Bukan Cinderella

Bukan Cinderella
Makan Ikan Dua Miliar


__ADS_3

Sudah beberapa hari Alyssa tinggal dirumah utama keluarga Zega.


Sampai sejauh ini tidak ada apapun yang dia lakukan selain hanya istirahat didalam kamar, dan juga berkeliling rumah mewah itu bersama Bu Imah.


Jimmy juga tidak pernah lagi mendatangi nya. Asisten kesayangan Zayden itu berkata jika dia sedang berada diluar kota sekarang. Ada pekerjaan mendadak yang diperintahkan oleh tuan Juanda padanya. Dan tentu Jimmy tidak bisa menolak.


Alyssa sudah mulai bosan sebenarnya, tapi besok dia baru diperbolehkan tuan Juanda untuk masuk kerja. Jadi hari ini dia masih harus tetap berada dirumah saja.


Selama dirumah ini, Alyssa jarang sekali bertemu dengan tuan Juanda. Mereka hanya bertemu saat sarapan saja. Tuan besar itu kelihatan begitu sibuk mengurus perusahaan.


Meski dia kejam, tapi Alyssa juga merasa iba melihatnya. Dia sudah tua, tapi harus bekerja menggantikan Zayden.


Dan sore ini, Alyssa memutuskan untuk memasak. Kepala pelayan berkata jika tuan Juanda akan pulang cepat hari ini. Jadi lebih baik untuk makan malam nanti biar dia memasakkan sesuatu untuk tuan besar itu.


Sup asparagus dengan sedikit jagung manis.


Ya, sup kesukaan tuan Juanda. Alyssa baru tahu.


"Dulu mendiang nyonya Sarah juga sering memasakkan sup ini untuk tuan besar nona" ungkap kepala pelayan yang kini sedang menemani Alyssa memasak.


"Iya, mas Zayden juga berkata begitu. Ternyata ini makanan kesukaan tuan besar" jawab Alyssa.


"Tapi anda begitu beruntung, berkat sup anda waktu itu, tuan besar langsung sembuh dari sakit nya" ucap kepala pelayan itu.


Alyssa memandang kepala pelayan itu dengan pandangan tidak percaya.


"Yang benar pak?" tanya Alyssa. Tangan nya masih sibuk mengaduk sup yang sebentar lagi akan matang.


Kepala pelayan itu langsung mengangguk.


"Ya, sejak nyonya Sarah meninggal, tidak pernah ada lagi yang bisa membuat sup seperti buatan nyonya Sarah. Tuan besar selalu tidak suka, bahkan koki dirumah ini juga tidak mampu membuat sup yang pas di lidah tuan besar. Tapi nona..."


Perkataan nya terhenti dan memandang Alyssa dengan kagum.


"Nona bisa membuat tuan besar merasakan sup itu lagi" ucap kepala pelayan itu.


Alyssa langsung tersenyum malu mendengar nya.


"Anda berlebihan pak. Saya juga masih baru belajar" kata Alyssa. Namun kepala pelayan itu menggeleng pelan dan tersenyum


"Hanya dari aromanya saja saya sudah tahu jika rasanya ini pasti lezat. Dan sama persis seperti buatan nyonya Sarah. Tuan muda begitu beruntung beristrikan anda nona" ucap kepala pelayan itu.


"Tidak juga pak. Saya ini cuma anak yatim piatu dari kampung. Sangat jauh berbeda dengan mas Zayden. Yang beruntung itu saya, bahkan terkadang saya malu jika harus disandingkan dengan dia. Rasanya tidak pantas kan" ungkap Alyssa yang tiba tiba dia jadi sedih kembali.


"Nona, status bukanlah hal yang penting. Yang penting itu adalah kebahagiaan tuan muda. Dia memilih nona pasti karena dia tahu nona yang terbaik" puji kepala pelayan.


Alyssa tertawa getir mendengar itu.


"Pak saya jadi terharu mendengar nya. Saya benar benar tidak pantas dipuji seperti itu. Nanti ketika saya sudah sukses baru bapak boleh memuji saya ya" ujar Alyssa


Kepala pelayan itu langsung tertawa kecil. Dia benar benar kagum dengan Alyssa. Gadis polos yang ternyata adalah istri dari tuan mudanya.


"Saya dengar nona akan membangun sebuah resto?" tanya kepala pelayan itu.


