Boss Pengganti Di Penginapan

Boss Pengganti Di Penginapan
63. Sah Rawat Total


__ADS_3

Tiga orang yang didatangkan oleh Rama secara mendadak untuk datang ke penginapan, di tambah pegawai penginapan sendiri, yaitu mak Murni, mas Aldi sopir, pak Ridwan satpam dan Rama sendiri, adalah orang yang terlibat pada akad nikah di kamar Arzaki.


Tiga orang yang didatangkan itu, salah satunya berperan sebagai penghulu yang terbiasa menikahkan siri. Baik secara sukarela ataupun sebab kasus-kasus tertentu yang rumit. Penghulu ini adalah pensiunan tentara atau seorang purnawirawan seperti halnya pak Ridwan, sang satpam. Mereka sudah saling mengenal sangat baik.


Dan dari pak Ridwan satpam di penginapan jugalah Rama memperoleh informasi adanya penghulu baik hati disaat mrndesak.


Segalanya telah diatur dengan baik dan terlaksana dengan lancar dalam waktu yang singkat. Kini semua orang telah meninggalkan kamar sang tuan dan menyisakan sepasang pengantin baru di dalamnya.


Ossa menguatkan diri dan berusaha tidak terlalu mengambil hati dengan apa yang dialaminya barusan. Tidak ingin larut dan tenggelam di dalam kesedihan.


Meski ini adalah pengalaman pertamanya sepanjang hidup, Ossa tidak ingin terbawa perasaan dan berusaha kuat untuk mengabaikan makna pernikahan. Sebab Arzaki pun telah menegaskan juga pada mereka, bahwa ini hanyalah sebatas hubungan pekerjaan. Dan demi menjaga diri Arzaki sendiri untuk tidak merasa segan pada Ossa, perawat pribadi yang telah dipilih dengan caranya.


"Pak, semua sudah kembali dari kamar anda. Saya bersihkan badan bapak sekarang, ya,,?" tanya Ossa. Segera ingat pada penyebab pernikahannya. Merasa kasihan jika Arzaki merasa segan mengingakan tentang itu lagi padanya.


"Terimakasih,,, Ossa.. Tolong,,bersihkan,, dan tukarlah..." Arzaki berkata tersendaat tanpa melihat pada Ossa. Lelaki itu hanya memandang kosong pada langit-langit silver di kamar.


"Iya, pak. Permisi, ya pak,," ucap Ossa terdengar agak kikuk. Tidak munafik jika rasanya sangat gugup.


Ossa menarik baskom air dan perlengkapan menyeka. Mulai melepasi celana Arzaki dengan wajah pucat pasi. Rasanya sedang berkeringat dingin tiba-tiba. Ossa susah payah coba menenangkan diri dan hati. Berusaha tenang melakukan tugasnya. Toh Arzaki mati rasa dan tidak juga melihat.


Ossa ingat jika diapers yang dipakaikan sang dokter lelaki pada Arzaki sudah hampir dua puluh empat jam tak ditukar. Tidak bisa dibayangkan bagaimana rasanya. Jika Arzaki tidak mati rasa, mungkin dari petang kemarin, lelaki itu pasti sudah membuangnya.


Dan,, pernikahan ini tidak perlu terjadi adanya. Tidak sadar gadis itu menyesali pernikahan mendadaknya.

__ADS_1


Ossa mengganti popok dengan sangat kesusahan. Tubuh Arzaki sangat berat dan besar. Hampir sama dengan Zoan. Namun sebab faktor usia dan hormon, badan Arzaki lah yang sedikit lebih besar. Ossa melakukannya dangan sesekali menahan nafas tegangnya.


Tentu saja hal yang tak disangka akan dilihat dan disentuh dalam waktu secepat ini membuatnya sangat shock diam-diam. Semakin banyak keringat dingin yang merembes keluar dari kulitnya. Selain debar gugup di dada, tapi membersihkan tubuh Arzaki benar-benar cukup menguras tenaganya.


Ossa berbeda dengan para perawat-perawat sungguhan di sana. Yang telah dididik dan berlatih dalam segala hal pada semua benda yang akan dirawatnya. Mereka belajar teori dan praktik selama berbulan bahkan bertahun.


Tidak mungkin juga jika Ossa melakukan tugasnya tanpa melihat dan menyentuh. Selain Ossa tidak tega, Itu pasti juga akan menyakiti perasaan Arzaki. Meski lelaki itu terus membuang pandangan menyamping ke arah jendela. Sesekali Arzaki pasti juga memandangnya tak sengaja. Lelaki yang dalam mode sensitif itu, pasti akan paham bagaimana Ossa melakukan tugasnya


Diapers khusus lansia itu sudah terpasang sempurna penuh perjuangan. Rasanya lega sekali. Rasa lelah dan susah saat memasang, telah menawar sedikit rasa mual dan jijik sebab aset vital Arzaki yang nyata terpampang dan tersentuh.


