarket." Ucap pak Supir. Lantas Atina langsung turun dari mobil. Tak lama mobil yang Atina tumpangi kembali keluar gerbang dan langsung pergi dari hadapan Atina.


Baru sampai depan pintu dan hendak bersiap mengetuk pintu, mendadak pintu terbuka. Muncul sosok laki-laki tampan dengan senyum merekah. Senyumnya itu loh, mampu membuat kaum hawa berteriak histeris saking takjubnya.


"Sayang, baru sampai. Aku udah nungguin dari tadi loh!!" sapa Melvin menggandeng tangan Atina untuk masuk ke dalam rumah.


"Iya Mas." Jawab Atina singkat, ia terlihat gugup. Entah apa yang membuatnya tiba-tiba merasa gugup seperti itu. "Mas, memangnya nggak apa-apa aku ada disini disaat Bu Rumana nggak ada di rumah?" mendadak Atina bertanya seperti itu. Atina dengan segala pikiran negatif yang membuat ia tiba-tiba berpikir yang tidak-tidak karena dia dan Melvin kini hanya berdua berada di rumah itu. Ah, mungkin dia lupa kalau di rumah Melvin pastinya ada Chessy juga, putri tunggal sang kekasih. Entah kenapa Atina tidak berpikiran ke arah itu.


"Ya, nggak apa-apa dong Sayang. memang nya kenapa kalau nggak ada Ibu di rumah. 'kan sama aja, intinya kamu berada disini karena untuk bertemu dengan Mas 'kan? Jadi apa bedanya. Oh, aku tau apa maksud kamu??" dengan tersenyum jahil, Melvin menatap lekat ke arah wanita tercintanya itu. Tentu saja hal itu membuat Atina jadi salah tingkah karena ditatap sedemikian tajam oleh Melvin. Bukan tatapan tajam seperti orang yanh sedang marah. Tapi ini lebih ke tatapan seorang laki-laki dewasa kepada wanita yang sama-sama dewasa juga. Ah, tentulah kalian tahu apa arti tatapan Melvin itu kepada Atina.


"Apaan sih Mas. Natap nya kok gitu banget. Bikin merinding tau nggak!!" Atina memprotes. Melvin hanya terkekeh karena melihat Atina yang tampak salah tingkah sendiri.


"Salah sendiri berpikiran negatif sama Mas," cetus Melvin dengan wajah sok imutnya.


"Hah! Berpikiran negatif gimana? Siapa juga yang berpikiran negatif sama kamu, Mas?!"


"Laah, tadi apa? Pura-pura nggak nyadar, itu tadi kamu tanya tentang ibu yang nggak ada di rumah. Terus kamu posisi ada disini, tanya apa nggak apa-apa. Pertanyaan kamu itu lho, mengindikasikan kalau kamu pasti berpikiran yang nggak-nggak sama Mas. Kamu pasti mikirnya aku bakalan ngapa-ngapain kamu ya 'kan karena di rumah nggak ada Ibu, Bener 'kan apa yang aku bilang??"


Tentu saja Atina kaget. Kok bisa, Melvn tahu akan apa yang tengah ia pikirkan. Iya juga sih, tebakan laki-laki itu tidaklah meleset. Apa yang Melvin omongkan adalah benar sesuai apa yang ia pikirkan tadi. Atina jadi malu sendiri karena sempat berpikiran buruk terhadap Melvin.


"He-he. Maaf Mas. Kok kamu bisa tahu sih apa yang aku pikirkan. Udah kayak dukun aja kamu, Mas!!"


"Ya, tau dong. Melvin gitu loh!!" Melvin membanggakan diri. "Kamu nggak usah takut aku akan berbuat aneh-aneh sama kamu, Tin. Lagi pula Mas di rumah juga nggak sendirian. Ada Chessy, ada Bik Ijah juga di rumah." Mendadak Atina menepuk keningnya dengan telapak tangan.


"Oh, iya!! lupa aku Mas.Chessy... Iya dia. Dimana Chessy, Mas. Dari tadi aku nggak lihat? Apa dia juga pergi ke Malaysia ikut neneknya?"


"Nggak! Dia ada di kamarnya. Apa mau aku panggil'kan Chessy kesini??" tanya Melvin. Atina mengangguk. " Baiklah, tunggu sebentar ya. Mas panggil Chessy dulu. Kamu tunggu disini." perintah Melvin. Ia pun langsung berlalu menuju kamar sang anak.


Ketika tengah duduk menunggu Melvin dan Chessy keluar, tiba-tiba ada seseorang mengucapkan salam. Atina detik itu juga langsung bisa mengenali siapa pemilik suara itu. Dengan tergesa, ia pun memutuskan untuk melihat pemilik suara yang tadi mengucapkan salam.


"Waalaikum salam," Atina berdiri tepat di tengah pintu dengan melipat kedua tangannya di dada.


"Kamu!! Ngapain kamu ada di sini?!!" teriak wanita itu. Dan ya, kalian tahu siapa wanita itu? Yups... Benar sekali, dia adalah Alana. Mantan istri sekaligus mama kandung Chessy.

__ADS_1


__ADS_2