Bukan Cinderella

Bukan Cinderella
Sepupu Bob


__ADS_3

Dua minggu telah berlalu, Festival tani telah berakhir dan ditutup dengan kegiatan adat yang menakjubkan. Robby menikmati moment itu bahkan meminjam uang pada Mantri Bein untuk membeli ponsel untuk mengabadikannya.


Bob tak lagi menginap di rumah Elle dan merecoki Robby di malam hari. Meski begitu, dia lebih banyak menghabiskan waktu bersama mereka ketimbang kembali ke rumah Jefry, meski Jefry ada di rumah.


Bisa dikatakan, dia hanya akan kembalj ke rumah untuk tidur saja


Jefry juga sudah menanyakan perubahan sikap Bob yang aneh dan tiba-tiba ini. Elle mencoba bertanya namun tidak mendapat jawaban apapun. Robby memilih diam dan tidak mencoba mendesak Bob.


" Dia mungkin kesel atau khawatir atau apapun itu, tapi nggak tau kenapa atau nggak tahu gimana ngejelasin ke orang. Tunggu aja, nanti juga kalau mentok bakal ngomong sendiri daripada di desak malah stress. " Dia mengungkapkan pendapatnya saat Elle mencoba mendiskusikan keadaan Bob padanya.


" Lagian, ini masalah mereka jadi yang harus pro aktif, ?mereka yang terlibat. "


Elle mengangguk.Ia merasa kalau ucapan Robby ada benarnya. Jadi, dia tidak mau pusing mikirin kelakuan aneh Bob, karena dia memusatkan pikirannya pada panen sayurannya.


para penduduk desa punyak kebiasaan menanami pematang sawah mereka dengan aneka sayuran. Itu juga karena pematang sawah di tempat ini tiga kali lebih besar dari pada pematang sawah pada umumnya.


Saat ini, tanaman cabe dan terong sudah siap di panen. Elle mengatakan itu pada Robby dan pria tampan itu sangat bersedia membantu. Bob juga tidak ketinggalan. Dia bersemangat seperti biasanya.


" Kudengar harga cabe lagi naik-naiknya sekarang. " Pagi itu, Bob datang jauh lebih pagi dari biasanya


" Darimana kamu tahu berita itu?. " Robby menepuk pundaknya untuk duduk.


" Jangan panggil aku Bob kalau aku tidak dapat mendapatkan berita remeh sepeti itu. " Kata Bob dengan bangga.


Robby mencibir.


" Itu karena kamu bergosip seperti perempuan. " ? Robby Mencemoohnya.


" Kamu sangat ahli menghilangkan mood orang. " Balas Bob dengan wajah buruk.


Elle menghela napas.


" Kalian sarapan dulu. Jangan terus saling mencakar seperti kucing. " Elle menegur mereka.


Ia sebenarnya sudah terbiasa melihat pasangan tom dan Jerry ini.


Usai sarapan, mereka berangkat bersama. Selain Elle, beberapa penduduk desa juga melakukan panen hari ini.

__ADS_1


" Hei... bukankah itu Imelda?. " Elle menyikut Bob yang berjalan di sisinya.


" Sial, dari semua makhluk di dunia, kenapa kita harus berpapasan dengan ondel-ondel ini, sih?!. " Wajah Bob seketika berubah hitam.


" Hei... kalian? mau kemana?. " Wanita dengan tampilan menor menyapa mereka.


" Kami mau panen sayuran. " Elle menjawab.


" Oh.. bukankah ini anak Benni. " Wanita itu dengan kasar mengamati Bob secara langsung, membuat Bob tidak nyaman.


" Sudah besar sekarang, ya " Wanita itu menarik pandangannya.


" Sangat disayangkan, bahwa dia tidak mewarisi wajah Benny. Malah mirip ibunya yang ****** itu. " Wanita itu berkata.


" Tante, bahkan jika ibuku tidak baik, anda orang tidak berhak mengatakan hal itu. " Ujar Bob kesal.


" Anda tinggal di kota juga melakukan hal yang sama. "


" Eh... kamu harusnya tahu, Aku ini memiliki suami di kota."


" Apakah hanya dia? pria tua kepala botak jelas bukan suami mu. " Bob mengangkat wajahnya.


" Kamu... bisa-bisanya kamu mencemarkan nama baikku. " Wanita itu murka


" Ayahku sangat baik karena tidak menyukai mu. " Bob mencibir.


" Kamu.... " Mata wanita itu beralih pada Elle.


"Bagaimana kamu mengolah temanmu?. "


Elle tersenyum. " Tante sendiri, bagaimana mengolah mulutmu? Tidak ada yang baik yang kamu ucapkan. "


"Kalian.... Anak yatim sialan! Tanpa orang tua, kalian benar-benar tumbuh menjadi kasar dan liar!. "Wanita itu menunjuk ketiganya sambil mengutuk.


" Eh.. nenek tua! kalau tidak ada yang kamu lakukan disini, pulang saja, jangan mengotori udara disini. "Robby angkat bicara.


" Ha.... ha.... ha.... " Seorang datang bertepuk tangan.

__ADS_1


" Pertunjukan yang bagus. " Itu adalah seorang kakek. Penampilannya sangat nyentrik.


Orang tua itu memandang wanita itu.


" Eh.... Yolanda, kurasa dia benar, ada baiknya kamu tidak ada di sini. Udara menjadi pengap dan orang-orang tua seperti saya akan mati lemas karenanya. "


" Kakek Yoo...!. " Wanita itu tidak mau mundur.


" Tidak apa kalau kamu masih mau berkeliaran di sini tapi kamu tidak akan mendapat apapun."


" Kenapa aku tahu kamu bisa memutuskan hal itu? . "


Yolanda mencibir.


" Kadang yang kamu klaim itu milik mantan suamimu dari orang tuanya. Mereka semua sudah meninggal dan tidak ada anak diantara kalian. Kamu juga sudah menikah, Secara hukum, kamu tidak punya hak atas barang - barang dari mantan suamimu yang telah ada sebelum pernikahan."


" Orang tua, kamu sebaiknya tidak ikut campur. "


" Tidak apa-apa kalau kamu keras kepala. Kamu tidak akan dapat apapun. " perkataan kakek Yoo segera mengambil alih perhatian orang-orang yang datang.


" Aku akan menuntutmu!. " Yolanda menggeram.


" Silahkan, Aku ingin tahu siapa yang berdiri di sisimu untuk menentangku. "


Wanita itu pergi dibawah tatapan cemoohan orang-orang.


" Hai kakek Yoo!. " Sapa Elle dan Bob bersamaan.


" kalian anak-anak.... " Kakek Yoo menggeleng tak berdaya melihat mereka.


" Oh.... siapa dia? Aku baru melihatnya. " Perhatian kakek Yoo jatuh pada Robby.


" Ahhhhh.... sepupu Bob. Baru sebulan ini dia datang. " Ujar Elle cepat.


" Pantas saja." Kakek Yoo terkekeh


" Dia juga memiliki mulut beracun. Mereka memang layak disebut sepupu. "

__ADS_1


__ADS_2