Boss Pengganti Di Penginapan

Boss Pengganti Di Penginapan
90. The End


__ADS_3

Setelah perjalanan panjang, yang mereka sambil singgah di banyak tempat. Termasuk ngadem di masjid dan hotel untuk istirahat, mereka sampai juga di destinasi utama. Ossa dan Zoan sampai ke penginapan Azril, di kepulauan saat pagi.


Keadaan penginapan tidak jauh berbeda. Kendaraan milik pengunjung terlihat berjubel, bahkan hingga di luar batas parkir. Lobi pun juga nampak beberapa orang di sana. Dan itu sangat memuaskan hati Zoan dan Ossa.


Hanya ada satu yang berubah, yaitu pada jam kerja di kafe. Yang dulu beroperasi kerja saat malam, kini buka juga saat siang. Kafe penginapan Arzaki melayani selama dua puluh empat jam demi kenyamanan pengunjung.


Murni tidak terlau repot lagi sekarang. Kini Arzaki hanya memintanya untuk di dapur pribadi dengan menemani putra bungsunya. Dengan kata lain, Murni hanya bertugas sebagai babysitter anak lelaki Arzaki sekaligus mengurusi makan untuk bapak dan anak tersebut.


Murni dan Ossa sedang di dalam kamar bermain anak-anak di ruang utama Arzaki. Menunggui bermain balita lelaki yang nampak kurus dan kecil. Namun sangat tampan dan berkulit putih, mirip pak Arzaki. Pak Arzaki memang berkulit sangat terang. Sedang Zoan berkulit cerah nemun lebih gelap dari Arzaki.


Murni dan Ossa baru saja saling bertangisan dengan rasa bercampur baur. Antara haru, senang sekaligus rasa sedih. Balita yang sedang mengoceh sendiri sambil bermain itu menatap heran pada Ossa dan Murni sesekali. Merasa heran pada mereka berdua yang menangis tersedu.


"Mbak Nola nggak akan pernah ke sini lagi, mak?" tanya Ossa setelah tangisnya berhenti.


"Enggak, Os. Keluarganya sudah memaafkan dan datang sendiri ke sini njemput Nola. Wong Nola itu anak orang kaya. Bapaknya jadi camat di Sragen."


Murni menjelaskan sambil mengumpan bola untuk Arkio Azril, nama anak pak Arzaki itu. Selama hampir enam bulan diasuh, nampaknya balita lelaki itu sangat nyaman dengan Murni. Meski sebelumnya sudah mengenal sebelum sempat mudik ke Brunei Darussalam, tapi si bungsu hanya dekat dengan almarhum sang ibu.


"Pak Arzaki dan anaknya, sekarang tidur di mana, mak?" tanya Ossa panasaran.


"Ya, tetap. Tidur di kamar tamu pas sakit dulu itu. Di sini yang dipakai tiga kamar saja. Kamar ini, kamar suamimu dan kamar pak Arzaki dengan nyonya di sebelah ini. Yang lain dibuka untuk pengunjung. Biar ramai, Os. Tamunya selalu banyak sekarang ini. Tapi aku nggak berat lagi kerjaku. Pegawai baru juga banyak sekarang," terang Murni pada Ossa.


"Alhamdulillah.. Lha mak Murni, tidur di mana?" tanya Ossa dengan tersenyum.

__ADS_1


"Ngopo kamu senyum? Aku ora gemblung, Os. Aku tidur di belakang kalo nggak ada kamu. Sama pak Arzaki suruh tidur di kamar tamu, sebelah kamarnya dan Arkio. Ya aku nggak mau, Os. Nanti kalo aku khilaf suka sama mantan bossmu itu, lak blaen. Wong aku sudah ada anak dan suami di pesisir sana. Hi,,hi,,hi,," terang Murni dengan berbisik dan lalu tertawa. Ossa pun mengangguk dan ikut tertawa tanpa suara.


πŸ•Έ


Di meja makan saat siang..


