Boss Pengganti Di Penginapan

Boss Pengganti Di Penginapan
09. Baju Berkerudung


__ADS_3

Dapur kembali kondusif setelah sempat hiruk pikuk oleh geng pembantu yang tengah kalang kabut di sana. Zoan yang sebelumnya mengabari jika rombongan orang pintar akan datang selepas isya, tiba-tiba mengubahnya menjadi sebelum maghrib. Zoan menyadari kepanikan itu, dan meminta pada Nola serta Ossa untuk membantu Murniati di dapur. Si boss tidak mengatakan alasannya kenapa acara dimajukan.


Dan pada pukul lima sore tepat, acara praktik memasak itu akhirnya selesai dengan memuaskan. Meski keadaan dapur masih sangat nampak berantakan.


Murni meminta Nola dan Ossa untuk pergi bersiap diri. Sementara dirinya membersihkan dapur dan merapikan barang-barang ke tempat semula. Ossa dan Nola pun mengiyakan. Kedua kroco cantik itu bergegas pergi untuk mandi dan menghias diri bermutasi. Yang bisa jadi boss Zoan akan melibatkan mereka dalam acara penyambutan kedatangan rombongan orang pintar di rumah penginapan.


Ossa nampak sangat cantik dengan baju andalan yang tentu saja sangat bagus baginya, bahkan hampir belum pernah dipakai. Gaun panjang dan berlengan panjang, namun terlihat modis dan elegant. Rambutnya tidak lagi dikuncir, namun disanggul dengan model lipat yang indah dan unik. Leher Ossa nampak mulus dan jenjang.


Begitu juga dengan Nola, tidak diragukan lagi bagaimana pintar Nola berpakaian dan berdandan. Nola terlihat cantik dan masih percaya diri dengan dressnya yang seksi. Perutnya masih terlihat rata dengan pinggang yang ramping.


Dan kini giliran Murniatilah yang mesti bersiap mandi dan berhias. Meminta pada kedua kroco jelitanya untuk bergantian menunggu sajian makanan. Khawatir jika ada cicak atau hewan gila lainnya yang diam-diam mencuri datang dan mengendus


Plek! Plek! Plek! Plek! Plek! Plek! Plek!


Murni tidak jadi meluncur ke belakang. Bunyi langkah kaki bersandal itu menghentikan laju jalannya. Penasaran dengan siapa yang datang. Dan ternyata adalah boss Zoanlah yang nampak dari ruang makan ke dapur.


Bukan hanya Murni saja yang nampak takjub dan tertegun. Ossa juga tercengang dan terkejut. Bahkan Nola hingga ternganga memandang tanpa segan.


Zoan nampak lain dan kelewat menawan sore itu. Set koko dari celana hingga peci berwana navy yang dipakai oleh Zoan, nampak sempurna melekat di badan tegapnya yang atletis. Zoan nampak berwibawa dengan wajah tampannya yang cerah.


Dan pandangan sedap itu ambyar seketika saat wanita cantik yang juga sangat anggun dengan gamis berkerudung, datang dan melingkarkan tangan di lengannya. Melempar senyum tipis kepada Ossa, Nola dan Murni. Yang ketiganya pun buru-buru membalas senyuman Luna dengan senyum ala kadarnya.


"Marni, Nola dan Ossa,, kalian memiliki baju muslimah?" tanya boss Zoan pada mereka bertiga. Ketiganya pun kompak mengangguk.


"Kalian tukarlah baju berkerudung. Tamuku beberapa adalah ustadz dan Kyai. Kalian paham kan?" tanya Zoan dengan pandangan harap makhlumnya.


Mereka bertiga saling pandang. Kemudian kembali kompak mengangguk.


"Ya, kami paham, pak boss," jawab Murni mewakili. Sebab sangat mengerti, Nola dan Ossa sedang kesal dengan perintah mendadak ini. Juga menyesal sebab tidak berinisiatif sendiri. Padahal sudah tahu, orang pintar bagaimana yang akan dibawa oleh boss Zoan di acaranya.


"Kalian cepatlah sedikit. Mereka akan tiba dua puluh menit lagi." Ucap Zoan memandang lurus pada Murni. Hanya dia yang penampilannya nampak berantakan, dan dengan wajah mengkilap berminyaknya.

__ADS_1


"Kapan makanan dikeluarkan, boss?" tanya Murni terdengar tetap bersemangat.


"Oh, iya. Sebab rombongan sedang puasa rajab, begitu mereka datang, akan kubawa langsung ke mushola. Nola sudah meletak air dan kurma kemasan di sana. Saat itu letaklah segala sajian berat ini ke lobi." Zoan memandang Murni yang sedang mengangguk.


"Ya sudah, aku duluan yang bersiap-siap dengan baju berkerudung. Jangan khawatir, aku selalu super cepat jika berdandan," ucap Murniati sambil menahan tawa. Wajah sebal Ossa dan Nola nampak mengibakan. Murni berlalu dengan langkah buru-buru.


"Ossa, apa kamu sudah melakukan tugasmu dengan baik?" tanya Zoan tiba-tiba. Nadanya cukup pelan, bahkan terkesan lembut didengar.


"Iya, sudah semua. Siap untuk menampung, pak," jawab Ossa tak kalah pelan dari Zoan.


