
Zoan sangat tahu jika gadis polos yang renggang memeluk sedang merasa was-was dan mungkin juga takut padanya. Tapi memang seperti itulah yang sedang sangat Zoan inginkan. Mendapat peluk dan perhatian dari seseorang di kala raga terasa sakit tidak nyaman. Namun, bukan peluk dari para kekasih lagi yang diharapkan oleh lelaki itu sekarang.
Rasa hangat dan nyaman mulai merasuk ke raga dan jiwanya. Mengacuhkan tangan halus yang terasa tegang menumpang di dadanya. Zoan memejam mata, tidak ingin membuat Ossa merasa lebih canggung dan batal memberi pelukan.
"Ossa,," panggil Zoan dengan mata terpejam.
Ossa mendongak ragu. Mata Zoan yang terpejam itu membuatnya agak tenang dan sedikit merasa aman.
"Ada apa?" tanya Ossa lirih.
"Terimakasih, Ossa," ucap Zoan dengan suara lirih yang dalam. Ossa merasa lebih tegang sejenak.
"Sama-sama, boss,," sahut Ossa. Tepat di samping telinga Zoan.
"Rambutmu baru?" tanya Zoan. Sempat melihat jelas jika rambut Ossa menjadi agak pendek sebahu dengan poni rapi dan manis.
"Eh,,,iya. Saya potong sedikit di salon," jawab Ossa sambil tersenyum. Agak lupa dengan ketegangan yang sedang dirasanya.
"Kenapa dipotong sangat pendek?" tanya Zoan dengan terus memejam.
"Sebab, kemarin aku merasa sangat stress. Aku dan Mita pergi kota rembang menemui saudara sepupu yang sukses. Tapi ternyata habis duit, baru beli rumah. Jadi aku mampir di salon sama Mita. Tapi ini bukanlah sangat pendek," terang Ossa kembali tersenyum.
"Iya, itu membuatmu nampak manis. Bukan sangat pendek," ralat Zoan tersenyum.
"Ossa, apa orang tuamu tahu jika kamu ke sini?" tanya Zoan dengan suara yang terdengar masih parau.
"Ibuku tahu. Aku bilang padanya," jawab Ossa. Mengamatai wajah tampan dengan hidung mancung yang tajam.
"Apa kata ibumu?" tanya Zoan terus memejam.
__ADS_1
"Apa,,, ibuku hanya berpesan agar aku hati-hati. Hanya seperti itu," kata Ossa jujur pada Zoan.
"Lalu, kamu merasa harus hati-hati padaku?" tanya Zoan tersenyum. Namun Ossa tidak melihat senyumnya.
"Tentu saja,,," jawab Ossa dengan ragu. Merasa sebenarnya Zoan sangat baik dan tidak pernah melecehkan dirinya.
"Kamu masih tidak percaya denganku?" tanya Zoan lirih dan parau.
"Maksudku, meski sangat percaya, tapi harus tetap hati-hati. Apa aku salah, boss Zoan?" ralat Ossa dan balik bertanya.
"Tidak, kamu benar. Selalu berhati-hatilah pada siapa saja. Terutama pada laki-laki, Ossa," sahut Zoan menegaskan. Matanya sudah mulai mengantuk dengan kepala yang memberat.
"Dan,, jangan pernah mau,, seperti ini dengan lelaki lain,,,Ossaahh,,," ucap Zoan terputus -putus.
"Iyaa,,," sahut Ossa ingin menenangkan. Lelaki itu tengah merasakan mengantuk yang dahsyat. Dan Zoan telah benar-benar memejam tidur kali ini.
Boss tampan yang baik itu benar-benar tidak berusaha merayu atau juga melecehkan. Hanya butuh dipeluknya sukarela hingga tertidur.
Apakah Zoan sama sekali tidak berminat padanya? Apa dirinya sama sekali tidak menarik di mata lelaki playboy itu? Entahlah,,, perasaan Ossa yang seharusnya lega dan aman, justru merasa sedikit sesak dan hampa.
🕸
Ossa meninggalkan penginapan tepat saat subuh dengan meminta diantar pulang oleh driver. Merasa khawatir jika keluarga Gandy memiliki niat yang kurang baik dan menguntit keberadaannya.
Bu Endah sudah mulai beraktivitas di dapur. Merasa terkejut dengan kepulangan Ossa ke rumah. Cukup lega dengan senyum manis anaknya, pertanda jika Ossa dalam keadaan baik-baik saja.
"Sudah pulang, Ossa? Bossmu, bagaimana keadaannya?" tanya bu Endah menyambut.
Ossa duduk di kursi meja makan. Menyeruput sisa teh yang dini hari tadi belum sempat dihabiskan.
__ADS_1
"Sudah mending, bu. Tadi panas banget. Mungkin obat milik ayah, cocok buat pak boss," sahut Ossa menjelaskan.
" Alhamdulillah, Ossa. Kasihan, dia datang jauh-jauh dari Semarang. Itu ibu bikin bubur ayam untuk ayahmu. Nanti kamu bawakan juga untuk bossmu di sana, Ossa," ucap bu Endah. Menunjuk pada sebuah panci berisi daging ayam mentah yang akan dimasaknya.
"Iya, bu," jawab Ossa mengangguk.
"Ossa, apa boss kamu itu baik pada semua pegawainya?" tanya bu Endah penasaran. Ossa diam sejenak memandang sang ibu. Lalu mengangguk.
"Iya, bu. Sikap boss Zoan sangat baik pada semua pegawai," jawab Ossa meyakinkan.
"Kamu juga harus bersikap yang baik, Ossa. Hutang kita sangat banyak padanya." Bu Endah memberikan pesan pentingnya pada Ossa.
"Iyaaa,, jangan khawatir. Bu, Ossa mau ke kamar dan mandi dulu. Akan shalat subuh," kata Ossa sambil berdiri. Lalu melesat menuju ke dalam kamar. Bu Endah hanya memandangi punggung anak gadisnya.
Ossa sempat mengirim pesan pada Zoan bahwa dirinya sudah pulang dan sedang berada di rumah. Melarang Zoan untuk memesan makanan, sebab sudah ada bubur ayam yang akan diantarkan Ossa pagi ini ke cottage. Pesan itu tidak dibaca. Ossa yakin jika si pemilik ponsel masih tidur.
🕸
Zoan terbangun dan membuka mata dengan cepat, saat sadar jika Ossa semalam telah datang dan tidur menemaninya. Dan memang seperti yang sudah disangka, gadis itu pasti sudah pergi meninggalkannya diam-diam.
Merasa lapar saat bangun, diraihnya ponsel untuk membuat pesanan di rumah makan terdekat di pantai. Namun pesan dari Ossa yang akan datang dan membawakan bubur, membuat Zoan tersenyum dalam rebah.
Lelaki itu bergegas bangun dan menyambar handuknya. Zoan ingin membersihkan diri dan merapikan penampilannya. Khawatir jika si gadis pembawa bubur cepat datang dengan rambut barunya yang indah. Sedang dirinya masih nampak berantakan tak berbaju, Zoan tidak ingin terlihat kumal di depan gadis itu.
🕸🕸🕸🕸🕸🕸
Vote Seninmu jangan digosongin yaa... Panggang saja di sini..
Yang sudah menabur Vote, terimakasih...
__ADS_1