Ossa merasa harus totalitas membersihkan, melawan hasutan rasa malu dan rasa tak sanggupnya. Berharap akan terbiasa melakukan ritual penggantian popok yang teramat seram dan tegang baginya.


"Ossa,, tidak,, usah ,, kamu,, pasang,, celanaku.. Selimuti,,saja,, kakiku,," ucap Arzaki tiba-tiba. Lelaki itu telah menoleh dan melihat jika Ossa sedang kesusahan memakaikan celana. Arzaki mengerti jika Ossa susah payah mengangkat ungkit pantatnya. Berfikir jika berselimut saja, akan memudahkan Ossa merawatnya.


"Iya, pak. Terimakasih," sambut Ossa cepat. Tanggap akan maksud Arzaki melarang memasangkan celana.


"Pak, saya akan membawa ini ke belakang. Sekalian mengambil sarapan untuk makan obat dosis pagi. Anda jangan tidur dulu ya, pak," pamit Ossa dengan nada yang lega.


Akhirnya tugas super berat itu terlaksana sempurna. Arzaki terlihat mengangguk. Ossa pun berlalu meninggalkan kamar menuju ke dapur dengan rasa lapang luar biasa.


🕸🕸🕸


Telah satu minggu berlalu, Ossa yang sebenarnya berstatus seorang istri itu merawat sang suami. Meski seharusnya sudah mulai terbiasa, Ossa tetap saja merasa tegang dan berkeringat dingin saat melakukan tugasnya.

__ADS_1


Dan Arzaki juga selalu berpaling wajah selama Ossa membersihkan dirinya hingga tamat dan berselimut kembali.


Ada kemajuan setelah satu minggu bersabar dengan derita dan sakit. Arzaki telah lancar berbicara. Kedua tangannya mulai bertenaga meski merasa selalu lemas. Tidak lagi gemetar dan bergetar.


Namun, tidak untuk bagian perut hingga ujung kaki. Masih tidak dirasakannya apapun, apalagi digerakkan. Tuan besar penginapan masih tergantung pada perawatan Ossa keseluruhan padanya.


🕸


Untuk kasus di penginapan, hampir semua pegawai telah dipanggil kepolisian guna diselidiki dan bersaksi sebagai pelengkap penyidikan.


Kamar tempat penemuan sabu jenis heroin di atas plavon itu bernomor kamar dua puluh satu. Seluruh pengunjung kamar nomor dua puluh satu di dua minggu terakhir, telah dipanggil oleh pihak kepolisian untuk diperiksa dan diselidiki. Sayangnya, polisi belum menentukan siapa terduga sebagai tersangka seorang pun.


Namun, ada satu pengunjung lagi yang tidak bisa dideteksi oleh pihak kepolisian di mana adanya. Seorang warga negara Indonesia yang tinggal menetap di Thailand. Meski sudah didatangi ke alamatnya di Thailand, sesuai dengan alamat yang didata oleh Nola, lelaki yang bernama Haru Masako itu belum juga ditemukan. Bahkan sang orang tua yang tinggal di Jakarta pun tidak tahu menahu di mana Haru Masako berada saat ini.


Jika dalam waktu satu bulan polisi tidak juga menemukan Haru Masako, rumah penginapan milik Arzaki terancam dibanned sementara waktu. Juga dikenakan denda pelanggaran usaha, sebab tidak memiliki surat izin yang terbaru.


Namun, jika Haru Masako berhasil ditemukan, meski ternyata bukanlah tersangka pemilik heroin, rumah penginapan masih diberi kesempatan untuk lanjut beroperasi dengan melapor berkala satu bulan sekali.


Ossa tidak mendapat panggilan ke markas sebagai saksi. Tapi Murni dan Nola juga terkena panggilan, sebab keduanya ikut berhubungan dengan pengunjung dan kamar bernomor dua puluh satu itu.


Murni dan Nola menjawab pertanyaan Ossa tentang Zoan. Bahwa mereka berdua, tidak bertemu atau melihat sekilas pun adanya lelaki itu di markas kepolisian.


Dan bahkan, Rama mengatakan jika Zoan memang sudah tidak berada lagi di markas kepolisian. Lalu, di mana keberadaan Zoan? Ponsel Zoan tidak pernah aktif dengan pengalihan panggilan dari operator selular.

__ADS_1


Ossa hanya menangis memikirkan Zoan di mana. Rasanya sangat sedih dan kecewa sekali. Sudah bebarapa kali lelaki itu tiba-tiba pergi menghilang tanpa memberikan kabar dulu padanya. Meski Ossa bukan siapa-siapanya Zoan, tapi kakak lelaki itu telah dipasrahkan Zoan padanya. Ossa merasa berhak tahu di mana Zoan pergi dan berada..


🕸🕸🕸🕸


__ADS_2