Sengaja menyebut pak, agar si boss merasa tersentil sedikit. Ossa sangat yakin jika Zoan tidak suka dilabeli pak.


Wajah yang biasa datar dan tenang itu memang terlihat merespon. Wajah tampannya sedikit menegang.


Ossa merasa mendapat kepuasan tersendiri. Sebenarnya sangat suka dengan berbaju gamis dan kerudung. Tapi ada kecewa dengan berita mendadak dari si boss. Sudah berusaha cantik maksimal, tiba-tiba datang dan menyuruh bertukar penampilan dengan cepat. Uh..


πŸ•ΈπŸ•Έ


Acara puji syukur, panjat doa dan harapan demi kelancaran juga keberkahan rumah penginapan itu terselenggara dengan lega dan lancar. Selesai tepat sebelum isya dengan di akhiri doa bersama. Diaminkan oleh seluruh rombongan orang pintar, empat pekerja dan boss Zoan, serta Luna, kekasihnya yang cantik.


"Ehem,,!" suara dehem Zoan, bukan sekadar deheman penetralan. Namun, bermaksud meminta perhatian dari ketiga pembantunya sejenak.


Mereka menghentikan aktifitas dan menoleh. Memandang Zoan dari tempatnya masing-masing. Si boss sedang berdiri dengan permaisuri hati di sampingnya. Siapa lagi kalau bukan Luna..


"Apa kalian lelah?" tanya Zoan. Memandang di setiap wajah ketiga pekerjanya.


"Tentu saja kami lelah, boss. Tapi, biasanya pak Arzaki akan memberi uang tip untuk kita setelah memberikan kerja yang ekstra." Nola menyahut cepat dengan cukup lantang dan berani.


"Betul sekali kata mbak Nola, boss. Kami akan sangat bersemangat jika seperti itu," timpal Ossa pada Zoan. Tidak ingin membiarkan Nola berjuang sendirian. Murni hanya memandang Ossa dan Nola dengan senyum mendukung.


"Begitukah? Bagaimana jika kalian kuberi liburan? Tapi hanya seharian." Zoan memandang ekspresi mereka bertiga dengan wajah tenangnya.

__ADS_1


"Di mana itu, boss?!" tanya Nola memekik. Tak lagi disembunyikan rasa senang di wajah cantiknya. Nola memakai kerudung warna kuning terang. Sepadan dengan warna kulitnya yang putih.


"Pulau seberang, pulau Bidadari," ucap Zoan.


"Wah, setuju sekali ! Sudah lama sangat kami tidak mendapat liburan, boss !" sambut Murniati yang juga histeris. Memandang Ossa yang bermuka tanpa ekspresi apapun.


"Ossa,,? Kamu tidak gembira?" tanya Murni terheran. Biasanya gadis muda itu sangat suka plesiran.


"Ossa, apa tanggapan kamu?" tanya Zoan yang langsung pada Ossa. Memperhatikan pekerja termudanya yang sedang membungkam.


Ossa terlihat lebih cantik dengan kerudung segitiga violetnya. Serasi dengan dress panjang warna biru tua yang sudah dipakai dari semula. Sebab tadi buru-buru, Ossa tidak bertukar baju, hanya melengkapinya dengan kerudung. Meski warnanya tidak senada, tapi terlihat sejuk dipandang oleh mata orang lain di badannya.


"Kali ini saya lebih memilih istirahat di kamar saja, boss Zoan. Seharian, hingga mak Murni dan mbak Nola kembali. Apa boleh,,?" mohon Ossa dengan nada merayu.


"Ossaaaaa,,,,,?!" seru Nola dan Murni dengan sangat kecewa.


"Eh,,," Ossa menggumam, merasa serba salah juga bingung. Murni dan Nola memandang tajam dengan tatapan menghardik padanya.


"Bagaimana?" tanya Zoan pada ketiga pekerja perempuannya.


"Ossa setuju, pak boss! Kami menerima tawaran anda dengan sangat gembira,,!" sahut Nola bersemangat. Mewakili jawaban Ossa dengan sangat pemaksaan.


"Besok kalian akan diantar sopirku pagi-pagi. Dan diambil lagi pukul lima sore. Bagaimana?" tanya Zoan dengan nada yang ramah. Bahkan wajah tampannya terlihat cerah menghangat.


"Setuju, booosss,,!!" sahut Nola dan Murni serempak bersemangat. Menganggap suara Ossa adalah minoritas yang tidak perlu dianggap.


Zoan menganggukkan kepala satu kali dengan cepat. Juga menganggap jika pendapat Ossa telah dilibas oleh dua teman sejawatnya. Mereka terlihat akrab dan selalu sepemikiran. Jadi disamakannya saja isi kepala dari ketiga pembantu kompaknya itu.


Namun, baik Nola dan Murni, bahkan boss Zoan pun, tidak sekali saja menoleh pada Ossa. Mereka enggan memandang. Kecuali Luna, merasa geli dengan wajah masam Ossa yang juga mengerucut di bibirnya.


πŸ•ΈπŸ•ΈπŸ•ΈπŸ•ΈπŸ•ΈπŸ•ΈπŸ•Έ

__ADS_1


πŸ•ΈπŸ•ΈπŸ•ΈπŸ•ΈπŸ•ΈπŸ•ΈπŸ•Έ


Duhai beloved readers, Vote seninmu!!!!!...😘😘😘


__ADS_2