Boss Pengganti Di Penginapan

Boss Pengganti Di Penginapan
39. Ke Pantai


__ADS_3

Pagi-pagi sekali, Mita telah datang ke rumah Ossa. Sebab merasa penasaran sekaligus merasa lega. Bagaimana bisa pak Karman dan Gandy menggencat senjata begitu mudah dan cepat. Meski semuanya belum kelar dan menunggu batas waktu pagi ini, tapi Mita ikut merasa salut pada Zoan.


Mereka berdua berboncengan dengan membawa Vana dan Vani turut serta ke pantai. Vana duduk menampang paling depan, sedang Vani terselip di tengah. Dua kembar itu cukup menghabiskan tempat sebab badan mereka yang tebal. Namun mereka berdua sangat suka dan nampak tertawa di sepanjang jalan menuju pantai.


🕸


Zoan tidak lagi mampu berkata-kata saat membuka pintu penginapan. Ossa membawa kedua pasukannya dan seorang gadis lagi untuk datang bersama.


"Assalamu'alaikum, om ganteng!!" Vana dan Vani serempak mengucap salam seperti yang sudah Ossa syaratkan di jalan. Mereka sangat patuh, takut akan ditinggal di pantai jika tidak mau bersikap sopan dan bersalam.


"Wa'alaikumsalam." Zoan menjawab dan tertegun kemudian. Vana dan Vani menyambar tangannya untuk disalam dan dicium dengan saling bergantian. Keduanya melakukan dengan cepat meski ada ekspresi terpaksa di wajah polos mereka.


Mita dan Ossa saling senyum berpandangan. Merasa jika strategi agar si kembar mau mengucap salam sekaligus menyalam berhasil.


"Sudah,mbak. Kami boleh ke pantai?" tanya Vani saat mendekat dan mendongak kepalanya pada sang kakak.


"Bentar, aku ngasih ini dulu pada om ganteng," ucap Ossa tanpa sadar jika Zoan mendengarnya. Tapi Zoan pun pura-pura tidak melihat.


"Boss Zoan, ini bubur ayamnya. Buatan ibuku sangat enak. Anda pasti suka," ucap Ossa kembali bernada kaku pada Zoan. Diulurkannya bag kertas berisi wadah bubur pada Zoan.


"Kalian akan ke mana?" tanya Zoan. Mereka berempat bergelagat akan berbalik dan pergi.


"Ingin bermain sebentar di pasir pantai. Mengawasi dua bocilku itu," jelas Ossa sambil menunjuk Divanah dan Davaniah dengan lirik mata jernihnya. Ossa nampak segar pagi ini.


"Aku turut, Ossa. Tunggulah sebentar,,!" ucap Zoan sambil membawa bag bubur ke dalam.


"Ossa kamu temani dulu boss kamu makan bubur. Aku bawa mereka dulu ke pantai. Lihatlah, adik-adikmu sudah menghendap dan hampir tak nampak," ucap Mita memutuskan. Dua kembar memang sudah berjalan dulu dan tidak lagi ingat pada pesan kakaknya.

__ADS_1


"Mita,,! Terimakasih! Ossa akan menyusul denganku sebentar lagi!" Zoanlah yang berseru. Yakin jika gadis manis berkulit eksotis itu adalah sahabat Ossa yang bernama Mita. Sebab, gadis manis itu hanya sempat dilihat sebentar di masjid dengan kepala berkerudung tempo hari.


"Eh,,iya, mas! Ossa,, cepatlah menyusul!" sahut Mita yang kemudian berbalik dan pergi menjauhi penginapan. Pagi ini pantai cukup ramai. Mita khawatir jika dua kembar tadi akan susah dicarinya.


Ossa telah mengeluarkan bubur hangat dan meletak sebagian di piring yang juga disertakan sang ibu. Dan menyodorkannya segera pada Zoan.


"Ossa, akan kumakan cepat-cepat. Tolong ambilkan obatku," ucap Zoan menyadari. Dagunya menunjuk pintu kamar.


"Iya,," jawab Ossa sambil berdiri dan beranjak ke kamar. Mereka sedang duduk di kursi kayu penginapan.


Zoan segera memakan bubur itu. Rasanya sangat lezat. Zoan merasa terharu dengan bubur nikmat yang sedang dimakannya. Ingat pada almarhum sang mama yang juga akan membuatkan bubur serupa jika dirinya sedang sakit. Zoan kian melajukan makannya.


