Bukan Cinderella

Bukan Cinderella
Perjuangan Dimulai


__ADS_3

Alyssa turun dari taksi dengan helaan nafas yang cukup berat. Dia sudah berada didepan restauran Denue pagi ini.


Ya, hari ini dia akan memulai perjuangan nya untuk kehidupan yang lebih baik. Semoga usaha nya tidak akan sia sia. Dan semoga jalan yang telah terbuka ini bisa membawanya pada kesuksesan.


Alyssa mengusap perutnya sejenak seraya bergumam dalam hati.


'Kita bisa ya nak. Demi ayah'


Langkah kaki Alyssa mulai berjalan dengan pasti kedalam, dihiasi dengan senyum cerianya seperti biasa.


Alyssa langsung disambut oleh menejer restauran disana.


"Selamat datang nona Alyssa. Anda begitu cepat tiba pagi ini" sapa menejer lelaki itu. Usianya mungkin masih muda. Terlihat dari wajahnya.


Mereka saling berjabat tangan.


"Ya, saya cukup bersemangat tuan" jawab Alyssa dengan senyum nya.


"Anda bisa memanggil saya Bayu nona, tidak perlu memanggil tuan. Saya masih cukup muda untuk di panggil seperti itu" ucap Bayu. Dia tidak kalah ramah pada Alyssa.


"Baiklah mas Bayu, jika begitu panggil Alyssa saja. Saya tidak cukup terhormat dipanggil nona" sahut Alyssa pula.


Bayu langsung tertawa mendengarnya. Mereka berjalan masuk beriringan kedalam restauran. Dimana ruangan Bayu berada. Namun Bayu hanya mengajak Alyssa untuk duduk disebuah ruang tunggu resto. Tepat di dekat dinding kaca yang menampakan halaman depan restauran Denue. Restauran bintang lima bertaraf internasional.


"Kita duduk disini saja terlebih dahulu Alyssa. Bos pemilik restoran ini belum datang. Kita masih perlu menunggu kedatangan nya" ujar Bayu seraya mempersilahkan Alyssa untuk duduk.


Alyssa tersenyum dan mengangguk seraya duduk dikursi nya.


"Kamu terlihat pucat, apa kamu sedang tidak sehat" tanya Bayu yang sejak tadi ternyata memperhatikan wajah Alyssa.


"Hanya kelelahan mas" jawab Alyssa.


"Oh... jika begitu kamu memang harus banyak beristirahat" ujar Bayu.


Alyssa hanya tersenyum dan mengangguk saja. Bagaimana dia ingin beristirahat, jika keadaan menuntutnya untuk harus menjadi kuat setegar batu karang.


"Usia kamu masih terlihat muda, sekitar sembilan belas tahun. Begitu kan?" tanya Bayu.


Alyssa mengangguk.


"Iya mas" jawab Alyssa


"Saya salut dengan kamu. Di usia semuda ini kamu sudah berprestasi dan menjadi seorang chef. Kamu adalah chef termuda sepanjang sejarah chef yang ada disini" ungkap Bayu.


"Benarkah?" tanya Alyssa


Bayu mengangguk cepat.


"Ya, saya salut masih ada gadis muda seperti kamu yang memiliki semangat dan bakat yang terpendam. Apa kamu tidak kuliah?" tanya Bayu.


Alyssa tersenyum dan menggeleng.


"Tidak mas. Saya hanya tamatan SMA. Bukankah tertera disurat keterangan saya" jawab Alyssa


"Saya masih tidak menyangka. Jadi dari mana kamu belajar memasak?" tanya Bayu lagi. Sepertinya dia sudah memulai wawancara Alyssa. Sejak tadi tidak berhenti untuk bertanya.


"Saya belajar otodidak dan juga karena hobi. Kebetulan sejak dulu saya bekerja direstauran. Jadi sedikit banyak nya saya bisa mencuri ilmu sedikit demi sedikit " jawab Alyssa.


Bayu tersenyum dan mengangguk. Sepertinya dia cukup bangga dan kagum melihat Alyssa. Gadis kecil yang ternyata bisa menjadi chef di restauran milik tuan kejam ini.

__ADS_1


"Saya harap, mental kamu juga setegar semangat kamu Alyssa " ucap Bayu.


Alyssa mengernyit.


"Apa ada sesuatu yang harus diperhatikan mas?" tanya Alyssa


Bayu mengangguk.


"Restauran ini adalah restauran milik keluarga Dewantara. Sesekali tuan Malik akan mengadakan acara makan bersama disini. Dan jika itu terjadi, kamu harus menyiapkan diri dengan baik. Dia tidak terima kesalahan sekecil apapun. Sudah banyak chef yang diberhentikan secara paksa dari sini hanya karena kelalaian mereka yang sedikit" ungkap Bayu.


Tuan Malik??


Apa bos besar berwajah dingin itu?


Mungkin.


"Apa yang kita tunggu adalah dia?" tanya Alyssa.


Bayu menggeleng. Dan itu kembali membuat Alyssa bingung.


"Kamu cukup beruntung. Karena sekarang, restauran sudah diserahkan pada kekasihnya" jawab Bayu.


Alyssa kembali mengernyit mengernyit mendengar itu.


"Nona Zea..?" tanya Alyssa.


Bayu mengangguk pelan.


"Ya nona Zea. Gadis beruntung yang mendapatkan tuan Malik. Sepertinya kalian seumuran, masih terlihat sama sama muda" jawab Bayu.


Alyssa tersenyum dan mengangguk.


Mereka sama, sama sama masih muda. Tapi sepertinya gadis itu jauh lebih beruntung dari pada Alyssa.


