Boss Pengganti Di Penginapan

Boss Pengganti Di Penginapan
45. Mendapat Pelanggan


__ADS_3

Ayunda hanya tersenyum saat kakak sepupu lelaki sekaligus boss di penginapan tempatnya bekerja, berjalan tergesa meninggalkan garasi dan melewati lobi begitu saja. Yang biasanya selalu menghampiri resepsionis untuk melihat seberapa banyak yang datang di data pengunjung, kini berlalu dengan acuh tak acuhnya.


Dan pintu penghubung lobi dengan rumah pribadi kembali menutup rapat setelah sempat dilewati Zoan beberapa detik yang lalu. Ayunda berpandangan dengan kedua resepsionis cantik itu sesaat, kemudian berjalan mendekat ke meja mereka. Mereka bertiga saling tersenyum penuh arti memahami.


"Mas Zoan kebelet mbak?" tanya salah satu resepsionis yang manis. Tika namanya.


"Husst, enggak. Mas Zoan lagi jomblo sekarang," hardik Ayunda pada mereka.


"Haahh??! Nggak mungkiiin... Lha yang tadi, yang ada di rumah itu?" tanya resepsionis berkulit putih dan berambut panjang sambil menunjuk ke arah pintu pribadinya si boss. Lidia namanya.


"Itu lain yaa. Bisa jadi dialah yang akan menjadi nyonya Zoan di kehidupan mendatang. Sopan-sopanlah kalian dengan gadis itu ya," ucap Ayunda sambil tersenyum pada Tika dan Lidia.


"Lha kekasihnya kan banyak, mbak. Pada di kemanain mereka? Cantik-cantik lagi...!" Tika bertanya serius pada Ayunda.


"Putus,,!! Dah, selamat menggosip malam ini. Kalian dah kukasih bahan ghibah gratis tuh.. Bye,," ucap Ayunda dengan santai. Meninggalkan Tika dan Lidia yang sedang termangu-mangu menatap punggungnya.


Wanita cantik yang sedang digantung nasib oleh sang suami, dicerai tidak, dicari juga enggak itu berlalu dari lobi. Keluar menuju garasi para pegawai, tempat mobilnya menyandar. Ayunda ingin pulang dan istirahat nikmat di rumah sewanya.


🕸


Boss tampan penginapan baru saja mandi dan bertukar baju dengan cepat. Nampak berjalan keluar kamar menuju ke kamar seberang. Dan mengetuk pintu di salah satu kamar yang berjajar di sana.


Sesaat menunggu, terbuka juga akhirnya pintu itu. Nampak gadis penghuni kamar muncul di pintu dengan tatap mata yang sayu. Zoan menduga jika Ossa habis menangis dan lalu tertidur.


"Apa aku mengganggu tidurmu? Kamu sedih lagi sebab ingat pada keluargamu?" tanya Zoan dengan suara dan pandangan yang lembut.


Mungkin Ossa memang baru bangun tidur. Ekspresi kedua mata itu tertegun memandang Zoan yang menunggu jawabannya di pintu.


"Ossa, kamu mengantuk?" tanya Zoan kembali. Mulai berfikir jika Ossa bisa jadi sedang merajuk. Merasa tidak dihargai sebab ada Ayunda yang ternyata juga pergi menemani.

__ADS_1


"Boss Zoan, kamu sudah pulang? Bagaimana, lancar?" tanya Ossa kemudian. Memberi sedikit senyum kepada Zoan yang nampak cerah dan wangi.


"Iya, Ossa. Aku baru saja sampai dan mandi. Lalu menemui kamu di sini. Kamu sudah makan?" tanya Zoan perhatian. Sedikit melirik ke arah kamar Ossa. Diam-diam merasa lega jika Ossa tidak kesal dan marah.


"Sudah. Pak Sholeh mengantarnya tadi," ucap Ossa sambil menganggukkan kepala.


"Bagus jika kamu sudah makan. Ossa, apa ada yang ingin kamu katakan?" tanya Zoan. Sepertinya lelaki itu akan berbalik dan kembali ke kamar. Ossa menggeleng.


"Baiklah, Ossa. Kamu istirahatlah kembali ke dalam kamarmu. Aku pun juga ingin istirahat." Zoan berbicara dan akan berbalik.


"Boss Zoan, tunggu..!" panggil Ossa berseru. Sesuatu tiba-tiba telah diingat di kepalanya. Namun Zoan telah hampir berlalu.


"Ada apa, Ossa?" tanya Zoan menghentikan langkah dan berbalik.


"Ada pengusaha dari kota Medan mengirimiku email. Ingin menyewa kamar di penginapan pulau seribu. Membawa lima belas orang selama dua minggu. Pengusaha itu ingin bertemu. Kebetulan sedang berada di kota Semarang minggu ini," terang Ossa sambil mamandang wajah Zoan. Yang dipandang nampak sangat terkejut.


