Boss Pengganti Di Penginapan

Boss Pengganti Di Penginapan
89. Otewe Kepulauan


__ADS_3

Lima bulan ke depan...


Wanita dengan perut sangat buncit, tengah bercermin dengan gelisah di kaca rias. Telah berdandan sempurna dan siap bepergian. Namun, bibir cantik itu banyak kali terdengar mengeluh menggerutu.


Terlihat pria tampan dan gagah mendekati dengan tersenyum-senyum di belakangnya. Mengamati wajah cantik di cermin dengan diam dan terus tersenyum.


Wanita berperut besar dan pria tampan itu tak lain adalah Ossa dan Zoan. Mereka sedang bersiap untuk menempuh perjalanan bersama menuju penginapan Arzaki di kepulauan seribu.


Ossa belum juga dibawa Zoan berkunjung ke penginapan Azril di kepulauan untuk bertemu Nola dan Murni. Tapi mereka sudah tahu pernikahannya dengan boss pengganti. Ossa tidak bisa menyimpan sendiri kebahagiaannya itu lebih lama. Selain itu, Mita pun juga mengabari hal bahagia itu pada Murniati.


Dan mereka bertiga sudah melakukan video call banyak kali selama ini. Tapi rasa rindu untuk kembali merasakan kebersamaan bertiga masih juga tak terobati.


Hingga puncaknya dua hari belakangan ini. Ossa terus-terusan meminta dengan sesekali menangis untuk dibawa ke penginapan Azril pada Zoan. Sang suami berfikir bisa jadi Oqtissa Alifah, istri tercintanya itu sedang mengalami fase ngidam kehamilan. Tentu saja kali ini Zoan tidak bernyali untuk menolak ingin sang istri.


"Mas Zoan, kamu nih.. Aku dah pesan jangan buat tanda apapun. Tetap aja banyak kayak gini. Kan malu..." Ossa menunjuk beberapa lebam kecil di dada dan leher dengan dongkol pada Zoan. Lelaki itu masih ikut bercermin dan berdiri di belakang. Tersenyum-senyum saja padanya di cermin.


"Harem-haremmu dulu nggak pernah nampak begini,,," gerutu Ossa yang sibuk melapisinya dengan foundation. Tapi tetap saja masih nampak.


"Kamu masih pemula, Ossa.. Perlu kayak gitu. Sedangkan mereka itu sudah nggak butuh lagi kayak gitu. Eh ngapain kamu bahas mereka lagi, hemm,,?" tanya Zoan namun tersenyum. Merasa geli dengan rutukan Ossa sekaligus dengan jawabannya sendiri.


"Dari awal dulu hingga sekarang, jawabanmu sama. Aku pemula... Tapi kita kan mau ketemu dan mendatangi tempat orang. Bukan mendekam terus di kamar.." Ossa berusaha terus komplain pada kelakuan Zoan yang tak pernah berkurang.


"Ya sudah, sana... Pakaikan kerudung saja di kepalamu. Kerudung dan gamis yang kubelikan saat aku umroh, mana? Belum pernah kamu pakai, Os,," tanya Zoan mengungkit.


"Tapi mukenanya kan sudah kupakai tiap hari,,," ucap Ossa menyanggah.


Namun Ossa berdiri dengan wajah cerah penuh senyum. Mungkin saran Zoan cukup tepat baginya.


Memang benar, Ossa menuju almari dan mengeluarkan kerudung dan hijab yang sempat dibelikan Zoan di tanah Saudi sebelum mereka menikah. Ossa akan memakai kerudung dan gamis baru yang sudah cukup lama disimpan.

__ADS_1


"Ossa,,, kamu mau apa??" tanya Zoan saat Ossa akan keluar dari kamar.


"Menyetrika,,," sahut Ossa dengan wajah bertanyanya.


"Sini,, biar disetrika anak laundry saja. Mereka nanti ghibahin leher kamu," bisik Zoan sambil mengambil gamis dan kerudung yang dipegang Ossa.


Sebenarnya Zoan tidak peduli dengan ghibahan siapapun. Hanya tidak ingin Ossa akan berpeluh saat menyetrika. Sedang riasan Ossa sudah terlihat sangat sempurna. Zoan cukup paham perasaan wanita saat berjuang mempertahankan riasan cantik di wajahnya.


🕸


Tempat yang juga menjadi salah satu destinasi ngidam Oqtissa sedang mereka singgahi saat ini. Rumah makan sekaligus rest area di daerah Cirebon jalur pantura.


