
Keberangkatan Ossa sebab dibawa boss penginapan untuk mudik ke Semarang, dilepas dengan wajah-wajah cerah oleh para geng pembantu. Terutama Nola dan Murni.
Nola telah sehat kembali dengan cepat. Resmi berjaga di depan menguasai lobi dan duduk manis dengan riasan cantiknya. Merasa senang dengan tawaran Ossa untuk menemani berjaga di lobi. Namun, Nola juga tahu dengan syarat yang diberikan boss Zoan pada Ossa. Yakni dengan dibawa ke semarang guna studi banding pada rumah inapnya di sana. Nola hanya berharap dan berdoa agar Ossa selamat dalam kepergiannya, baik saat berangkat dan juga saat kembali.
Begitu juga dengan Murni. Kini pegawai dapur tidak hanya dirinya saja. Tapi ditemani oleh pekerja laundry yang ternyata juga hebat dalam hal memasak. Tidak hanya tanggap memasak, tapi juga sangat rajin dalam menjaga kebersihan peralatan dan dapur.
Murni telah bisa menyiapkan masakan dengan tenang. Tidak lagi dikejar-kejar pesanan yang membuatnya tergesa. Merasa puas dengan boss Zoan yang tidak ingkar pada janji nya. Yakni menambah pekerja lagi jika rumah penginapan mencapai kemajuan yang pesat.
🕸
Sopir yang biasa membawa si boss ke mana-mana dengan sedan merah menyala, bertugas di penginapan dengan mobil baru yang mendadak didatangkan ke rumah penginapan. Si boss menginginkan agar Aldi, nama sopir, tetap melayani sebagai sopir antar jemput bagi para pengunjung di penginapan. Sangat sayang jika pemasukan dari bidang transport itu tertutup hanya sebab tidak ada lagi mobil lain.
Dengan mobil merah menyala tersayang lah kini Zoan meluncur dan membawanya sendiri. Bersama seorang pekerja perempuan dari penginapan yang baginya masih sangat polos bersikap.
"Jika mengantuk, kamu tidur saja, Ossa," ucap Zoan. Menyangka jika Ossa bisa saja sedang menahan kantuknya.
__ADS_1
Ossa yang duduk tegak dan nampak tegang itu menggeleng.
"Saya tidak mengantuk," jawab Ossa dengan menoleh pada Zoan.
"Sekitar tujuh jam, perjalanan dari Jakarta ke Semarang. Jika kamu merasa capek sebab duduk, bilang saja. Kita istirahat." Zoan berbicara dengan wajah menatap lurus ke jalanan.
"Iya, boss Zoan. Terimakasih." Jawab Ossa dengan rasa yang kikuk.
Bagaimana tidak kikuk, jika pergi hanya berdua dengan seorang boss, yang mana selama ini jika menyebut namanya saja sudah segan. Dan tak menyangka kini hanya duduk berdua sangat dekat di perjalanan cukup jauh dengan durasi tempuh yang berjam-jam lamanya.
Tentu saja Ossa yang sedang termenung-menung itu tekejut.
"Eh,,saya? Saya sedang tidak punya, boss," jawab Ossa terdengar kaku.
"Jadi pernah punya? Berapa kali kamu pernah punya?"
__ADS_1
Zoan terus bertanya. Baginya, itu telah lumayan menghibur. Cukup mampu mengusir jenuh dan mengantuk. Apalagi jika gadis polos itu sedang gugup, kikuk dan memerah wajahnya. Bagi Zoan, itu lumayan menghibur dan menyenangkan. Ossa adalah gadis manis yang jinak serta tidak akan membosankan dipandang. Dan bicaranya juga cukup lembut dan santun!
"Hanya pernah punya satu kali saja? Berapa tahun kamu pacaran?" tanya Zoan dengan hangat. Namun masih tanpa ada senyum di wajahnya.
"Bukan tahun. Tapi tiga bulan saja kok, boss," terang Ossa. Wajah malunya dipalingkan ke samping.
"Kenapa putus?"Zoan iseng bertanya. Padahal masih ingat dengan cerita Ossa, pada Nola dan Murni malam itu.
Ossa tidak menjawab. Hanya menoleh Zoan sebentar dengan pandangan yang resah. Ossa tidak ingin dan nampak keberatan menjawab. Dan Zoan pun memahami, tidak ingin lagi mendesaknya.
"Boss Zoan, kamu sendiri,,, berapa kali pacaran? Berapa lama?" tanya Ossa. Gadis itu terlihat lebih santai sekarang.
"Aku? Aku tidak pernah berpacaran. Tapi,,, aku hanya memiliki beberapa teman wanita yang sangat setia padaku," ucap Zoan dengan jujur dan apa adanya. Merasa jika Ossa pun sudah paham akan keadaan dirinya.
Ossa pun terdiam. Meski sudah paham dengan gaya pergaulan Zoan sebagai lelaki playboy, tapi mendengar pengakuan dari mulut Zoan sendiri, Ossa merasa risih tidak suka.
__ADS_1
Namun, mau berkata apa lagi. Hanya berharap jika suatu saat, Zoan pasti akan berubah dan menemukan wanita sejatinya. Ossa mengaminkan dalam hati, agar Zoan mendapat jalan kebaikan yang suatu saat menyapanya.