Boss Pengganti Di Penginapan

Boss Pengganti Di Penginapan
46. Jadilah Tamengku


__ADS_3

Seorang lelaki langsung menyambut begitu Zoan dan Ossa diarahkan security untuk mendekati lelaki itu. Dengan ramah, Zoan dan Ossa dibawanya naik melalui lift menuju lantai lima.


Zoan yang hafal hampir delapan puluh persen denah lokasi di seluruh hotel yang menyebar di kota Semarang, mulai menebak akan dibawa ke mana mereka. Hotel tua ini sudah sering Zoan kunjungi. Baik saat masih sebagai pelajar, mahasiswa atau pun setelah menggeluti dunia perhotelan.


Ayah dan ibunya Zoan, sudah mendidik untuk mulai menekuni dunia inap menginap sejak dirinya masih bersekolah. Zoan sering mewakili ibu atau ayahnya untuk menemui pelanggan di berbagai moment dan tempat. Yang paling sering adalah membuat janji temu di hotel.


Benar yang disangka Zoan. Di ruang temu sekaligus bar milik hotel di lantai lima itulah mereka diantarkan.


Tidak hanya satu dua orang saja yang sudah menunggu di dalam ruangan. Rupanya pengusaha itu juga tengah mengadakan pertemuan dengan pihak-pihak lain untuk berbagai kepentingan.


Juga ada satu pemilik hotel yang datang dan tentu saja sebagai saingan penginapan Zoan untuk menarik minat sang pengusaha.


Meeting dimulai dengan beragam tawaran, fasilitas dan kemudahan yang akan dirasakan dalam penginapan. Zoan dan rival itu memaparkan berbagai kelebihan di rumah penginapan masing-masing.


Sang pengusaha nampak bimbang, penginapan milik siapa yang dipilih untuk menempatkan para pekerjanya di Kepulauan Seribu. Kedua penginapan milik Zoan dan sang rival, berjarak sama dengan tempat kerja orang-orangnya pengusaha itu.


"Di penginapan milik saya, ada kolam renang sangat luas. Cocok untuk pekerja anda bersantai sambil menikmati kenyamanan di kolam renang. Sangat pas untuk melepas lelah mereka, pak Hari."


Rivalnya Zoan yang bernama Jonas itu mencoba kembali membujuk pengusaha Hari.


Zoan terdiam, merasa tidak memiliki kolam renang di penginapan Kepulauan Seribu. Dalam hal kolam renang, Zoan memang tidak bisa berkutik. Sebenarnya sudah merencanakan pembangunan di sana, namun waktunya demikian tersita akhir-akhir ini.


"Boss Zoan. Boleh aku menyumbang saran?" tanya Ossa berbisik sangat lirih pada Zoan.


"Apa Ossa?" tanya Zoan agak lirih. Menoleh Ossa yang terus duduk manis di sampingnya.

__ADS_1


"Bagaimana kalau anda tawarkan layanan pijat saja? Mereka adalah pegawai bangunan di proyek baru Kepulauan Seribu. Pasti capek sekali sehabis kerja. Dipijat lebih menggiurkan daripada berenang," bisik Ossa akan idenya.


Zoan memandang lekat tanpa kedip. Lelaki tampan itu terus menatap, mungkin juga sambil berfikir. Dan tersenyum hangat pada Ossa kemudian.


"Pak Hari,,, di penginapanku tidak ada kolam renang. Hanya ada bathup kualitas premium, sangat bisa dipakai untuk berendam air hangat atau juga air es. Selain itu, juga ada layanan pijat free selama lima belas menit. Dan jika ingin lebih, itu sangat mudah, tarifnya tidak mahal," ujar Zoan dengan percaya diri dan tenang. Seolah sedang menghipnotis pak Hari agar tergoda pada penginapannya.


"Tambahan tawaran menarik juga untuk anda, pak Hari. Bila saja proyek anda melebihi dua minggu, dan anda masih ingin memakai penginapan untuk para pekerja, akan ada diskon dua puluh persen di hari ke lima belas hingga selesai." Zoan kembali menambahkan iming-iming penawaran pada pengusaha properti itu.


Ketertarikan tergaris jelas di wajah pak Hari. Bimbang di wajahnya lenyap seketika kemudian. Pak Hari memandang Zoan dan Jonas bergantian. Lalu berhenti lagi di wajah Jonas.


"Saudara Jonas, tawaran kolam renang itu sangatlah menarik. Tapi setelah saya pikir, itu bukanlah hal yang penting untuk para pekerja saya. Saya yakin pijatan gratis lima belas menit dari penginapan saudara Zoan itu akan lebih menggembirakan para pekerja saya. Jadi dengan berat hati saya mengabaikan penginapan anda untuk sementara. Mohon maaf sekaligus terimakasih, saudara Jonas," ucap pengusaha properti mewah itu dengan sopan.