"Benarkah, Ossa?! Lumayan sekali untuk penginapan di sana jika memang sebanyak dan selama itu mereka menginap," ucap Zoan terus terang. Zoan nampak sangat bersemangat saat Ossa mengangguk mengiyakan.


Zoan berkata pada Ossa dengan penuh semangat. Arzaki akan kembali ke Indonesia dalam waktu dekat ini. Atau bahkan mungkin sedang bersiap untuk terbang dengan pesawat. Zoan yakin jika Arzaki akan merasa surprise dengan perubahan di penginapan.


Apalagi jika pengusaha yang mengirim email pada Ossa benar-benar jadi menyewa kamar selama dua minggu. Yang mana tim kerjanya akan sangat sibuk melakukan pekerjaan di sana. Zoan yakin jika Arzaki akan kian bersemangat untuk kembali ke penginapan.


"Akan saya teruskan salinan emailnya ke emailmu, boss Zoan. Lihatlah sebentar lagi," sahut Ossa menyanggupi. Zoan mengangguk.


"Jika sudah ada sepakat untuk berjumpa, kamu harus menemaniku, Ossa," pesan Zoan pada Ossa. Dan kembali berbalik, lalu berjalan cepat menuju ke dalam kamarnya.


Ossa menghela nafas sambil melepas kepergian punggung sasa nan tegap itu hingga menghilang di dalamnya. Zoan selalu bersikap biasa terhadapnya. Merasa jika boss tampan di penginapan itu memang tidak mungkin meliriknya.


Ossa mulai berfikir untuk putus asa dan berpatah balik saja. Tidak perlu memiliki obsesi untuk menjadi harem istimewa bagi Zoan. Toh mereka akan berpisah. Mungkin Ossa akan dikembalikan oleh Zoan ke Kepulauan Seribu dalam waktu dekat jika pak Arzaki sudah kembali.

__ADS_1


🕸🕸


Telah coba dilobi calon pelanggan untuk rumah penginapan di Kepulauan Seribu. Dan begini lah hasil si boss berdiskusi melalui email semalam.


Pak Sholeh berlalu setelah meletak baki makan siang di kamar Ossa. Berjalan agak membungkuk saat melewati pintu kamar. Sedang ada boss penginapan yang sedang berdiri menjulang di sana.


"Ada apa, boss Zoan?" tanya Ossa saat sadar jika ada Zoan di pintu kamar.


"Setelah makan siang, bersiaplah. Pengusaha yang mengirimimu email, ingin pertemuan siang ini juga," terang Zoan memandang Ossa yang tengah termenung menyimak.


"Saya juga ikut menemani,,?" tanya Ossa berdebar. Ingat jika Zoan memiliki asisten sempurna yang layak dibawanya.


"Hanya kamu saja yang menemani, Ossa. Bersiaplah," ulang Zoan. Lelaki itu cepat berbalik dan kembali menuju kamarnya tergesa. Ossa pun segera melesat ke dalam kamar dengan perasaan yang terus berdebar. Rasanya kembali bersemangat untuk coba menarik sedikit perhatian Zoan padanya.


🕸🕸


Zoan meluncur membelah jalanan siang itu menuju sebuah hotel tua di kawasan Kota Lama Semarang. Calon pelanggan itu ngotot ingin bertemu di sana, di hotel tempatnya menginap. Menolak tawaran Zoan agar bertemu di rumah makan terbuka yang tidak jauh dari kota Ungaran. Demi penginapan di Kepulauan Seribu lah Zoan pun bersetuju.


"Ossa, jika tender pelanggan baru ini sukses, penginapan akan mendapat profit yang lumayan. Hadiah apa yang kamu ingin?" tanya Zoan tiba-tiba dengan menoleh dan memandang Ossa yang sedang melamun.


"Eh, saya,,? Akan mendapat hadiah?" ulang Ossa yang baru kembali dari lamunan. Zoan mengangguk.


"Saya tidak tahu, boss Zoan. Lagipula jika menyebut hadiah sekarang, ternyata pengusaha itu gagal menyewa. Saya kan juga jadi kecewa," ucap Ossa tersenyum. Memandang Zoan yang nampak diam tidak menimpali. Lelaki itu fokus mengemudi. Dan menoleh Ossa sesaat kemudian.


"Aku pasti berhasil membuatnya tertarik menyewa di sana, Ossa. Ibarat ikan yang susah masuk ke jaring, jangan pernah terlepas lagi." Zoan berkata dengan yakin.


"Eh, iya boss Zoan. Saya akan memikirkan hadiah yang patut kuminta," ujar Ossa meralat jawabannya. Ingin memberi Zoan sebuah dukungan.


Zoan mengangguk nampak suka. Masih memandang Ossa dengan ekspresi yang tegas. Jiwa kesuksesan memang telah mengalir pekat di tulang dan darahnya. Pantang bagi seorang Zoan untuk merasa ragu dan kalah saat bertemu dengan calon pelanggannya!

__ADS_1


🕸🕸🕸🕸🕸🕸


__ADS_2