"Iya pak, hanya resto kecil. Modal saya masih kurang, jadi saya masih merintis dulu" ungkap Alyssa


"Tidak apa apa. Itu sudah sangat bagus. Lagipula nona bekerja direstauran Denue itu juga adalah sebuah prestasi yang besar. Hanya orang orang terbaik yang bisa bekerja disana" ungkap kepala pelayan itu.


"Benar pak, dan saya beruntung kan" sahut Alyssa seraya mematikan kompor nya.


Kepala pelayan itu memanggil koki rumah itu untuk membantu Alyssa menyajikan masakan yang sudah jadi ini.


"Biar saya saja tidak apa apa pak" ucap Alyssa. Namun kepala pelayan itu segera menggeleng.


"Tidak nona, ini tugas koki. Mereka juga dibayar untuk bekerja. Tugas nona sudah selesai dan waktunya nona beristirahat. Mungkin tidak lama lagi tuan Juanda pasti pulang" ujar kepala pelayan itu.

__ADS_1


"Baiklah baiklah. Jika begitu saya mau mandi dulu. Terimakasih ya pak sudah mau menemani" ucap Alyssa


"Sama sama nona" jawab kepala pelayan.


Selesai memasak Alyssa langsung pergi kekamar Zayden. Kamar yang menjadi tempat Alyssa tidur selama disini. Dan memang sekarang kamar Zayden sudah menjadi kamarnya sendiri. Semenjak tidur dikamar ini, Alyssa tidak pernah lagi sakit ataupun mual dan muntah. Dia merasa nyaman berada disini. Memang anak nya ini tahu sekali tempat ayahnya.


Dan dimalam harinya...


Alyssa turun kebawah untuk melihat apakah tuan Juanda sudah pulang atau belum. Dan ternyata dia memang sudah ada dirumah, bahkan sudah duduk dikursi makan, memandang sup buatan nya yang disajikan oleh kepala pelayan.


"Siapa yang membuat nya?" tanya tuan Juanda


"Nona Alyssa tuan" jawab kepala pelayan itu.


Alyssa yang mendengar itu langsung menjadi tidak menentu perasaan nya.


Apa tuan Juanda tidak suka?


Atau...


"Maaf tuan, saya membuatkan sup itu agar tuan bisa makan dengan baik. Tuan kelihatan lelah beberapa hari ini" ungkap Alyssa seraya berjalan mendekati tuan Juanda.


Kepala pelayan langsung menjauh saat Alyssa sudah mendekat. Dia berdiri disebelah pak Pong yang berdiri tidak jauh dari sana.


Tuan Juanda hanya diam saat Alyssa yang kini menuangkan segelas air putih digelas nya. Dan setelah itu dia langsung duduk dikursi nya. Seperti biasa mereka makan dalam diam. Bahkan ketika makan seperti ini Alyssa benar benar takut.


Suasana makan yang terlihat tegang dan mencekam selalu membuat selera makan nya menurun. Tapi apa mau dikata, ini memang sudah peraturan nya.


Ya, beberapa hari disini Alyssa sudah mulai paham bagaimana peraturan yang dibuat oleh tuan Juanda. Kepala pelayan sudah memberi tahu dia semuanya.


Termasuk makan, jangan ada yang bersuara sedikitpun. Walau hanya suara sedenting sendok.


Alyssa melirik tuan Juanda yang makan dengan lahap, dan itu bisa membuat Alyssa sedikit lega. Jika biasanya tuan besar ini hanya makan seadanya namun sekarang dia nampak makan dengan lahap.


Ikan..


Ya Alyssa ingin makan ikan bakar sekarang.


Uhh... kenapa anak nya malah rewel disaat seperti ini sih.


Ting


Suara sendok yang terhantuk dimangkuk membuat Alyssa terkesiap. Dia langsung memandang tuan Juanda yang ternyata telah selesai makan.


"Kenapa tidak kau makan?" pertanyaan tuan Juanda membuat Alyssa kembali menoleh kepiring nya.


Yang ternyata tidak dia sentuh sedikitpun.


Astaga...


Alyssa langsung tersenyum getir melihat ini.


"Kau yang memasak tapi kau yang tidak ingin memakan nya. Apa ada sesuatu dimakanan ini" tuding tuan Juanda.


Alyssa langsung menggeleng dengan cepat.


"Tidak tuan tidak, saya saya hanya tidak berselera memakan ini" ungkap Alyssa yang langsung mencicipi sup nya.


"Lalu kau mau apa?" tanya tuan Juanda.


"Saya ingin makan ikan bakar" jawab Alyssa dengan wajah memelasnya.


"Jadi kenapa tidak kau masak itu tadi." tanya tuan Juanda pula.


