Bukan Cinderella

Bukan Cinderella
Tinggal Dirumah Utama


__ADS_3

Alyssa mengernyit heran saat melihat jalanan yang mereka lewati. Ini bukan jalan kerumah Alyssa. Meskipun dimalam hari tapi Alyssa bisa melihatnya.


Alyssa sudah hafal bahkan dia sudah tidak bingung lagi jika hanya pulang sendirian.


Tapi ini, sepertinya Alyssa mengenal jalan ini. Apalagi ketika Jimmy memutar kemudinya memasuki komplek perumahan elit.


"Kak,, ini bukan nya kerumah tuan besar?" tanya Alyssa.


Jimmy yang sedang fokus pada kemudi nya hanya mengangguk pelan.


"Kenapa kita kesini?" tanya Alyssa lagi.


"Tuan besar minta kamu kerumahnya Sya" jawab Jimmy.


"Kerumahnya, untuk apa?" tanya Alyssa begitu bingung.


"Entahlah, kita lihat saja ya" jawab Jimmy.


Alyssa terdiam bingung. Apa tuan Juanda akan marah lagi, atau ada hal yang lain. Atau jangan jangan dia ingin Alyssa bercerai dari Zayden?


Begitu kah?


Tapi bukankah siang tadi tuan Juanda sudah seperti menerima kehadiran calon bayi mereka.


Lalu kenapa sekarang meminta Alyssa kemari.


Mobil yang dikemudikan oleh Jimmy langsung berhenti didepan pagar rumah yang begitu besar dan megah. Dan beberapa penjaga dengan sigap membukakan pagar itu, hingga mobil Jimmy bisa masuk dengan leluasa.


Jantung Alyssa semakin berdetak tidak beraturan. Terkahir kemari dia tidak merasakan apapun karena itu memang keinginan nya. Tapi sekarang, dia benar benar takut dan bingung. Untuk apa tuan Juanda meminta nya untuk datang.


"Ayo turun" ajak Jimmy.


"Aku takut kak" ucap Alyssa, memandang Jimmy dengan ragu.


Jimmy yang ingin membuka pintu mobilnya, kembali menoleh pada Alyssa. Dia tersenyum tenang dan terlihat begitu santai. Padahal kemarin, dia adalah orang yang paling gelisah saat Alyssa ingin menemui tuan Juanda.


"Tidak apa apa, ayo. Semua pasti akan baik baik saja." ujar Jimmy.


"Tapi...." Alyssa benar benar ragu.


"Ayo..." ajak Jimmy yang langsung keluar dari mobil.


Alyssa menghela nafasnya dengan berat. Dan akhirnya dia juga turun dari mobil saat Jimmy membukakan pintu mobil untuk nya.


"Perut kamu udah gak sakit lagi kan?" tanya Jimmy seraya membawa Alyssa masuk kedalam rumah.


Alyssa menggeleng pelan seraya mengusap perutnya.


"Cuma mual kak, gak tahu kenapa. Apa karena gugup ya" jawab Alyssa.


"Bawa tenang dong, kandungan kamu masih butuh istirahat. Siang tadi hampir aja dia kenapa kenapa. Kalau sampai terjadi sesuatu bagaimana aku bisa memberi tahu tuan Zayden" ungkap Jimmy.


Alyssa menghela nafasnya sejenak dan langsung mengangguk.


"Iya, aku juga gak tahu kenapa Anabella datang ke restauran. Untung aja ada tuan besar" gumam Alyssa.


"Mulai sekarang kamu memang harus lebih berhati-hati Sya. Kayak nya dia memang dendam banget sama kamu" ujar Jimmy.


Alyssa mengangguk pelan.


"Iya kak. Gak tahu deh sampai kapan dia akan ganggu aku dan mas Zayden" kata Alyssa.


Jimmy mengusap kepala Alyssa dengan lembut. Gadis tuan muda nya ini pasti begitu tertekan saat ini. Tapi Jimmy pasti akan selalu melindungi nya sebelum Zayden bebas dari penjara. Dan semoga saja tuan besar juga ikut andil dalam melindungi calon cicitnya yang ada didalam rahim Alyssa.


Meski dia tidak tahu kenapa tuan Juanda meminta nya untuk membawa Alyssa kerumah ini, tapi Jimmy yakin, jika tuan Juanda pasti memiliki niat yang baik. Jimmy sudah paham benar bagaimana sifat cucu dan kakek dikeluarga Zega ini. Apalagi sepertinya tuan besar memang sudah mulai menerima Alyssa, terbukti dengan dia yang meminta nama baik Alyssa di bersihkan di restauran Denue tadi. Dan juga yang membuat Jimmy tidak habis fikir adalah tuan besar meminta status Alyssa dan Zayden di ungkap agar kehamilan Alyssa tidak akan bermasalah di waktu yang akan datang.