Alyssa langsung menoleh kearah kaca, dan benar. Zea baru saja turun dari sebuah mobil mewah.


Alyssa langsung beranjak dan pergi mengikuti langkah Bayu untuk menyambut gadis cantik nan lemah lembut itu.


Dia berdiri didepan restoran tepat dibelakang Bayu. Memandangi Zea yang sedang bercakap dengan seseorang didalam mobil. Sedangkan Bayu nampak berlari tergopoh-gopoh mendekati mereka.


Sangat terhormat,


sangat berkuasa,


dan Zea... gadis itu terlihat begitu beruntung.


Ah... kenapa Alyssa menjadi iri begini.


Tidak, tidak boleh..


Meskipun nasibnya tidak seberuntung gadis itu, namun setidaknya dia juga mendapatkan seseorang yang begitu mencintainya kan. Seseorang yang telah terkurung di dalam penjara daripada harus mengkhianati cinta mereka.


Ya, Alyssa harus bersyukur untuk itu.


"Selamat datang nona" sapa Alyssa yang langsung menunduk saat gadis cantik bernama Zea itu datang kearah nya diikuti oleh Bayu.


"Kamu sudah datang ternyata, apa aku yang terlambat?" tanya Zea.


Alyssa tersenyum dan menggeleng.

__ADS_1


"Saya belum lama juga nona" jawab Alyssa


Zea nampak tersenyum dan mengangguk.


"Sebaiknya kita masuk saja nona. Mari silahkan" ajak Bayu.


Zea langsung berjalan masuk lebih dulu, dan diikuti oleh Alyssa juga Bayu yang nampak begitu ramah pada Zea. Namun berbeda sikap.


Alyssa memperhatikan Zea dari belakang. Penampilan nya yang anggun namun lembut, wajahnya yang cantik namun terlihat sendu dan ayu. Sungguh sangat sempurna. Dia memang sangat cocok bersanding dengan bos besar berwajah dingin itu.


Meski berbeda karakter, namun Zea terlihat bisa mengimbangi dan membuat aura bos besar itu menjadi lebih baik.


Sungguh, jika Alyssa bisa begitu, mungkin dia juga akan sama seperti Zea. Bisa berada disamping kekasihnya dan saling melengkapi.


Huh... mood Alyssa benar benar gampang berubah. Dan ternyata ini disebabkan oleh kehamilannya.


Akhirnya, mereka tiba didalam ruangan yang memang dikhususkan untuk Zea. Bayu sudah menyiapkan semua nya.


Zea duduk dikursi nya, sedangkan Alyssa duduk didepan meja nya.


Bayu berdiri disamping Zea seraya menyerahkan sebuah dokumen pada Zea.


"Ini surat kontrak nya nona" ujar Bayu.


Zea mengangguk, dan dia terlihat membaca surat itu dengan teliti. Dan tidak lama dia tersenyum seraya menyerahkan nya kembali pada Alyssa.


"Kamu bisa membacanya dulu Alyssa. Sepertinya tidak ada yang sulit" ucap Zea.


Alyssa mengangguk dan langsung membaca surat perjanjian itu.


Ada dua perjanjian yang bisa Alyssa pilih, yang pertama kontrak kerja selama dua tahun. Dengan gaji 1,5 miliar.


Mata Alyssa langsung melebar melihat gaji sebesar itu.


Dan yang kedua kerja dengan gaji bulanan namun tidak sebesar dengan kontrak dua tahun. Hanya sekitar 30 juta sebulan.


Sangat jauh berbeda. Mungkin karena ini tidak dikontrak.


"Apa sudah ada pilihan?" tanya Zea.


"Sangat jauh berbeda itu karena masalah kontrak Alyssa. Jika kamu bekerja dibawah kontrak, semua reward yang kamu dapatkan sebesar itu jumlah nya. Tapi jika kamu tidak ingin memilih kontrak. Maka gaji pokok kamu hanya segitu. Tapi itu juga berbeda dengan bonus. Jika banyak peminat, maka kamu akan mendapat tambahan bonus. Tapi jika tidak, maka hanya segitu yang kamu dapatkan" ungkap Bayu.


Alyssa mengangguk pelan. Uang 1,5 miliar itu tentu cukup besar dan sangat menggiurkan. Tapi Alyssa ingat, jika kini dia sedang mengandung. Dia juga tidak mungkin bisa bekerja terlalu lama. Beberapa bulan lagi Alyssa harus berhenti karena melahirkan. Sedangkan jika pekerjaannya dikontrak, Alyssa tidak boleh libur terlalu lama.


Ya, akhirnya Alyssa hanya harus bersyukur dengan gaji yang segitu. Karena itu juga sudah cukup banyak untuk nya.


"Saya memilih pilihan kedua saja nona, mas" jawab Alyssa akhirnya.


"Kenapa tidak kontrak saja Alyssa? Kamu akan mendapatkan hasil yang lumayan" ujar Zea.


Namun Alyssa langsung menggeleng dan tersenyum.


"Tidak nona. Saya tidak tahu kedepan nya akan seperti apa. Jadi dari pada membuat nona kecewa, saya lebih memilih bekerja tanpa kontrak. Tapi nona jangan khawatir, saya pasti akan bekerja dengan baik" jawab Alyssa.


"Baiklah, aku percaya padamu. Semoga dengan ini kamu bisa memajukan restauran ini ya" harap Zea.


Alyssa langsung mengangguk dan tersenyum.


"Tentu nona. Semoga" jawab Alyssa.

__ADS_1


...


*Tentang Zea, kalian bisa baca kisah nya di novel karya ku yang lain (Hanya istri Figuran)


__ADS_2