Mereka kembali memesan makanan yang kontinyu dengan cara penyajian porsi mininya. Rumah makan yang terus konsisten dalam menghidangkan menu jualan, namun para pelanggan datang bergantian hilir mudik hingga sekarang.


Zoan dan Ossa saling pandang yang kemudian mereka juga saling tertawa kemudian. Tidak menyangka, jika dulu mereka datang sebagai anak buah dan si boss. Kini mereka berkunjung kembali dengan status yang jauh berbeda. Yaitu sebagai pasangan yang berjodoh dan kemudian menikah.


"Bagaimana perasaan kamu, Os?" tanya Zoan dengan memamdang wajah sang istri tanpa bosan.


"Tentu, Ossa. Aku ingin menjadi suami kamu yang siaga." Zoan mengambil gelas minuman dan meneguknya. Kali ini bukanlah jus anggur favorit biasanya. Melainkan es kelapa muda yang segar.


"Siaga,,??" tanya Ossa tersenyum tak paham.


"Suami yang siaga kamu, Os. Siap antar jaga kamu,," jelas Zoan dengan tawa kecilnya kemudian. Zoan nampak cerah dan sangat bahagia.


"Aamiin. Terimakasih, ya mas. Aku beruntung menjadi istrimu,," sambut Ossa menyenangkan.


Zoan hanya tersenyum sambil menatap sang istri dengan sayang sekaligus penuh cinta. Merasa jika dirinya pun sangat beruntung telah menikahi Oqtissa. Gadis baik, cantik dan jujur di matanya.


Seorang pegawai rumah makan datang dan menghampari hampir seluruh meja dengan berbagai jenis makanan dan minuman di mangkuk super kecil. Semua menu itu adalah pilihan Ossa tanpa tambahan satu pun dari Zoan.

__ADS_1


"Makan, Os. Habiskan, jangan sampai Zoan junior kekurangan amunisi di dalam sana," ucap Zoan pada Ossa. Namun, wajah cantik itu justru menampakkan awan mendung.


"Kenapa,Os?" tanya Zoan, khawatir jika bicaranya ada yang salah.


"Mas Zoan hanya khawatir pada anakmu, tapi tidak khawatir sedikit pun padaku," rengek Ossa dengan kesal. Zoan pun tersenyum.


"Ya otomatis kamu juga, Ossa. Itu buktinya, makanan sebanyak ini kamu saja yang milih kan? Aku ngga maksa kamu harus makan apa. Ini, bakso mercon isi sambal ini, harusnya kamu jangan makan.. Tapi kubiarin kan?" bujuk Zoan dengan sabar dan lembut.


"Memang iyaaa..." Oqtissa kembali tersenyum. Menerima sendok yang diulurkan oleh Zoan.


"Yuk, mass, kita makan. Kayaknya semua enak banget..." Ossa tersenyum memandang Zoan yang juga tersenyum dan mengangguk bersetuju.


Mereka berdua menjamu selera dengan rasa puas dan gembira. Bernaung di bawah langit pantura Cirebon yang cerah dan semilir. Cuaca sangat bagus dan mendukung. Awan dengan samar mendung yang terang tak berhujan. Secerah dua hati yang dalam perjalanan bahagia serta penuh cinta menuju ke penginapan di perbatasan Pulau Seribu.


🕸🕸


Assalamu'alaikum..


Terimakasih buat kakak-kakak readers yang baik dan mengikuti cerita hingga End yaa. Terimakasih dengan segala dukungan dan segala hadiah dari kakak-kakak untukku. Terlebih untuk kakak- kakak yang memberi hadiah hingga berlogo Fans untuk karyaku. Juga pada kakak yang selalu memberi segala doa baiknya untukku dan suksesku. Author merasa sangat-sangat bahagia..


***Juga yang telah meninggalkan selalu jejak nya di setiap part dan babku.. Itu sangat menyemangatiku..


Semoga sehat selalu dan bahagia di hidupmu***.


*Mudah-mudaha***n**semua kakak readers selalu mendapat limpahan sehat, rizqi, taufiq dan inayahNya dengan lapang yang menghampar. Aamiin...


🕸🕸Sebetulnya udah end yaaa.. tapi ada 1 bab lagi yg otewe. Itu adalah bonchap dan ekstra part dariku yaaa..🕸🕸


Salam sayang dariku,

__ADS_1


Wassalam..


__ADS_2