Jimmy membawa Alyssa masuk kedalam rumah, dan ketika tiba diruang keluarga, ternyata tuan besar sudah duduk disana bersama pak Pong.


Wajah tua nya datar seperti biasa. Dan itu yang selalu membuat Alyssa takut.

__ADS_1


"Selamat malam tuan" sapa Jimmy seraya dia yang membungkukkan kepala nya dihadapan tuan Juanda. Begitu pula dengan Alyssa.


"Duduk" ujar tuan Juanda.


Alyssa terkesiap, dia langsung memandang Jimmy dengan bingung.


"Ayo" ajak Jimmy tanpa suara.


Alyssa langsung duduk di sofa. Tepat dihadapan tuan Juanda. Sedangkan Jimmy berdiri disamping Alyssa.


"Mulai sekarang kau akan tinggal dirumah ini" ucap tuan Juanda


deg


Alyssa terkejut mendengar itu.


"Tapi tuan"


"Tidak ada penolakan. Aku tidak ingin lagi terjadi sesuatu pada anak Zayden" ungkap tuan Juanda.


Alyssa langsung memandang Jimmy dengan wajah terkejut nya. Namun Jimmy hanya diam dan tertunduk.


Dia tahu Alyssa keberatan, tapi mungkin ini adalah yang terbaik. Jika Alyssa tinggal disini, maka dia akan aman. Dan Jimmy hanya perlu menjaga Alyssa saat direstauran dan diluar saja.


"Tuan... saya , saya sungguh tidak pantas untuk tinggal dirumah ini. Saya sudah nyaman tinggal dirumah kecil saya itu" ucap Alyssa dengan begitu takut.


Namun tuan Juanda hanya diam dan memandang Alyssa dengan lekat.


"Aku tidak perduli mau seperti apa keinginan mu. Aku hanya perduli pada cicitku itu. Mulai hari ini kau tinggal disini, dan jangan pergi kemanapun tanpa seizin ku" kata tuan Juanda lagi.


"Tapi bagaimana jika saya ingin bekerja tuan. Saya masih ingin membangun usaha saya sendiri" protes Alyssa


Dan itu membuat tuan Juanda tersenyum tipis memandang nya.


"Lima hari ini kau cuti. Setelah itu baru kau bisa bekerja lagi" kata tuan Juanda. Dia bahkan langsung beranjak dari duduk nya dan diikuti oleh pak Pong.


Namun tuan Juanda tidak lagi memperdulikan seruan Alyssa. Dia bahkan sudah menghilang dibalik pintu.


Alyssa mendengus kesal dan kembali terduduk diatas sofa


"Kenapa pemaksa sekali. Disini pasti tidak enak" gumam Alyssa yang sudah ingin menangis sekarang.


"Tidak enak kenapa hmm. Setidaknya kamu aman disini. Anabella pasti tidak akan mencelakai mu lagi" ucap Jimmy yang langsung duduk disamping Alyssa.


"Tapi tetap aja aku udah nyaman dirumah kak. Disini gak ada Bu Imah yang bisa di ajak ngobrol, barang barang aku juga gak ada disini" ungkap Alyssa.


Namun Jimmy langsung tersenyum mendengar itu.


"Siapa bilang gak ada" sahut Jimmy.


Alyssa langsung memandang Jimmy dengan bingung.


"Tuh orang nya" Jimmy langsung menunjuk Bu Imah yang datang dari belakang dengan tergopoh-gopoh.


"Bu Imah" gumam Alyssa begitu terkejut, bahkan dia langsung beranjak dari tempat duduk nya.


"Non Alyssa. Ya Allah. Non gak apa apa kan?" tanya Bu Imah. Wajahnya nampak panik.


"Enggak apa apa bu. Ibu kok bisa di sini?" tanya Alyssa begitu heran


"Ibu di jemput sama suruhan tuan besar. Katanya mulai malam ini kita tinggal disini" jawab Bu Imah.


"Hah, jadi beneran dia mau aku tinggal disini" gumam Alyssa


Jimmy juga terkejut sebenarnya. Karena mengenai Alyssa yang diajak tinggal dirumah ini, Jimmy sama sekali tidak tahu.


" Udah gak apa apa. Sekarang udah ada bu Imah. Jadi kamu gak perlu takut lagi. Tuan besar pasti hanya ingin yang terbaik untuk kamu dan calon anak kamu Sya" ungkap Jimmy.


Bu Imah langsung mengangguk dengan cepat.

