
Alyssa membuka matanya yang terasa berat. Pandangan nya yang sayu dan memburam kini perlahan mulai jelas.
Mata Alyssa mengedar kesegala arah.
Dimana dia berada? kenapa sepi sekali? Dan ketika Alyssa ingin bergerak, tangan nya malah tidak bisa digerakkan, bahkan bukan hanya tangan nya. Melainkan juga tubuh nya.
Mata Alyssa langsung terbelalak saat melihat ternyata dia di ikat disebuah kursi. Bahkan kini dia tidak bisa bergerak sedikitpun.
"Aku dimana" gumam Alyssa yang mulai ketakutan. Bahkan jantung nya berdegup dengan kencang. Ruangan itu cukup gelap, hanya lampu neon kecil yang menjadi penerangan nya. Alyssa benar benar ketakutan.
"Mas Zayden .... kak Jimmy" lirih Alyssa yang mulai menangis.
Kenapa dia bisa ada disini. Sungguh, Alyssa benar benar takut.
"Tolong!!!" teriak Alyssa dengan nada suara yang bergetar penuh.
Untuk seumur hidupnya, ini adalah ketakutan yang benar benar terasa mencekam.
"Tolong!!!" Alyssa mulai menjerit dan menangis seraya memandangi pintu yang terkunci. Ruangan itu bahkan sempit dan tidak ada ventilasi udara sama sekali.
"Aku takut" gumam Alyssa
"Mas Zayden... kak Jimmy" gumam nya lagi.
Tubuh Alyssa sudah bergetar dengan detak jantung yang benar benar bergemuruh.
Hingga tiba tiba pintu ruangan terbuka, dan tubuh Alyssa langsung mematung dan bahkan tegang. Saat melihat yang masuk kedalam ruangan itu adalah lelaki berjaket hitam.
Alyssa semakin terisak dan menggeleng, dada nya sungguh sudah berdenyut dengan ngilu. Wajahnya memucat, keringat dingin mulai keluar membasahi wajah dan tubuhnya. Bahkan detak jantung Alyssa begitu bergemuruh seiring dengan langkah kaki lelaki itu yang semakin lama semakin mendekat.
"Si ... siapa kamu?" tanya Alyssa dengan suara yang benar benar bergetar.
"Jangan mendekat" teriak Alyssa lagi, bahkan Isak tangis nya semakin menjadi.
Mata lelaki itu semakin tajam memandang nya, dan Alyssa kenal dengan tatapan mata itu.
Mungkinkah...
"Mas Gerry" gumam Alyssa
"Kau mengenalku rupanya Alyssa" ucap Gery
"Mas... mas mau apa?" tanya Alyssa ditengah tengah Isak tangis dan ketakutan nya.
"Tentu saja membawa kamu pergi." jawab Gery
Alyssa menggeleng dengan kuat
"Kamu yang sudah membuat hidupku seperti ini Alyssa. Kamu membuat hidupku menjadi tidak tenang. Dan sekarang, kamu memang harus bertanggung jawab untuk itu" ucapan Gery sungguh benar benar membuat Alyssa semakin ketakutan. Apalagi Gery yang berjalan semakin mendekat kearah nya.
__ADS_1
"Mas jangan... aku ... aku cuma bantu. Mas ... mas kan juga salah" jawab Alyssa begitu bergetar
Gery tersenyum seraya melepas masker dari wajahnya. Sudah cukup selama ini bermain main nya. Dia sudah berusah payah untuk melarikan diri dari kejaran para polisi, dan sekarang Gery akan membalas rasa sakit hatinya. Namun sebelum itu, dia akan memulai dari gadis ini. Gadis polos yang ternyata pintar untuk menjebak nya.
Gery langsung meraup kasar wajah Alyssa membuat gadis itu kembali ketakutan dengan air mata yang semakin deras.
"Kamu takut?" tanya Gery dengan senyum yang menyeringai tajam
Alyssa menggeleng dengan kuat.
"Aku benar benar membenci orang yang sudah ikut campur dengan urusan ku. Dan lihatlah, setelah ini hidup mu tidak akan pernah tenang lagi" ancam Gery seraya menghempas kasar wajah Alyssa.
Mata Alyssa terbelalak lebar saat Gery membuka jaket nya dan hanya menyisakan kaus ketat nya saja.
Wajahnya yang kusut kini mulai memerah dan memandang nyalang pada Alyssa.
"Mas jangan..." lirih Alyssa yang semakin ketakutan.
Gery tersenyum sinis dan kembali meraup wajah Alyssa, memandang nya dengan lekat dan penuh nafsu. Wajah polos yang cukup cantik ini membuat nafsu nya kian membuncah. Merusak Alyssa adalah jalan yang paling tepat untuk membalas rasa sakit nya.