Alyssa tertunduk dengan sedih dan takut.

__ADS_1


"Kenapa lagi?" pertanyaan tuan Juanda membuat Alyssa terkesiap


"Saya... saya ingin makan ikan yang ada dikolam belakang" jawab Alyssa dengan senyum getir nya.


Tuan Juanda memandang Alyssa dengan lekat. Sedangkan pak Pong dan kepala pelayan itu terlihat menahan senyum mereka.


Karena mereka tahu jika yang ada dikolam belakang itu adalah ikan Khoi kesayangan tuan besar.


Melihat tuan Juanda yang terdiam Alyssa langsung tertunduk sedih.


Sudah pasti tidak diberi, apalagi Alyssa bisa melihat jika ikan itu ikan yang cantik cantik dan bewarna warni. Alyssa suka dan ingin memakan nya.


"Ambil satu dan bakarkan untuknya" perintah tuan Juanda pada kepala pelayan


Alyssa langsung berbinar mendengar itu.


"Aah tuan terima kasih. Tapi saya mau yang bewarna hitam putih pak" seru Alyssa pada kepala pelayan.


Kepala pelayan itu langsung tertegun, wajahnya meringis dan langsung memandang tuan Juanda yang terlihat menghela nafas nya dengan berat.


"Kan yang warna hitam putih, kecil, tidak besar seperti yang lain" ungkap Alyssa dengan wajah polosnya.


Namun bisa membuat pak Pong dan juga kepala pelayan itu gemas sekali. Apa Alyssa tidak tahu jika meski kecil, namun ikan Khoi dengan jenis itu adalah ikan Khoi yang paling mahal yang ada disana. Harganya saja bisa mencapai dua miliar lebih.


"Tuan besar.. bagaimana?" tanya kepala pelayan itu cukup ragu.


Tuan Juanda kembali memandang wajah memelas Alyssa dan sialnya dia tidak tega melihat wajah itu.


Hingga akhirnya dengan nafas lelah, dia langsung mengangguk pelan.


"Awas saja jika tidak kau habiskan" kata tuan Juanda yang langsung beranjak dari kursinya.


"Yeay... terimakasih tuan..Saya pasti menghabiskan nya. Ayo pak, kita ambil"


Alyssa langsung berlari dan menyusul kepala pelayan, bahkan dia melupakan ketakutan nya pada tuan Juanda karena begitu senang keinginan nya di turuti oleh tuan besar itu.


Pak Pong sungguh tidak bisa menahan tawanya melihat Alyssa.


Selama beberapa hari ini Alyssa nampak takut dan segan pada tuan Juanda, namun malam ini ketika keinginan nya dituruti dia nampak begitu senang dan bahagia sekali.


"Baru beberapa hari disini dia sudah menghabiskan dua miliar lebih" gumam tuan Juanda dengan helaan nafas lelah.


"Ini juga keinginan cicit anda tuan" sahut pak Pong.


...


Dan benar saja, malam itu Alyssa menikmati ikan bakar nya dengan lahap. Bahkan dia makan berdua bersama kepala pelayan itu dibelakang rumah digazebo dekat taman. Lebih tepatnya Alyssa memaksa kepala pelayan itu untuk menemani nya makan.


Bu Imah tidak suka makan ikan, apalagi ikan Khoi. Jadi Alyssa memaksa kepala pelayan itu untuk makan bersama nya.


"Jadi bapak sudah bekerja cukup lama disini ya" tanya Alyssa disela sela makan mereka. Selagi tidak ada tuan Juanda, mereka bisa bebas berekspresi.


"Sudah non, sudah sejak sebelum tuan Jordan menikah" jawab kepala pelayan itu. Dia begitu menikmati ikan nya. Kapan lagi bisa makan ikan dua miliar.


"Wah sudah lama ya pak. Saya dengar jika orang tua mas Zayden meninggal karena kecelakaan?" tanya Alyssa lagi.


Kepala pelayan itu langsung mengangguk.


"Iya, kecelakaan beruntun yang terjadi dijalan tol Cipularang. Waktu itu tuan Zayden masih sangat kecil, dan beruntungnya dia tidak ikut pergi bersama orang tuanya" ungkap kepala pelayan itu.


"Sama seperti saya pak. Saya juga ditinggal pergi orang tua saya juga sewaktu saya masih balita" sahut Alyssa


"Kecelakaan non?" tanya kepala pelayan itu


"Iya pak" jawab Alyssa dengan senyum getir nya.

__ADS_1


__ADS_2