Bukan Cinderella

Bukan Cinderella
Susan


__ADS_3

Pagi masih buta, sisa kegelapan malam masih bergantung di langit dan menutupi bumi tapi Elle dipaksa meninggalkan alam mimpi oleh ketukan, bukan... gedoran di pintunya.


" Siapa yang punya banyak waktu luang subuh-subuh begini datang bertamu?! "Dia mengomel sambil menyingkap selimut dengan marah.


" Siapa?! " Teriaknya dengan nada kasar.


"Elle! ini aku!" Suara Bob terdengar gemetar.


"Cepat buka pintu, dingin nih"


Elle dengan enggan membuka pintu sembari mengomelinya.


"Kamu tahu dingin..... " Ocehannya terhenti karena di depan pintu bukan hanya Bob, empat wajah muncul di belakangnya. Si Robby dengan wajah khas bangun tidur secara tidak ikhlas, ada supir yang sering mengantar dokter Robby dan dua orang lainnya yang tak dikenali Elle.


" Ayo masuk!" Bob cepat menyelonong masuk begitu pintu terbuka membuat Elle secara reflek menyingkir ke samping dan bertemu mata Robby.


" Jangan melibatkan ku" Ucap pria itu ketika melihat panda ngan menuduh Elle.


" Aku juga cuma korban" Robby cepat membela diri.


Elle menghela napas, ia juga tahu karakter Bob yang selalu punya ide aneh di kepalanya.


"Bob ada apa sih ini? mereka siapa?" Elle hanya bisa bertanya pada si pembuat masalah.


" Oh.... "Bob tersenyum bodoh.


"Mereka akan membantumu menjadi cantik hari ini" Katanya bangga.


" Mereka make up art dan stylish"


Elle menyeret Bob menjauh dari rombongan itu dan Mengintrogasinya dengan serius.

__ADS_1


" Kita harus bersaing di acara pertunangan Ricky"


" Kamu dapat mereka darimana?"


" Dari kota dong, aku sudah melihat hasil kerja mereka, ssemuanya baik kok"


" Terus kamu bayar mereka pake apa?"


" Pake uang dong" Ujar Bob santai.


" Pakai uang Robby"


" Uang Robby? kok bisanya kamu pakai uang orang?"


"Dia mau sendiri"


"Duit darimana, bisa-bisanya dia punya uang banyak gitu?"


Elle segera sadar kalau mengucapkan sesuatu yang tak seharusnya.


" Maksudku... " Elle diam sejenak, memilah kata yang akan dikeluarkan.


"Kita tahu kalau dia pasien yang belum tahu keluarganya. Darimana uang itu berasal?" Elle bertanya.


" Bukannya beberapa hari lalu kami menemukan dompetnya "


Oh.... Elle melupakan hal ini.


"Tahu darimana kalau itu uangnya?"


"Lha... itu kan di dompetnya gimana sih?"

__ADS_1


" Uang itu sudah digunakan sebelumnya. Sekarang kamu mengundang mereka, berapa banyak yang akan dibayar?vida dia akan menggunakan apa? amnesia dia belum tahu kapan sembuhnya"


" Tenang, Robby juga memiliki ATM kok"


"Kartu ATM?!"


Bob tahu dia tidak bisa menyembunyikan tentang ATM itu jadi dia menceritakan.


"Percaya padaku, aku tidak akan melakukan hal ilegal"


" Harusnya seperti itu"


"Tentu saja, kau bisa yakin tentang itu. lagipula aku masih satu rumah dengan seorang polisi yang berdedikasi"


Elle menghentikan interogasinya.


" Sekarang terserah kalian. Orang ini yang akan dieksekusi" Katanya pada dua orang yang disewanya.


"Silahkan berurusan dengannya" Bob menunjuk Elle yang tersenyum kaku.


Mata Bob menabrak sosok Robby yang telah terlelap di sofa.


" Atur posisi, aku juga mau tidur! "Bob menyeret Robby


" Aku juga mau tidur, berikan aku juga tempat"


Robby hanya menggeram kesal sebelum menggeser badannya.


Pria kelar yang duduk di sofa tunggal menyipitkan matanya. Dia jelas tahu identitas dan karakter orang yang dipanggil Robby, di saat normal tidak akan ada yang berani memperlakukannya seperti itu. Untung dia amnesia, anak muda itu tidak akan selamat kalau dia berubah pada dirinya sendiri.


Jam tujuh, sinar matahari telah menembus gorden jingga ruang tengah rumah itu. Robby yang telah bangun menyeret Bob ke rumah bagian depan untuk bersiap. stylish mengikutinya.

__ADS_1


__ADS_2