Ossa duduk bersebelahan dengan Zoan. Arzaki yang duduk di sebelah Arkio juga berhadapan dengan Zoan. Sedang di sebelah Arkio duduk Murni yang menyuapi anak asuhnya dengan susah. Arkio sangat tidak berselera makan dan suka mengulum lama makanannya. Harus ekstra sabar menyuapi.


"Ayo, Kioo... Lihatlah, calon adek bayi di perut tante makan lahap sekali. Nanti kalo Kio lambat-lambat makan, badan Kio kecil. Adek bayi ini akan cepat besar melebihimu," ucap Ossa sambil menyendok makanan dari piringnya dengan cepat. Bocah lelaki yang diajak bicara hanya diam memandang sambil mengulum makanan.


"Nanti kalo Kio kalah besar, ngapa ngapain nggak bisa menang. Lomba lari nggak bisa juara, lomba basket nggak bisa juara, lomba berkuda pun nggak bisa di depan. Makanlah yang banyak, cepat dikunyah dan cepat ditelan. Nanti Kio akan cepat besar dan suka menang kayak om Zoan, juga kayak papanya Kio itu. Badannya besar dan suka menang,," ucap Ossa membujuk.


Mungkin ucapan Ossa ada efeknya. Bocil malang yang mengulum mematung itu, kini nampak bergerak dan mengunyah makanannya. Lalu menelan dan menoleh pada Murni. Murni nampak gembira dan segera menyodor sendok ke mulut Arkio dengan cepat.


"Iya, pa.. Kio ingin besar kayak papa dan om Coan,,," ralat Arkio dengan sangat bersemangat. Arzaki semakin tersenyum lebar mendengarnya. Zoan pun melirik Ossa dengan senyum bangga di bibirnya.


"Zo, apa kalian akan menginap?" tanya Arzaki pada Zoan yang duduk di depannya. Zoan memandang Arzaki sambil membuang nafasnya.


"Maaf, mas. Aku dan Ossa akan berangkat kembali ke Semarang nanti malam. Saat jalanan lengang." Zoan menjelaskan sambil menuang teh manis ke gelasnya.


Arzaki mengangguk memahami. Meski Zoan tidak bisa menginap, namun merasa lega jika sang adik masih sempat berkunjung sesekali.


Merasa tidak bisa memaksa untuk tinggal lebih lama, meski rasanya sangat ingin lebih lama ditemani.

__ADS_1


Tapi Arzaki tahu diri. Dirinya yang sebagai seorang kakak lelaki justru lebih merepotkan dan membebani.


Terlebih bertambah lagi sesal di hati. Dan itu adalah kesalahan fatal yang pernah dilakukan olehnya. Yaitu pernah menikahi Oqtissa.


Tidak disangka jika gadis pesisir itu adalah obat bagi Zoan. Gadis polos yang ternyata adalah jodoh terbaik untuk Zoan. Sepertinya Arzaki akan menyesal hingga kapanpun.


Meski pasrah dan percaya akan garis dariNya. Namun di balik ketegaran dan senyum itu, Arzaki sedang menanggung berbagai rasa bersalah.


Selain sebab kematian istri dan anak-anak tercinta, tapi juga menyesal telah menikahi Oqtissa. Gadis yang ternyata telah disukai sang adik lelaki diam-diam. Hingga Zoan tetap rela menerima Ossa sebagai istri setelahnya.


Namun, waktu telah berlalu dan semua sudah terlanjur. Waktu tidak akan mungkin diulang mundur kembali. Hanya doa terbaik untuk Zoan dan Ossa saja yang mampu Arzaki panjatkan di tiap sela doa panjangnya di malam yang lengang.


πŸ•ΈπŸ•Έ


Terimakasih tak terkata untukmu yaa...


Jangan lupa vote yaaa...


Juga bintang 5 untuk yang belum yaaa...


Maaf jika ada kata-kata yang tak disuka tanpa kusengaja untuk kakak-kakak readers tersayangku semua yaa..


Harap ikuti akun author rengginan ini yaa... Author sangat ingin dukunganmu di setiap karya baru author.. Author sangat kekuranga followers...πŸ˜­πŸ˜˜πŸ™

__ADS_1


Wassalam..β€πŸ’™πŸ’š


__ADS_2