Bukan Cinderella

Bukan Cinderella
Cerita Miris


__ADS_3

Siang ini Alyssa sudah stay didapur nya. Dia sedang memasak pesanan pengunjung. Alyssa bekerja dengan semangat, karena sungguh bekerja menjadi chef adalah cita cita nya sejak dulu.


Dan dia benar benar tidak menyangka jika sekarang, dia sudah menjadi seorang chef.


Alyssa nampak serius dalam memasak, karena dia tidak ingin mengecewakan kepercayaan yang sudah diberikan padanya ini.


"Selesai" ucap nya saat telah menyaji sepiring sate dengan tatanan yang sangat cantik.


Dan seorang pelayan langsung membawa piring itu untuk dibawa kedepan.


Alyssa mengusap keringat diwajah nya seraya melirik jam yang ternyata sudah lewat pukul dua siang.


Pantas saja dia sudah merasa lapar dan perih, ternyata dia belum makan siang.


Alyssa mengusap perutnya dengan lembut.


"Maaf ya sayang. Ibu lupa kasih kamu makan. Makan apa ya kita siang ini" gumam Alyssa seraya berjalan menuju lemari pendingin.


Ada sosis disana, dan Alyssa hanya ingin makan itu, di goreng dengan saus sambal. Sepertinya nikmat.


Dan Alyssa langsung mengeksekusi nya, tidak berselang lama sosis goreng dengan kualitas premium itu sudah tersaji dengan sempurna.


Alyssa melepaskan celemek nya dan duduk dimeja makan yang ada disana. Hari ini cukup lelah, karena pengunjung yang datang dan menginginkan masakan nya cukup banyak. Tapi itu sungguh membuat Alyssa menyukai nya.


"Sya..."


Suara Zea langsung membuat Alyssa menoleh. Dia yang baru saja ingin menyantap sosis nya langsung tidak jadi.


"Nona..." sapa Alyssa. Dia langsung tersenyum memandang Zea yang duduk dihadapan nya. Wajah Zea sedikit pucat, entah kenapa. Apa dia sedang tidak enak badan?


"Nona sudah makan, saya membuat sosis untuk makan siang. Ayo makan bersama" tawar Alyssa


Namun Zea nampak menggeleng.


"Aku sudah makan, sate buatan kamu cukup enak. Kamu baru makan siang sekarang?" tanya Zea


Alyssa tersenyum dan mengangguk seraya mencicipi sosis nya.


"Jangan sering telat makan, kamu bisa sakit" ujar Zea.


"Saya lupa nona, lagipula hari ini cukup banyak pengunjung kan" ucap Alyssa


Zea mengangguk


"Iya, mereka semua begitu menyukai masakan kamu. Mereka bilang pas dilidah mereka yang suka makanan khas Indonesia" jawab Zea.


Alyssa yang mendengar itu langsung tersenyum senang. Bahagia sekali rasanya.


"Kamu hebat, baru beberapa hari disini kamu sudah berhasil menarik peminta pengunjung. Jika begini terus aku pastikan jika restauran pasti akan semakin maju" ungkap Zea


Alyssa tersenyum dan mengangguk


"Saya senang jika mereka menyukai masakan saya nona" ucap Alyssa yang masih begitu menikmati sosis nya.


"Masakan kamu enak Sya. Kapan kapan, kamu bisa mengajariku membuat sate yang kamu beri padaku tadi kan. Bumbunya sangat pas dan rasanya juga khas. Aku ingin membuat nya untuk tuan Malik" ungkap Zea


Alyssa hampir tersedak mendengar itu.


"Apa tuan Malik menyukai masakan saya nona?" tanya Alyssa cukup ragu. Tuan Malik yang penuh dengan kesempurnaan itu terlalu mengerihkan untuk dibayangkan.


"Suka.. dia tidak menolak. Semalam ketika mencicipi masakan kamu, dia mau memakan nya" jawab Zea. Matanya nampak berbinar.


"Baiklah nona, besok saya pasti akan mengajari nona membuat nya. Nona terlihat begitu menyayangi kekasih nona itu ya" goda Alyssa


Zea tersenyum dan menggeleng.


