Boss Pengganti Di Penginapan

Boss Pengganti Di Penginapan
55. Kemas Kamar


__ADS_3

Ossa terkejut saat kembali masuk ke dapur, telah ada Zoan duduk menyandar di kursi. Memandang kedatangannya dengan ekspresi menunggu.


"Ossa!" seru Zoan memanggil. Ossa segera berjalan mendekat. Berdiri di samping Murni bersiap menyimak maksud panggilan Zoan barusan.


"Marni, Ossa,, aku akan ke kota pusat. Ada beberapa orang yang ingin kujumpai. Kakakku menolak kucarikan perawat lelaki. Jadi selama aku tidak ada, kalian bantulah mengawasi. Terutama kamu, Ossa. Bisa jadi mas Zaki akan mencarimu," terang Zoan pada Murni dan Ossa. Lelaki itu berdiri dari duduknya di kursi.


"Siap, pak boss," jawab Murni cepat. Ossa juga mengangguk namun dengan diam.


Zoan memandang Ossa sejenak. Seperti sedang ada yang ingin dia sampaikan. Tapi lelaki itu berbalik dan berjalan menuju pintu dapur. Tapi lagi, kemudian berhenti dan berbalik, memandang pada Ossa yang juga sedang tertegun dengan perginya.


"Ossa, jika sudah senggang, kemaskan kamarku," ucap Zoan perlahan. Lalu berbalik lagi setelah menyampaikan hal itu pada Ossa.


"Iya, boss Zoan,,!" seru Ossa kali ini.


"Boss, makan siang sebentar lagi sudah siap!" seru Murni juga dari dapur. Tapi Zoan tidak berbalik. Lelaki itu terus berjalan cepat melewati ruang makan dan lalu menghilang. Tidak menanggapi sahutan Murniati.

__ADS_1


"Kayaknya dia nggak makan, mak. Lebih baik menyiapkan untuk pak Arzaki saja." Ossa berkata sambil memandang Murni yang nampak kecewa. Dan wanita dewasa itupun mengangguk menyetujui.


"Kamu kemas kamar pak boss Zoan saja, Ossa. Biar aku sendiri yang menyiapkan makan untuk pak Arzaki. Ini masih longgar waktuku. Sebentar lagi, pasti akan datang barang-barang kotor ke sini jika jam makan sudah habis," ucap Murni pada Ossa yang nampak bimbang wajahnya.


Murniati mengarahkan Ossa agar segera pergi dari dapur. Ossa lalu mengangguk, mematuhi perkataan Murni padanya. Berjalan cepat menuju ruang dalam di mana kamar Zoan berada. Ada sedih dan gentar kala melewati kamar yang pernah ditempati bu Arzaki serta kamar anak-anak. Ossa menguatkan diri dengan berjalan lebih cepat.


Kamar besar yang ditempati Zoan nampak remang. Lelaki itu entah sudah masuk ke dalamnya atau belum, tapi jendela tidak dibuka dengan hanya lampu tidur saja yang dinyalakan.


Kamar Zoan sangat rapi dan wangi. Lagipula ada Murni dan Nola yang senantiasa membersihkan tiap pagi. Apalagi mereka tahu jika hari ini, penghuni kamar akan datang. Pasti mereka telah menyiapkan lebih ekstra. Lalu apalagi yang dikemas..


Ossa kemudian hanya mengelap kaca jendela yang tembus pandang ke garasi dan halaman. Nampak mobil penginapan, serta mobil yang tadi disewa masih ada. Maknanya Zoan belum pergi, ke mana dia?


🕸


"Mas, habis ini aku berangkat. Murni sedang menyiapkan makan siang. Nanti dia akan datang ke sini. Aku belum lapar, akan makan di jalan saja," ucap Zoan membahas pada perginya ke kota. Arzaki nampak merenung wajahnya.

__ADS_1


"Jaga kesehatanmu, Zoan. Kamu nampak kurus," ucap Arzaki khawatir. Wajah tampan adiknya nampak sangat kusut. Tapi Arzaki menyimpan rasa bersalahnya. Zoan sangat tidak suka jika Arzaki nampak lemah atau berkata maaf padanya.


"Jangan khawatir, mas. Aku akan aman-aman saja asal kamu juga dalam kondisi yang baik dan prima. Jangan pernah merasa kasihan padaku. Itu justru membuatku tidak semangat," ucap Zoan tersenyum samar sambil menepuk pelan pundak Arzaki.


"Baiklah, cepatlah berangkat. Sepertinya akan hujan. Semoga urusanmu lancar, dan cepatlah pulang." Arzaki berkata sambil mengambil botol minuman. Dan lalu diteguknya.


"Iya, mas. Jika ada apa-apa, telpon saja mereka. Semua nomor pegawai penginapan sudah kumasukkan di ponsel barumu," ucap Zoan sebelum membuka pintu kamar.


"Apa nomor Ossa juga sudah ada,,?!" seru Arzaki sebelum Zoan menutup pintu kamar.


Zoan berhenti menutup pintu, terdiam sebentar tanpa berbalik badan.


"Nomor Oqtissa sudah aku masukkan, mas!" seru Zoan. Ditutupnya benar-benar pintu kamar. Arzaki hanya menanyakan nomor Ossa. Tapi tidak menanyakan nomor ponsel miliknya. Zoan berusaha mengabaikan.


Zoan nampak berjalan cepat menuju ke garasi. Menyandar sebentar di mobil sewa. Ingat jika sopir masih berada di Mushola. Tadi terlihat kelebatnya di antara para jamaah shalat dzuhur.

__ADS_1


Zoan berjalan cepat tidak menuju ke mushola, namun menuju ke dalam rumah. Lelaki itu sedang menghampiri kamarnya.


🕸🕸🕸🕸


__ADS_2