__ADS_1


"Iya non, ibu dengar ada yang ingin mencelakai non kan. Makanya tuan besar minta non tinggal disini. Lagian non kan udah nikah sama tuan Zayden, pasti tuan besar gak akan biarin non sendirian diluar. Apalagi non juga udah mengandung calon cicitnya sekarang" kata Bu Imah pula.


Alyssa langsung tersenyum getir mendengar nya.


Sudah pasti bukan karena dia tuan Juanda ingin Alyssa tinggal dirumah ini. Melainkan karena ank yang dia kandung.


"Barang barang non juga udah ibu bawa, tapi gak semua, yang perlu perlu aja" ungkap Bu Imah.


"Iya Bu, terimakasih" jawab Alyssa yang akhirnya hanya bisa pasrah.


"Jangan berfikir yang macam-macam ya. Anggap aja ini untuk kebaikan kita semua." ujar Jimmy.


"Iya kak, tapi kakak sering sering main kemari ya. Jangan biarin aku sendirian" pinta Alyssa dengan wajah memelasnya. Membuat Bu Imah dan Jimmy langsung tertawa kecil melihat wajah Alyssa.


"Iya, aku pasti main kayak biasa untuk lihat kamu kok. Udah sekarang kamu istirahat." ujar Jimmy


Alyssa mengangguk pelan, namun wajahnya masih terlihat tidak rela.


"Bu Imah udah tahu kamar Alyssa kan" tanya Jimmy pada Bu Imah.


"Sudah kok mas. Ayo non, ibu antar ke kamar. Wajah non masih pucat begitu" ajak Bu Imah


Alyssa kembali memandang ke arah Jimmy.


"Pergilah, besok sepulang dari perusahaan, aku pasti kemari. Kamu mau kirim apa?" tanya Jimmy.


Mendengar tawaran itu dari Jimmy, wajah sendu Alyssa kini berubah senang kembali.


"Mau shushi, tapi shushi yang dari restauran Jepang beneran dan dibuat sama orang Jepang juga" pinta Alyssa begitu antusias.


Jimmy langsung terkekeh mendengar itu.


"Memang bibit tuan Zayden sekali ya mas" ucap Bu Imah yang ikut tertawa.


"Iya Bu, padahal Alyssa dulu gak suka banget makan shushi" ledek Jimmy.


Alyssa langsung cemberut dan mencebikkan bibirnya.


"Kepengen kak" sahut Alyssa


"Iya iya. Yasudah aku pulang dulu. Kamu istirahat. Jangan lagi banyak berpikir yang tidak tidak." ujar Jimmy


"Iya" jawab Alyssa.


Hingga akhirnya Jimmy pergi dari rumah itu, dan Alyssa juga mengikuti langkah Bu Imah yang mengantarkan nya kekamar.


"Ini kamar non selama tinggal disini. Kamar tuan Zayden dilantai atas. Tapi kata tuan besar, sebelum tuan Zayden bebas, non tidur disini dulu" ujar Bu Imah


Alyssa memandang takjub kamar itu. Kamar dengan nuansa putih dan gold. Sangat luas dan juga mewah.


"Ini beneran kamar untuk aku Bu?" tanya Alyssa tidak percaya.


"Iya, ini cuma kamar tamu sebenarnya. Tapi ini kamar cukup luas kok. Semua udah lengkap. Non udah tinggal menikmati aja. Pakaian non juga udah ada dilemari ibu susun" kata Bu Imah lagi.


"Ibu repot banget, tapi terimakasih ya Bu. Ibu tidur sama aku kan?" tanya Alyssa lagi.


Bu Imah langsung tertawa dan menggeleng.


"Enggak lah non, kamar ibu dibelakang, dekat dapur gabung sama pelayan yang lain. Ini kamar non" jawab Bu Imah


"Kan tidur disini aja gak apa apa bu" ucap Alyssa seraya duduk ditepi tempat tidur dengan kasur yang begitu lembut dan empuk. Nyaman sekali.


"Enggak bisa gitu non. Ibu udah punya kamar sendiri. Non bisa istirahat disini ya, air hangat nya udah ibu siapin. Bersih bersih dulu, baru istirahat" ujar Bu Imah lagi.


Alyssa hanya bisa mengangguk pasrah.


Dia benar benar tidak menyangka jika tuan besar akan memintanya untuk tinggal dirumah mewah ini. Tidak tahu harus bahagia atau gundah. Pasalny berada disini tentu saja sudah membuat Alyssa canggung. Untung saja tuan Juanda tidak melarang Alyssa untuk bekerja. Jika tidak, maka gagal semua rencana yang telah Alyssa tetapkan dihati nya.


Semoga dengan tinggal disini tidak akan ada lagi orang yang mengusik kehidupan nya. Ya, termasuk Anabella.

__ADS_1


__ADS_2