Bukan Cinderella

Bukan Cinderella
Pemenang Lomba


__ADS_3

Alyssa memandangi semua juri yang mulai berdatangan untuk mencicipi dan melihat hasil kreasi mereka. Begitu pula dengan gadis cantik kekasih Presdir itu. Mereka bersama sama mendatangi satu persatu para peserta seraya membawa buku nilai ditangan masing masing.


Jantung Alyssa semakin berdebar tidak menentu. Banyak macam ekspresi yang ditunjukkan oleh para juri pada setiap masakan yang mereka cicipi. Apalagi ketika mereka merasa ada sesuatu yang kurang, ekspresi mereka seperti ekspresi yang benar benar menjatuhkan mental peserta.


Cukup lama Alyssa menunggu, hingga akhirnya kini tiba giliran masakan nya yang akan di nilai.


Gadis cantik kekasih Presdir itu nampak tersenyum pada Alyssa, sangat berbeda dengan para juri yang lain nya yang hanya menampilkan wajah datar mereka yang tanpa ekspresi.


"Apa yang kau masak?" tanya salah seorang juri.


Dan Alyssa langsung menjelaskan semua tentang masakan nya secara detail. Bahkan dia bisa menjawab pertanyaan juri dengan baik. Meski dengan jantung yang bergemuruh tidak menentu.


Alyssa menahan nafas saat mereka semua mencicipi masakan nya. Tidak ada ekspresi apapun yang bisa Alyssa tebak. Entah mereka menyukai nya atau tidak, semua terasa benar benar membuat jantung nya serasa ingin lepas.


Alyssa bisa bernafas lega saat para juri itu selesai tanpa protes yang berlebihan. Hanya beberapa peringatan yang perlu dia perbaiki. Dan tentu saja Alyssa cukup puas dengan hasil masakan nya ini, meski dia harus memasak dibawah tekanan yang cukup membuat tubuh dan kepala nya terasa sakit sekarang.


Ya, entah kenapa kepala Alyssa pusing dan juga perut bagian bawah nya terasa kram. Padahal Alyssa sudah meminum obat pagi tadi, tapi kenapa sekarang dia merasa tidak enak badan lagi.


Untung saja perlombaan sudah selesai. Dan saat ini mereka sudah diperbolehkan untuk keluar dari aula itu. Menunggu diluar dan beristirahat dan menunggu hasil pengumuman yang akan di umumkan beberapa saat lagi.


Alyssa berjalan keluar dengan lemas seraya memegangi perut nya yang terasa kram dan benar benar tidak enak. Entah kenapa, apa dia akan menstruasi? Alyssa memang sudah telat beberapa hari.


Alyssa langsung terduduk dengan lemas diatas kursi. Wajahnya pucat dan juga berkeringat. Jimmy dan Cici segera mendatangi Alyssa dan duduk disamping nya.


"Sya.. kamu baik baik aja?" tanya Jimmy yang khawatir melihat wajah pucat Alyssa. Padahal saat perlombaan tadi Jimmy bisa melihat dari layar tv yang ada diruangan itu jika Alyssa benar benar bersemangat.


"Gak tahu kak, tiba tiba kepala ku pusing" jawab Alyssa seraya memijit pelipisnya dengan pelan.


"Ci cari minum sana" ujar Jimmy.


Cici langsung mengangguk dan segera pergi untuk mencari air minum.


Sedangkan Jimmy memijit kepala Alyssa dengan lembut.


"Kamu memang gak sehat akhir akhir ini. Nanti setelah dari sini kita kerumah sakit ya" ujar Jimmy.


Alyssa langsung merebahkan kepala nya dibahu Jimmy dan memejamkan mata nya, menikmati pijatan lembut dari asisten kesayangan Zayden itu. Untung ada Jimmy, jika tidak, entah bagaimana Alyssa sendirian dikota besar ini tanpa Zayden.


"Pusing banget ya? masih tahan gak, kalau gak, biar aku cari obat dulu" ujar Jimmy.


"Masih kak, kayak nya aku memang kecapean aja. Tadi juga didalam masak berasa kayak dikejar kejar tuan besar" jawab Alyssa dengan asal.


Jimmy langsung tertawa mendengar itu, dia masih terus memijat kepala Alyssa.


"Kamu ada ada aja deh. Tapi keren loh, walaupun gugup, tapi kamu tetap tenang dalam waktu secepat itu. Gak ada kendala kan?" tanya Jimmy.


"Enggak, semua aman. Tinggal nunggu pengumuman aja. Aku deg degan banget kak" ungkap Alyssa.


Jimmy tersenyum dan masih memijat kepala Alyssa. Dan Alyssa begitu sangat menikmati nya.


Mungkin kalau ada Zayden, dia pasti marah dengan Alyssa yang manja seperti ini pada Jimmy.


"Kamu pasti menang, dan kalau pun gak memang, kamu tetap dapat reward. Jangan risau ya" ujar Jimmy.


Alyssa hanya mengangguk pelan, meski dia benar benar sangat berharap dia bisa menang.


"Ini minum nya Sya" ucap Cici yang baru datang dengan dua botol air mineral ditangan nya.


Alyssa langsung mendongak dan duduk dengan tegak seraya meraih botol air minum itu.


Sedangkan Cici memandang Alyssa dengan pandangan heran nya. Dia kekasih bos besar, tapi kenapa dia juga dekat dengan Jimmy??


"Apa yang kau lihat" ucap Jimmy yang langsung mengejutkan Cici.