"Oh,, fair sekali pak Hari... It's okayy..!! Tidak masalah bagi kami. Anda berhak dan berkuasa memilihnya." Jonas menyambut dan nampak berlapang dada.


"Saudara Zoan, congrats,,,! congrats!!" ucap Jonas sambil mengulurkan tangan kepada Zoan sekaligus pada Ossa. Mereka bertiga saling bersalaman.


Pak Hari berkata sambil melirik Ossa sejenak. Kemudian berpaling ke arah pintu private bar. Muncul beberapa wanita seksi dengan baju model minim berjalan melenggok mendekati mereka. Dengan santai dan penuh senyum menggoda, mereka duduk di pangkuan Jonas dan pak Hari. Serta kepada tamu-tamu pak Hari yang lainnya.


Begitu juga dengan Zoan, seorang wanita nampak merangkul Zoan dari belakang dan berbutar. Mungkin akan duduk juga di pangkuan Zoan seperti temannya yang lain.


"Sorry, aku datang membawa sendiri wanitaku. Jadi bergeserlah. Tinggalkan aku," kata Zoan sambil mendorong pinggang wanita penghibur yang seksi itu agak kasar.


"Ossa,," panggil Zoan pada Ossa yang tengah juga memandangnya dan wanita itu.


"Ossa kesinilah," kata Zoan memanggil ulang pada Ossa. Gadis itu berdiri dengan mimik yang bingung.

__ADS_1


Ossa yang sudah mendekati Zoan dan menunggu apa maksudnya, sangat terkejut. Zoan telah menarik tangannya agak kuat. Ossa yang telah duduk rapat di paha Zoan seperti akan pingsan saja rasanya. Kian berdebar saat Zoan melepas tangan dan berpindah melingkar di pinggang.


Bukan sekadar berdebar, Ossa merasa gemetaran. Zoan telah memangku dan memeluk erat dengan wajah saling berdekatan. Zoan memandang redup yang membuat Ossa kian tak mampu berkata-kata.


"Ossa tenangkan dirimu. Hanya seperti ini, kamu keberatan?" bisik Zoan lirih. Nafas Zoan hangat menerpa leher mulusnya. Ossa jadi susah bernafas sekarang. Suaranya terasa tercekat. Hanya menggelengkan kepala saja akhirnya.


"Urusan ini belum selesai. Tinggal tanda tangan di setengah pembayaran. Ini tidak lama. Kamu marah?" tanya Zoan lagi.


Ossa memandang Zoan dengan mata yang berubah sangat lebar. Wajah yang masih terkejut itu menggeleng sekali lagi.


"Apa kamu bisa sedikit meniru mereka? Aku sangat tidak ingin didekati mereka lagi sedikit pun, Ossa," ucap Zoan sambil melirik tempat Jonas dan pak Hari duduk.


Ossa mengikuti pandangan Zoan. Pandangan panas tertangkap matanya. Mereka tengah digoda dan dicumbu wanita penghibur yang dipangku. Ossa kembali berpaling dengan cepat.


Memandang Zoan yang nampak sayu menatapnya. Mungkin Zoan pun sedang terbawa suasana. Atau sedang menginginkan dan rindu pada hal yang lama tak dilakukan seperti yang biasa dilakukan ditiap pertemuan.


Ossa bukan lupa pada harap agar Zoan tertarik atau tergoda padanya. Atau bisa jadi sempat ingin menjerat Zoan. Tapi tiba-tiba seperti ini, rasanya kaku sekali. Merasa tidak mampu seperti wanita-wanita lihai itu. Rasanya jadi takut dan sedih tanpa sebab. Justru merasa curiga jika Zoan sedang berusaha melecehkan dirinya.


"Dari belakang boleh kan?" tiba-tiba seorang wanita yang lain, telah di belakang Zoan dan merangkul lehernya.


"Tepikan tanganmu, aku sedang bersama kekasihku!" hardik Zoan. Tangannya sambil menepis kasar lengan wanita itu dari lehernya.


"Ossa,,,jadilah tamengku,," bisik Zoan membujuk kembali. Matanya seperti penuh harapan.


"Anu,,eh,, iyya,," Ossa terbata. Merasa tidak rela jika Zoan didekati wanita seksi dari belakang.

__ADS_1


Sedikit diputar lagi dirinya agar lebih berhadapan dengan Zoan. Ossa merapat dan dengan cepat dirangkulnya leher Zoan. Langsung dirangkulnya dengan erat. Meletak wajahnya di leher Zoan yang beraroma sangat khas. Ossa seperti lupa akan keberadaannya di mana. Merasa sangat berdebar. Tubuh Zoan sangat hangat dipeluknya.


🕸🕸🕸🕸


__ADS_2