"Kamu akan mendapatkan hal yang enak Alyssa, sesuai dengan bayaran yang kamu dapatkan dari mereka" geram Gery.
Dia kembali meraih wajah Alyssa dan ingin mencium nya, namun Alyssa segera mengalihkan wajah nya dengan cepat.
"Jangan mas" teriak Alyssa. Rasa ketakutan nya semakin bertambah, air mata semakin deras. Alyssa sangat berharap jika ada seseorang yang menolong nya sekarang.
"Kau mau melawan ha? ini adalah bayaran karena kau yang sudah membuat hidupku susah Alyssa!" teriak Gery begitu penuh benci. Dia bahkan mencengkram dagu Alyssa dengan kuat hingga Alyssa menangis dan meringis kesakitan.
"Jangan mas... maaf" pinta Alyssa dengan tubuh yang semakin bergetar.
Gery tersenyum sinis mendengar perkataan Alyssa. Sudah bertahun tahun hidupnya tenang dengan segala rencana nya. Namun Alyssa, dengan mudah nya dia membuat Gery menjadi terancam dan ditangkap oleh mereka. Tidak akan dia biarkan Alyssa tenang, karena hidupnya juga sudah tidak tenang lagi.
"Persetan dengan kata maafmu. Kau membuat ku hancur, maka aku juga akan menghancurkan hidup mu" geram Gery
Gery kembali ingin mencium bibir Alyssa, namun baru tersentuh sedikit Alyssa dengan kuat malah menendang bagian inti Gery yang sudah mulai bereaksi.
Gery langsung mundur kebelakang dan meringis sakit.
"Kau..." geram nya begitu murka
"Mas.. jangan" pinta Alyssa begitu lirih. Wajah nya memerah, dia memandang Gery dengan takut.
Namun tiba tiba
plak
Uuhhh
Kepala Alyssa langsung terhempas, saat tamparan yang begitu kuat mendarat di pipinya. Hingga darah langsung keluar dari bibir Alyssa yang pecah.
__ADS_1
Namun belum sampai disitu rasa sakit nya, karena lagi lagi Gery menarik rambut Alyssa dengan kuat hingga Alyssa mendongak dengan wajah yang begitu menyedihkan.
"Kau mau mencoba melawan hmm.. tidak akan aku biarkan" ucap Gery
Dia ingin mencium bibir Alyssa kembali namun tiba tiba...
"Jangan bergerak" teriak polisi yang langsung masuk kedalam dan menodongkan pistol pada Gery.
Gery terkesiap kaget.
Bagaimana bisa ada polisi dan bisa menemukan nya disini??
"Menyerahlah atau kami tembak" ancam polisi itu. Ada tiga orang polisi yang masuk dan mengepung Gery. Dan dibelakang polisi itu berdiri Zayden yang memandang nya dengan penuh benci.
Apalagi melihat Alyssa yang begitu menyedihkan. Hati Zayden benar benar tidak terima.
Gery langsung menarik pisau dari balik jaket nya, namun Zayden segera merebut pistol dari tangan polisi dan menembak lengan nya, hingga pisau itu terhempas kelantai. Jangan sampai dia membahayakan Alyssa lagi.
Para polisi itu langsung berlari dan segera menangkap Gery yang sudah tidak berkutik. Dia tidak bisa melawan karena dia sendirian dan tidak memiliki senjata.
Dan sialnya, ternyata mereka lagi lagi menggunakan Alyssa untuk menjebak nya. Licik sekali memang.
Zayden langsung berlari mendekat kearah Alyssa yang nampak lemas dan terisak.
Matanya dan mata Gery saling pandang dengan tajam.
"Aku tidak akan mengampuni mu kali ini" ancam Zayden.
"Aku tidak perduli" balas Gery, para polisi langsung menarik Gery keluar.
Sedangkan Zayden langsung beralih pada Alyssa.
"Alyssa, kamu tidak apa apa?" tanya Zayden begitu cemas dan panik
Alyssa terisak, dan memandang sedih pada Zayden yang sedang melepaskan ikatan ditubuh Alyssa.
"Mas Zayden jahat" gumam Alyssa dengan Isak tangis nya.
"Maafkan aku Sya, maaf" pinta Zayden dengan wajah penuh rasa bersalah.
"Aku takut" Isak Alyssa lagi.
Zayden langsung membantu Alyssa berdiri dan memeluk nya dengan erat seraya menciumi pucuk kepala Alyssa berkali kali.
"Aku minta maaf, aku salah, aku biarin kamu ketakutan lagi. Maafin aku... maaf Sya" ungkap Zayden
"Aku takut mas ...." ucap Alyssa, namun setelah itu, dia langsung terkulai lemas dalam pelukan Zayden.
"Alyssa.... ya Tuhan"
__ADS_1