Cici tersenyum canggung dan menggeleng cepat.

__ADS_1


"Tidak ada tuan" jawab Cici yang langsung duduk disebelah Alyssa.


Alyssa meminum air putih itu hingga habis separuh. Rasanya memang benar benar haus. Setelah terakhir kali dia minum tadi pagi.


"Perlu obat gak, biar aku cariin" tawar Cici yang cemas melihat wajah Alyssa yang pucat.


"Gak usah Ci, nanti aja kalau udah pulang. Bentar lagi pengumuman nya kok" jawab Alyssa.


Cici hanya mengangguk dan kembali memandang sekeliling nya. Dimana orang orang juga sedang menunggu seperti mereka.


Hingga beberapa saat kemudian, para peserta kembali dipanggil untuk masuk kedalam aula.


Alyssa beranjak dengan helaan nafas yang cukup berat. Jantung nya benar benar berdebar tidak menentu.


"Sya.." panggil Jimmy.


Alyssa langsung menoleh kearah Jimmy.


"Apapun yang terjadi, harus tetap semangat" ujar Jimmy.


Alyssa tersenyum dan mengangguk


"Semangat Sya, kita doa sama sama ya" sahut Cici pula.


"Makasih" jawab Alyssa dengan senyum nya.


Setelah itu dia langsung masuk kedalam ruangan dimana semua peserta sudah pada berkumpul.


Alyssa dan yang lain nya langsung berbaris rapi dihadapan semua para juri. Sedangkan Presdir dan kekasih nya masih duduk dikursi mereka.


Alyssa menghela nafas dalam dalam dan tertunduk. Tangan nya langsung dingin, dengan jantung yang berdenyut ngilu. Apalagi ketika salah seorang juri mulai membahas tentang hasil masakan mereka tadi.


Sungguh, ini adalah hal yang paling mendebarkan dalam hidup Alyssa. Selain bertemu dengan tuan Juanda tentu nya.


Alyssa memejamkan matanya sejenak, saat hasil penjurian itu mulai dibacakan.


Bukan nama nya.


Jantung Alyssa kembali berdenyut ngilu.


Juara tiga, Alyssa sangat berharap. Tapi itu juga bukan dia.


Kaki Alyssa mulai lemas. Apa masih ada harapan???


Juara dua..


deg


deg


Ya Tuhan, tolong sekali ini saja biarkan Alyssa mendapatkan keberuntungan dalam hidupnya.


Dan ..,.... ternyata bukan namanya yang disebut.


Yah, Alyssa sudah benar benar lemas sekarang. Dia sudah tidak lagi ingin berharap. Dan rasanya Alyssa sudah ingin keluar saja.


Menyakitkan sekali, padahal Alyssa sudah benar benar berharap bisa menang. Tapi ini sudah mustahil karena hanya tinggal menyisakan juara pertama.


Tidak mungkin lagi kan..


Namun


"Dan pemenang master chef yang terpilih kali ini adalah....."


"Alyssa Chandani"

__ADS_1


deg


deg


deg


Jantung Alyssa terasa terhenti sejenak. Benarkah ini??


Benarkah dia yang menang??


Alyssa mematung tidak percaya mendengar ini.


Dia yang menjadi juaranya???


Benarkah????


Suara tepuk tangan langsung membuat Alyssa tersadar.


"Kamu boleh maju Alyssa" ujar juri tersebut.


Alyssa langsung tersenyum dengan mata yang berair bahkan langsung menetes dengan cepat.


Dia benar benar menang.


"Selamat, kamu yang terbaik di antara yang paling baik disini" ucap Juri tersebut seraya memasangkan topi chef di kepala Alyssa.


Alyssa meneteskan air mata terharu.


Dia berhasil,


dia menjadi pemenang nya.


Ya Tuhan terima kasih.


"Selamat Alyssa. Kamu memang pantas menjadi juara. Kamu yang terbaik" ucap kekasih Presdir yang sama sekali tidak Alyssa tahu nama nya. Dia menyerahkan sebuah tropi berbentuk spatula indah pada Alyssa.


"Terimakasih nona, terimakasih" jawab Alyssa yang sungguh tidak bisa menahan tangis nya.


Dia meraih tropi itu dengan tangan yang bergetar.


Gadis itu menepuk bahu Alyssa dengan lembut.


"Kejar mimpi kamu selagi kamu bisa mengejar nya" ucap gadis itu, terasa begitu dalam dan menyentuh.


"Pasti nona. Terimakasih" jawab Alyssa yang langsung membungkukkan tubuhnya dihadapan gadis itu.


"Nona Zea, silahkan" perkataan juri yang lain pada kekasih Malik ini membuat Alyssa menoleh.


Ternyata nama nya Zea. Sungguh sangat cocok dengan karakter nya yang lembut.


Alyssa menerima sebuah papan bertuliskan angka satu miliar dari mereka. Sungguh, Alyssa benar benar tidak menyangka dengan ini.


"Sekali lagi, selamat Alyssa" ucap gadis yang bernama Zea itu.


"Terimakasih nona" jawab Alyssa


Air mata sejak tadi tidak bisa berhenti mengalir. Alyssa sungguh bahagia, dia benar benar bahagia, ini adalah pencapaian yang sangat besar dalam hidup nya.


Alyssa tersenyum dengan air mata yang mengalir.


Mas Zayden...


Lihatlah, ini semua Alyssa persembahkan untuk mas.


Kita berjuang bersama ya.

__ADS_1


Kita pasti bisa bersama...


__ADS_2