"Pukul berapa mantan pacarmu datang ke rumah?" tanya Zoan di suap terakhir buburnya. Ossa telah kembali dengan memegang butir obat yang sudah dibuka. Gadis itu kembali duduk di tempatnya semula.


"Nanti ibu akan menelepon." Ossa menjawab sambil memandang Zoan yang sedang meminum air dari botol. Lelaki itu juga memandang Ossa sebentar kemudian. Dan mengulur tangan, mengambil butir obat dari tangan Ossa.


"Tentu saja, boss Zoan. Ayah juga tahu, jika hutangnya akan segera pindah padamu," jawab Ossa tersenyum. Zoan yang terus memandang juga ikut tersenyum kemudian.


Susah payah Ossa meredam degup riuh di dadanya. Zoan sangat tampan meresahkan saat tersenyum. Meski wajah itu masih nampak sedikit pucat, nampun tak mampu mengikis pesona kharismanya.


"Kamu akan jadi haremku kembali, Ossa?" tanya Zoan tiba-tiba. Mata hitam pekat itu menatap Ossa sangat lekat. Ossa menunduk, tak tahan lagi rasanya saling menatap.Mata itu terasa jauh diselami, Ossa seperti akan terseret ke dalamnya.


"Hanya untuk pura-pura menemani?" tanya Ossa. Mengangkat wajah cantiknya perlahan.


"Sementara seperti itu,," sahut Zoan membingungkan. Wajah tampan itu kembali sama sekali tak bersenyum.


"Ossa, ayo kita menyusul,,!" seru Zoan mengajak sambil cepat berdiri. Abai pada tatap Ossa yang berekspresi tak paham. Zoan lalu menyambar dompet dan ponselnya di kamar.

__ADS_1


Keluar lagi dengan cepat dan memandang pada Ossa. Bermaksud agar gadis cantik itu lekas pergi berjalan.


🕸🕸


Kedua karib tengah duduk di pasir dan menepi di pantai. Memandang jauh ke arah sebuah motor ATV yang sedang melaju pelan dan stabil. Dikendarai oleh Zoan bersama dua bocil kembar. Mereka berdua nampak sekali senangnya.


"Ossa, bossmu itu masih buka lowongan nggak sih?" tanya Mita tersenyum.


"Kenapa,,??" tanya Ossa juga tersenyum dan pura-pura tak paham.


"Jika modelnya kayak gitu. Rela banget aku jadi serepan. Tajir, tampan, baik,,," puji Mita sambil nyengir tersenyum.


"Gayamu aja ngomong gitu, Mit. Nggak mungkin kamu lepas jomblomu hanya demi menjadi madu,, hu,,hu,," ledek Ossa pada sahabatnya. Mita tidak pernah berpacaran.


"Ha,,ha,,ha.. Memang iya!" Mita pun tertawa lebar-lebar.


"Kenapa sih, orang ganteng harus playboy, Os? Boss kamu kayak gitu,,, Gandess, mantanmu pun sama juga. Ganteng gila sih, tapi kan jijay,," ucap Mita. Gadis itu memang jomblo yang super selektif pada lelaki.


"Jangan gitu, Mit,, Siapa tahu suatu saat mereka pada tobat kan? Jangan over selektif banget. Nanti kamu disumpah jadi zombie abadi loh,, kan serem," ucap Ossa dengan menunjuk ekspresi ngerinya. Mita terlihat sewot.


"Ish.. Mana zombi,,?! Zomblo,,!" protes Mita mengoreksi. Ossa hanya tersenyum lebar menanggapi.


Mereka menutup mulut seketika. Lelaki yang dibicarakan telah berada tepat di belakang mereka duduk. Motor ATV dengan roda besar bergerigi itu telah menyandar gagah bersamanya.


Tapi, Divanah dan Davaniah merengek agar Zoan kembali menyalakan mesin ATV dan membawa mereka kembali berkeliling lebih jauh. Rupanya mereka sudah merasa kenal rapat dengan Zoan. Dua bocil itu tidak lagi nampak segan.


Lelaki tampan dan tajir itu pun menuruti keinginan si kembar. Memandang Ossa dan Mita sekilas sebelum tancap gas dan berlalu melaju.

__ADS_1


🕸🕸🕸🕸🕸🕸


__ADS_2