"Dia bukan cuma kekasih, tapi suami" bisik Zea.


uhuk uhuk


Alyssa langsung tersedak mendengar itu dan Zea segera memberikan dia minum.


Alyssa segera menenggak air putih nya dengan cepat dan mengusap mulutnya perlahan.

__ADS_1


"Nona, anda serius?" tanya Alyssa tidak percaya. Alyssa fikir selama ini Malik adalah kekasihnya. Ternyata sudah menjadi suami. Pantas saja mereka terlihat begitu intim dan sering berada didalam ruangan Zea hanya berdua.


"Ya, kami sudah menikah hampir dua bulan" jawab Zea.


"Astaga, saya fikir nona masih gadis dan tuan Malik adalah kekasih nona" ucap Alyssa


Zea tersenyum dan menggeleng.


"Tidak.. orang orang memang tahu dia kekasih ku, tapi tidak sedikit juga yang tahu dia suamiku" jawab Zea namun wajahnya terlihat sendu.


Alyssa memandang nya dengan bingung.


"Nona.." panggil Alyssa


Zea memandang Alyssa dengan lembut.


"Apa bahagia hidup dengan orang yang punya segala nya?" tanya Alyssa


Dan kali ini Zea yang nampak mengernyit,namun sedetik kemudian dia langsung tersenyum dan menggeleng.


"Tidak tahu" jawab Zea dengan singkat.


"Tidak tahu?" tanya Alyssa


Zea mengangguk


"Bahagia saat kita bisa memiliki semua yang kita mau. Dari pakaian mewah, perhiasan, dan juga makanan. Tapi terkadang, perkataan menyakitkan selalu datang dari luar. Seperti kata kata tidak pantas dan yang lain nya. Kamu bisa membayangkan aku hanya gadis biasa dan tuan Malik adalah raja. Sungguh berbeda kan" ungkap Zea.


Dan kali ini Alyssa mengangguk dengan pandangan yang berubah menjadi sedih.


"Saya merasakan nya nona" ucap Alyssa


"Karena saya juga istri dari salah seorang pangeran di negeri ini" ucap Alyssa


Zea terkesiap mendengar itu.


"Kamu juga sudah menikah?" tanya Zea dengan wajah terperangah nya.


"Bahkan saya juga sudah mengandung" jawab Alyssa


Alyssa langsung tertawa melihat wajah terperangah dan terkejut itu.


Begitu terkejutnya dia


"Kamu hamil Sya??" tanya Zea lagi


Alyssa menggangguk


"Lima minggu nona" jawab Alyssa


Zea menggeleng tidak percaya mendengar ini.


"Apa kamu menikah dengan asisten Zega itu?" tanya Zea


Alyssa menggeleng dengan sendu


"Tuan muda Emanuel"


Mata Zea semakin melebar mendengar nya.


"Sya... bukankah dia..." perkataan Zea terhenti saat Alyssa langsung mengangguk dengan cepat.


"Ya, dia ada dipenjara sekarang." jawab Alyssa


Zea langsung memandang Alyssa dengan sendu.


"Tapi kenapa tidak ada yang tahu jika kalian sudah menikah?" tanya Zea pula.


Alyssa menghela nafasnya dengan berat.


"Tidak ada yang tahu nona. Bahkan saya menikah juga hanya dihadiri asisten Jimmy saja. Tuan besar tidak merestui hubungan kami" jawab Alyssa


Zea langsung mengusap tangan Alyssa dengan lembut.

__ADS_1


"Kamu hebat Sya, kamu hamil tapi kamu masih bisa bekerja sekarang" ucap Zea.


"Itu karena saya ingin membuktikan pada tuan besar jika saya pantas bersanding dengan tuan muda Emanuel nona. Saya hanya gadis kampung, jika saya tidak berjuang seperti ini, bagaimana mungkin saya bisa dilihat" ungkap Alyssa


"Kamu pasti bisa Sya. Kamu punya peluang. Sangat berbeda dengan aku yang tidak bisa apa apa selain mengikuti tuan Malik, bahkan tanpa restu dari adik dan keluarga nya" sahut Zea


"Ini sangat sulit bukan. Tapi nona masih beruntung karena selalu bisa dekat dengan orang yang nona cintai setiap hari. Meskipun ditentang, tapi nona dan tuan Malik selalu bersama. Sedangkan saya, saya tidak bisa seperti itu" ungkap Alyssa pula.


"Alyssa.... mungkin semua orang menganggap aku adalah orang yang paling beruntung karena mendapatkan tuan Malik sebagai suami dan pasangan hidup. Tapi tanpa kamu tahu, betapa sulitnya jika hanya menjadi sebatas istri figuran" ungkap Zea.


deg


"Istri figuran?" gumam Alyssa


Zea tersenyum getir dan mengangguk


"Apa kamu kira tuan Malik mencintai ku. Kamu salah besar. Bahkan jika aku bilang aku bisa menikah dengan nya karena sebagai penebus hutang ayahku. Apa kamu percaya?" tanya Zea


Alyssa semakin terperangah takjub mendengar itu.


Gadis penebus hutang?


Bukan kah itu artinya dia di jual pada tuan Malik.


Astaga...


Pantas saja...


"Alyssa... kamu lebih beruntung dari pada aku. Kamu hidup sendiri tapi kamu masih bisa memperjuangkan hidup mu. Meskipun kamu tidak hidup satu atap dengan nya tapi kalian saling mencintai. Kamu juga masih punya peluang untuk menikmati hidup dan mengejar mimpi mu. Tidak seperti aku yang terkurung dalam sangkar emas milik tuan Malik" ungkap Zea.


Sungguh demi apapun, mendengar ungkapan Zea ini membuat hati Alyssa menjadi iba dan ikut sedih. Benarkah semua yang dikatakan nya? Pantas saja selama ini Zea selalu memaksakan senyum nya saat bersama tuan Malik.


Apa Alyssa harus merasa lebih beruntung dari pada Zea?


Tapi hidup yang Alyssa jalani juga tidak mudah. Hidup sendirian dan berjuang sendiri tanpa suami disaat mengandung juga bukan pilihan terbaik.


Sama sama menyakitkan...


"Ternyata aku dan kamu sama ya. Sama sama memiliki masalah hidup yang cukup rumit. Tapi kamu harus tetap berjuang, kamu pasti bisa menggapai mimpi mu. Bakat kamu sudah ada Sya" ujar Zea.


Alyssa langsung tersenyum dan mengangguk.


"Tentu nona. Begitu pula dengan nona. Meskipun tuan Malik kelihatan kejam, tapi saya yakin, suatu saat dia pasti bisa mencintai nona" balas Alyssa pula.


"Aku sungguh beruntung bisa memiliki teman seperti mu. Dan sungguh, aku juga tidak menyangka jika kamu sudah hamil" ucap Zea pada Alyssa


Alyssa tertawa getir dan mengangguk


"Saya juga senang bisa mengenal nona. Mulai sekarang, kita bisa berbagi kesedihan bersama. Karena jujur, terkadang menyimpan beban sendiri itu cukup sulit" ungkap Alyssa


Zea tersenyum dan mengangguk


"Sangat sulit" balas Zea


"Tapi nona.. bolehkan saya bekerja hingga saya melahirkan nanti?" tanya Alyssa


Zea tersenyum dan mengangguk


"Tidak masalah asal kamu kuat. Hanya saja, apa kamu yakin?" tanya Zea


Alyssa mengangguk pelan. Yakin tidak yakin, hanya saja dia sungguh membutuhkan dana yang cukup besar untuk membangun usaha nya sendiri.


Siapa yang tidak ingin bersantai dirumah ketika hamil. Semua orang pasti menginginkan nya.


"Nona, saya masih harus berjuang untuk mendapatkan restu tuan besar dan karena itu saya masih membutuhkan banyak uang untuk membangun usaha sendiri" ucap Alyssa


"Kamu ingin membuat resto sendiri?" tanya Zea


Alyssa mengangguk pelan.


"Baiklah, nanti aku akan meminta Bayu untuk membantumu. Dia pasti tidak akan melarang mu bekerja sampai kapanpun. Kamu harus semangat ya" ujar Zea.


Alyssa tersenyum dan mengangguk.

__ADS_1


"Terimakasih nona. Saya harap, nona juga begitu" balas Alyssa.


__ADS_2